Pearson dan Asumsi Klasik. Uji Korelasi pearson merupakan uji asosiatif untuk mengetahui hubungan 2 variabel berskala interval dengan distribusi normal. Syarat uji ini dapat dilakukan disebut dengan uji asumsi, yaitu antara lain: linearitas, normalitas dan homoskedastisitas. Uji Pearson Product Moment adalah salah satu dari beberapa jenis uji korelasi yang digunakan untuk mengetahui derajat keeratan hubungan 2 variabel yang berskala interval atau rasio, di mana dengan uji ini akan mengembalikan nilai koefisien korelasi yang nilainya berkisar antara -1, 0 dan 1. Nilai -1 artinya terdapat korelasi negatif yang sempurna, 0 artinya tidak ada korelasi dan nilai 1 berarti ada korelasi positif yang sempurna.



Pearson dan Asumsi Klasik

Uji Pearson Product Moment adalah salah satu dari beberapa jenis uji korelasi yang digunakan untuk mengetahui derajat keeratan hubungan 2 variabel yang berskala interval atau rasio, di mana dengan uji ini akan mengembalikan nilai koefisien korelasi yang nilainya berkisar antara -1, 0 dan 1. Nilai -1 artinya terdapat korelasi negatif yang sempurna, 0 artinya tidak ada korelasi dan nilai 1 berarti ada korelasi positif yang sempurna.

Rentang dari koefisien korelasi yang berkisar antara -1, 0 dan 1 tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila semakin mendekati nilai 1 atau -1 maka hubungan makin erat, sedangkan jika semakin mendekati 0 maka hubungan semakin lemah. 

Berikut Tabel klasifikasi nilai koefisien korelasi r pearson:

Tabel Klasifikasi Koefisien Pearson
Tabel Klasifikasi Koefisien Pearson

Nilai negatif berarti menentukan arah hubungan, misal: koefisien korelasi antara penghasilan dan berat badan bernilai -0,5. Artinya semakin tinggi nilai penghasilan seseorang maka semakin rendah berat badannya dengan besarnya keeratan hubungan sebesar 0,5 atau cukup kuat (lihat tabel di atas).

Berikut adalah rumus uji pearson:

Rumus Uji Pearson
Rumus Uji Pearson

Di mana:
rxy: koefisien korelasi r pearson
n: jumlah sampel/observasi
x: variabel bebas/variabel pertama
y: variabel terikat/variabel kedua

Pengujian lanjutan untuk menentukan apakah koefisien korelasi yang didapat bisa digunakan untuk generalisasi atau mewakili populasi, maka digunakan uji signifikansi dari uji t. Maka nilai r pearson yang didapat digunakan untuk menghitung nilai t hitung. Berikut rumusnya:

t hitung
t hitung

Nilai t hitung yang di dapat nantinya kita bandingkan dengan nilai t tabel. Apabila t hitung > t tabel pada derajat kepercayaan tertentu, misal 95 % maka berarti signifikan atau bermakna.

Syarat atau Asumsi klasik untuk uji pearson antara lain: Linearitas, Normalitas, Heteroskedastisitas.

Untuk mengerti asumsi klasik di atas, silahkan baca artikel kami yang relevan dengan asumsi tersebut.

Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini