Memahami Uji Validitas. Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi Product Moment. KEGUNAAN: Untuk daya ketepatan mengukur Segi tes sebagai suatu totalitas Segi items tes VALIDITAS TES terbagi jadi 2: Logika. Empirik. Validitas Tes yang dikemukakan oleh Pearson. Sedangkan analisis validitas butir ada berbagai jenis. Validitas butir antara lain: Uji Pearson Product Moment dan Koefisien Point Biserial. Berikut tutorial dan rumus dari uji pearson.



Uji Validitas

Pada artikel lainnya kita telah membahas banyak perihal uji validitas, salah satunya adalah validitas SPSS. Disini kami akan coba menerangkan apa, bagaimana dan rumus perhitungan uji validitas.

Kegunaan uji validitas adalah untuk daya ketepatan mengukur
  • Segi tes sebagai suatu totalitas
  • Segi item tes

Validitas Tes terbagi jadi 2:
  • Logika
  • Empirik


Logika
Macam-Macam Logika:
  • Isi : untuk menguji apa tes ini representatif atau tidak  (untuk sampel, populasi untuk penelitian)
  • Konstruksi : diteliti dari segi susunan dan rekaan  aspek: kognitif, afektif, dan psikomotor.


Empirik (Didasarkan pada keadaan di lapangan)

Macam-macam Empirik:
  • Ramalan: suatu kondisi yang menunjukkan seberapa jauhkah sebuah tes telah dapat dengan secara tepat menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang bakal terjadi pada masa mendatang. Contoh : penerimaan mahasiswa  baru.
  • Bandingan: tes tersebut dalam kurun waktu yang sama dengan secara tepat telah mampu menunjukkan adanya hubungan searah antara tes yang pertama dan kedua (validitas sekarang/pengalaman).


Cara Mengetahui Validitas Alat Ukur:
Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson.

Rumus korelasi Product Moment  ada 2 :
  • Korelasi Product moment  dengan Simpangan,
  • Korelasi Product moment  dengan angka kasar

Rumus Pearson dengan Simpangan

Rumus Pearson dengan Angka Kasar


Persiapan Untuk Mencari Validitas Tes dengan Simpangan:

Tabel Validitas

Rumus Validitas Pearson

Dimasukkan ke rumus:

Rumus Validitas dengan Simpangan


Persiapan Untuk Mencari Validitas Tes dengan angka kasar:

Tabel Validitas dengan Angka Kasar

Rumus Validitas Pearson Angka Kasar


Bila dilihat pada kedua hitungan diatas terdapat perbedaan 0,003 lebih besar pada simpangan ini wajar karena adanya pembulatan.

Koefisien Korelasi adalah sebagai berikut:
  • Antara 0,800 sampai dengan 1,00 =  sangat tinggi
  • Antara 0,600 sampai dengan 0,800 = tinggi
  • Antara 0,400 sampai dengan 0,600 = cukup
  • Antara 0,200 sampai dengan 0,400 = rendah
  • Antara 0,00 sampai dengan 0,200 = sangat rendah

Korelasi positif menunjukkan adanya hubungan sejajar antara 2 hal:
Misal:
IPA           : 2 3 5 7 4 3 2
Matematika  : 4 5 6 8 5 4 3
Kondisi nilai Matematika sejajar dengan IPA karena naik dan turunnya nilai Matematika mengikuti naik dan turunnya nilai IPA.

Korelasi Negatif menunjukkan adanya hubungan kebalikan antara dua hal:
Bahasa Indonesia dengan Matematika
Bahasa Indonesia  : 5 6 8 4 3 2
Matematika              : 8 7 5 1 2 3
Koefisien korelasi terdapat antara -1,00 sampai +1,00. karena dalam perhitungan sering dilakukan pembulatan angka yang didapatkan 1,00

Penafsiran Harga Koefisien Korelasi:
Ada 2 cara yaitu :
  • Dengan melihat harga r dan diinterprestasikan misalnya korelasi Tinggi, Cukup dan sebagainya.
  • Dengan mengkonsultasikan ke tabel harga kritik r product moment sehingga dapat diketahui signifikan tidaknya korelasi tersebut. Jika harga r lebih kecil dari harga kritik dalam tabel, maka korelasi tersebut tidak signifikan. Begitu juga arti sebaliknya.

Tabel analisis item Untuk Perhitungan Validitas Item

Contoh Analisis Item

Untuk menghitung validitas item nomor 6, dibuat terlebih dahulu tabel persiapannya sebagai berikut:

Contoh Tabel Item Analisis Item

Contoh Rumus Item Analisis Item


Dimasukkan ke  Korelasi Product Moment  dengan rumus angka kasar:

Contoh Hitung Validitas Pearson


Koefisien validitas item nomor 6 adalah 0,421.Validitas items tersebut kurang meyakinkan, validitas tidak tinggi.

Koefisien Korelasi Biserial

Apabila item memili skor 1 dan 0 saja, bisa menggunakan Koefisien Korelasi Biserial.

Responden No.3 memiliki skor total hanya 4, sedangkan No.2 dan No. 4 memiliki nilai yang sama yaitu 5. 
Rumus:

Rumus Koefisien Korelasi Biserial

Keterangan :
γpbi = koefisien korelasi biserial
Mp = rerata skor dari subyek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya
Mt = rerata skor total
St = standar deviasi dari skor total
p = proporsi siswa yang menjawab benar


Proporsi Koefisien Korelasi Biserial

Tabel Koefisien Korelasi Biserial

Contoh Hitung Koefisien Korelasi Biserial


Perhitungan Mp dari tiap butir soal 1 sd 10:

Perhitungan MP

Menghitung korelasi rpbi

Tabel perhitungan Koefisien Korelasi Biserial


Demikian, Semoga bermanfaat.

Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini