Penjelasan Berbagai Jenis Uji Validitas dan Cara Hitung

0
454
Uji Validitas
Uji Validitas

Uji Validitas

Pada artikel lainnya kita telah membahas banyak perihal uji validitas, salah satunya adalah Tutorial Uji Validitas Instrumen dengan SPSS. Disini kami akan coba menerangkan apa, bagaimana dan rumus perhitungan uji validitas. Uji Validitas dilakukan untuk menilai apakah soal sudah valid atau tidak untuk sebuah penelitian yang sesungguhnya.

Pada saat anda membaca paragraph awal artikel ini, anda jangan pergi kemana-mana dulu, sebab yang anda cari pasti ada disini. Namun dalam bahasan ini, kami lebih fokus kepada pengertian dan penjelasan tentang apa sebenarnya uji validitas dan manfaatnya.

Bagi anda yang ingin mencari referensi uji validitas butir, misalnya uji validitas pearson product moment, silahkan baca artikel kami yang berjudul: Tutorial Uji Validitas Instrumen dengan SPSS. Dalam artikel tersebut dijelaskan langkah demi langkah atau step by step tutorial melakukan analisis atau uji validitas butir, baik menggunakan pearson product moment ataupun corrected item to total correlation.

Manfaat Uji Validitas Instrumen

Kegunaan uji validitas adalah untuk daya ketepatan mengukur:
  • Segi tes sebagai suatu totalitas
  • Segi item tes

Jenis Validitas Instrumen

Validitas Tes terbagi jadi 2:

  • Logika
  • Empirik.

Logika

Macam-Macam Logika:
  • Isi : untuk menguji apa tes ini representatif atau tidak  (untuk sampel, populasi untuk penelitian)
  • Konstruksi : diteliti dari segi susunan dan rekaan  aspek: kognitif, afektif, dan psikomotor.

Empirik

(Didasarkan pada keadaan di lapangan)
Macam-macam Empirik:
  • Ramalan: suatu kondisi yang menunjukkan seberapa jauhkah sebuah tes telah dapat dengan secara tepat menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang bakal terjadi pada masa mendatang. Contoh : penerimaan mahasiswa  baru.
  • Bandingan: tes tersebut dalam kurun waktu yang sama dengan secara tepat telah mampu menunjukkan adanya hubungan searah antara tes yang pertama dan kedua (validitas sekarang/pengalaman).

Cara Mengetahui Validitas Alat Ukur:

Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson.
Rumus korelasi Product Moment  ada 2 :
  • Korelasi Product moment  dengan Simpangan,
  • Korelasi Product moment  dengan angka kasar
Rumus Pearson dengan Simpangan
Rumus Pearson dengan Simpangan
Rumus Pearson dengan Angka Kasar
Rumus Pearson dengan Angka Kasar
 Persiapan Untuk Mencari Validitas Tes dengan Simpangan:
Tabel Validitas
Rumus Validitas Pearson

Dimasukkan ke rumus:

Rumus Validitas dengan Simpangan
 Persiapan Untuk Mencari Validitas Tes dengan angka kasar:
Tabel Validitas dengan Angka Kasar
Rumus Validitas Pearson Angka Kasar
Bila dilihat pada kedua hitungan diatas terdapat perbedaan 0,003 lebih besar pada simpangan ini wajar karena adanya pembulatan.

Koefisien Korelasi Dalam Uji Validitas

Koefisien Korelasi adalah sebagai berikut:
  • Antara 0,800 sampai dengan 1,00 =  sangat tinggi
  • Antara 0,600 sampai dengan 0,800 = tinggi
  • Antara 0,400 sampai dengan 0,600 = cukup
  • Antara 0,200 sampai dengan 0,400 = rendah
  • Antara 0,00 sampai dengan 0,200 = sangat rendah
Korelasi positif menunjukkan adanya hubungan sejajar antara 2 hal:
Misal:
IPA           : 2 3 5 7 4 3 2
Matematika  : 4 5 6 8 5 4 3
Kondisi nilai Matematika sejajar dengan IPA karena naik dan turunnya nilai Matematika mengikuti naik dan turunnya nilai IPA.
Korelasi Negatif menunjukkan adanya hubungan kebalikan antara dua hal:
Bahasa Indonesia dengan Matematika
Bahasa Indonesia  : 5 6 8 4 3 2
Matematika              : 8 7 5 1 2 3
Koefisien korelasi terdapat antara -1,00 sampai +1,00. karena dalam perhitungan sering dilakukan pembulatan angka yang didapatkan 1,00

Penafsiran Harga Koefisien Korelasi Pearson Product Moment

Ada 2 cara yaitu :
  • Dengan melihat harga r dan diinterprestasikan misalnya korelasi Tinggi, Cukup dan sebagainya.
  • Dengan mengkonsultasikan ke tabel harga kritik r product moment sehingga dapat diketahui signifikan tidaknya korelasi tersebut. Jika harga r lebih kecil dari harga kritik dalam tabel, maka korelasi tersebut tidak signifikan. Begitu juga arti sebaliknya.
Tabel analisis item Untuk Perhitungan Uji Validitas Item atau validitas butir.
Contoh Analisis Item
Untuk menghitung validitas item nomor 6, dibuat terlebih dahulu tabel persiapannya sebagai berikut:
Contoh Tabel Item Analisis Item
Contoh Rumus Item Analisis Item
Dimasukkan ke  Korelasi Product Moment  dengan rumus angka kasar:
Uji Validitas
Contoh Hitung Uji Validitas Pearson Produk Momen
Koefisien validitas item nomor 6 adalah 0,421.Validitas items tersebut kurang meyakinkan, validitas tidak tinggi.

Koefisien Korelasi Biserial

Apabila item memili skor 1 dan 0 saja, bisa menggunakan Koefisien Korelasi Biserial.

Responden No.3 memiliki skor total hanya 4, sedangkan No.2 dan No. 4 memiliki nilai yang sama yaitu 5.

Rumus:
Rumus Koefisien Korelasi Biserial
Keterangan :
γpbi = koefisien korelasi biserial
Mp = rerata skor dari subyek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya
Mt = rerata skor total
St = standar deviasi dari skor total
p = proporsi siswa yang menjawab benar
Proporsi Koefisien Korelasi Biserial
Tabel Koefisien Korelasi Biserial
Contoh Hitung Koefisien Korelasi Biserial
 Perhitungan Mp dari tiap butir soal 1 sd 10:
Perhitungan MP

Menghitung korelasi rpbi

Tabel perhitungan Koefisien Korelasi Biserial
Demikian sudah dijelaskan secara singkat tentang tutorial uji validitas. Selanjutnya silahkan baca artikel kami yang berjudul Tutorial Uji Validitas Instrumen dengan SPSS, Semoga bermanfaat.
By Anwar Hidayat
TINJAUAN IKHTISAR
Penting
BAGIKAN
Berita sebelumyaPearson, Spearman-rho, Kendall-Tau, Gamma dan Somers
Berita berikutnyaRegresi Linear Sederhana dengan SPSS

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......