Analisis SPSS
Wednesday, November 14, 2012

One Way Anova dalam SPSS

Uji One Way Anova


Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang melakukan uji One Way Anova atau Anova Satu Jalur dengan menggunakan software SPSS For Windows.

Anova merupakan singkatan dari "analysis of varian" adalah salah satu uji komparatif yang digunakan untuk menguji perbedaan mean (rata-rata) data lebih dari dua kelompok. Misalnya kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata IQ antara siswa kelas SLTP kelas I, II, dan kelas III. Ada dua jenis Anova, yaitu analisis varian satu faktor (one way anova) dan analisis varian dua faktor (two ways anova). Pada artikel ini hanya akan dibahas analisis varian satu faktor.

Untuk melakukan uji Anova, harus dipenuhi beberapa asumsi, yaitu:
  1. Sampel berasal dari kelompok yang independen
  2. Varian antar kelompok harus homogen
  3. Data masing-masing kelompok berdistribusi normal (Pelajari juga tentang uji normalitas)

Asumsi yang pertama harus dipenuhi pada saat pengambilan sampel yang dilakukan secara random terhadap beberapa (> 2) kelompok yang independen, yang mana nilai pada satu kelompok tidak tergantung pada nilai di kelompok lain. Sedangkan pemenuhan terhadap asumsi kedua dan ketiga dapat dicek jika data telah dimasukkan ke komputer, jika asumsi ini tidak terpenuhi dapat dilakukan transformasi terhadap data. Apabila proses transformasi tidak juga dapat memenuhi asumsi ini maka uji Anova tidak valid untuk dilakukan, sehingga harus menggunakan uji non-parametrik misalnya Kruskal Wallis.

Prinsip Uji Anova adalah melakukan analisis variabilitas data menjadi dua sumber variasi yaitu variasi di dalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between). Bila variasi within dan between sama (nilai perbandingan kedua varian mendekati angka satu), maka berarti tidak ada perbedaan efek dari intervensi yang dilakukan, dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan. Sebaliknya bila variasi antar kelompok lebih besar dari variasi didalam kelompok, artinya intervensi tersebut memberikan efek yang berbeda, dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan.

Setelah kita pahami sedikit tentang One Way Anova, maka mari kita lanjutkan dengan mempelajari bagaimana melakukan uji One Way Anova dengan SPSS.

Sebagai bahan uji coba, maka kita gunakan contoh sebuah penelitian yang berjudul "Perbedaan Pendapatan Berdasarkan Pekerjaan". Di mana pendapatan sebagai variabel terikat bertipe data kuantitatif atau numerik sedangkan pekerjaan sebagai variabel bebas berskala data kualitatif atau kategorik, yaitu dengan 3 kategori: Tani, Buruh dan Lainnya. (Ingat bahwa uji One Way Anova dilakukan apabila variabel terikat adalah interval dan variabel bebas adalah kategorik). (Pelajari juga tentang Pengertian Data)

Langsung Saja:

Tutorial One Way Anova

  • Buka SPSS
  • Buka Tab Variable View, buat 2 variabel: Pekerjaan dan Pendapatan
  • Ubah Type Pekerjaan ke "Numeric", Decimals "0", beri label "Pekerjaan", ubah measure menjadi "Nominal" dan isi value dengan kategori: 1 = Tani, 2 = Buruh dan 3 = Lainnya
  • Ubah Type Pendapatan ke "Numeric", Decimals "0", beri label "Pendapatan", ubah measure menjadi "Scale".




  • Buka Data View dan isikan data sebanyak 24 responden sebagai berikut:



  • Pada menu, pilih Analyze, Compare Means, One-Way ANOVA, sampai muncul jendela One-Way ANOVA seperti di bawah ini:

  • Pilih variabel "Pendapatan" lalu masukkan ke kotak "Dependent List:" Kemudian pilih variabel "Pekerjaan" lalu masukkan ke kotak "Factor:" Sehingga nampak seperti di bawah ini:

  • Klik tombol Options, akan muncul jendela ini: Centang "Descriptive" dan "Homogenity of variance test"

  • Klik Continue
  • Masih dijendela One Way ANOVA, klik tombol Post Hoc, sampai muncul jendela ini: Centang Bonferroni dan Games-Howell serta biarkan significance level = 0,05.

  • Klik Continue
  • Lalu Klik OK dan Lihatlah hasil!
Hasil terilhat sebagai berikut:









Interprestasi Baca adalah sebagai berikut:
  • Dari tabel Descriptives nampak bahwa responden yang bekerja sebagai Tani rata-rata berpendapatan sebesar 195497,50, Buruh rata-rata berpendapatan sebesar 265080,75  dan Lainnya rata-rata berpendapatan 326423,25. Selanjutnya untuk melihat uji kita lihat di tabel ANOVA.
  • Sebelum melanjutkan uji perlu  diingat bahwa salah satu asumsi uji Anova adalah variansnya sama. Dari tabel Test of Homegeneity of Variances terlihat bahwa hasil uji menunjukan bahwa varian ketiga kelompok tersebut sama (P-value = 0,357), sehingga uji Anova valid untuk menguji hubungan ini.
  • Selanjutnya untuk melihat apakah ada perbedaan pendapatan dari ketiga kelompok pekerja tersebut, kita lihat  tabel ANOVA , dari tabel itu pada kolom Sig. diperoleh nilai P (P-value) = 0,037. Dengan demikian pada taraf nyata = 0,05 kita menolak Ho, sehingga kesimpulan yang didapatkan adalah  ada perbedaan yang bermakna rata-rata pendapatan berdasarkan ketiga kelompok pekerjaan tersebut.
  • Jika hasil uji menunjukan Ho gagal ditolak (tidak ada perbedaan), maka uji lanjut (Post Hoc Test) tidak dilakukan. Sebaliknya jika hasil uji menunjukan Ho ditolak (ada perbedaan), maka uji lanjut (Post Hoc Test) harus dilakukan.
  • Karena hasil uji Anova menunjukan adanya perbedaan yang bermakna, maka uji selanjutnya adalah melihat kelompok mana saja yang berbeda. 
  • Untuk menentukan uji lanjut mana yang digunakan, maka kembali kita lihat tabel Test of Homogeneity of Variances, bila hasil tes menunjukan varian sama, maka uji lanjut yang digunakan adalah uji Bonferroni. Namun bilai hasil tes menunjukan varian tidak sama, maka uji lanjut yang digunakan adalah uji Games-Howell.
  • Dari Test of Homogeneity menghasilkan bahwa varian ketiga kelompok tersebut sama, maka uji lanjut (Post Hoc Test) yang digunakan adalah Uji Bonferroni.
  • Dari tabel Post Hoc Test di atas memperlihatkan bahwa  kelompok yang menunjukan adanya perbedaan rata-rata pendapatan (ditandai dengan tanda bintang "*") adalah Kelompok "Tani" dan "Lainnya".
Pelajari juga cara melakukan uji One Way Anova dengan menggunakan software MS Excel dengan membaca artikel "One Way Anova dalam Excel" dan "Hitung Manual One Way Anova dengan Excel".

Demikian Ulasang Singkat Tutorial Uji One Way Anova dalam SPSS. Kami anjurkan anda juga membaca artikel yang berkaitan erat dengan uji ini, yaitu Uji MANOVA.

DOWNLOAD
Bagi Anda yang ingin mendownload file SPSS uji One Way Anova ini, silahkan download di link berikut:




54 comments :

  1. maaf mau tanya, memang benar uji anova harus menggunakan data interval/rasio saja? bagaimana kalau datanya ordinal? apakah data tersebut harus diubah menjadi data rasio?
    atau jika datanya ordinal saya harus menggunakan uji lain? kira2 uji apa ya yang sama seperti anova tapi datanya ordinal....
    makasih sebelumnya
    saya berharap banget komentar ini dibalas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji anova mewajibkan skala data variabel dependen adalah interval/rasio.
      Kalau ordinal maka cukup gunakan uji kruskall wallis

      Delete
    2. terima kasih atas jawabannya ya pak..
      amat sangat membantu :D

      Delete
  2. Replies
    1. Mungkin yang ada maksud "Confidence Interval"?

      Delete
  3. saya ingin melakukan uji efek size setelah melihat hsl uji anove one way, bagaimana ya. mhn petunjuknya. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunakan Uji Efek Size Untuk Analisis Variansi. Email saya untuk mendapatkan materinya

      Delete
  4. uji bonferroni itu apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji Post Hoc atau disebut juga uji lanjut, fungsi uji post hoc adalah untuk menentukan kategori mana dalam variabel independen yang mempunyai perbedaan terhadap variabel dependen

      Delete
  5. Pak, saya ingin bertanya lebih lanjut. Syarat dilakukannya uji post hoc adalah variannya sama. Jika variannya tidak sama, maka kenapa perbedaannya masih dilihat melalui uji Games Howel?

    Boleh tolong dicantumkan buku referensi yang menyatakan kalau varian tidak sama maka memakai uji lanjut Games Howell?
    Terimakasih Pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak dilanjutkan ke tahap uji Post Hoc bila uji F menyatakan bahwa Ho diterima atau yang berarti tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jadi bukan karena varian tidak sama. Syarat Anova salah satunya adalah antar kelompok harus mempunyai varians yang sama, tetapi apabila tidak sama, hasil pengujian tetap bisa digunakan, asalkan dikoreksi dengan Uji Welch F atau Brown Forsythe.

      Delete
  6. semoga Tuhan Memberkati ... webnya sangat membantu....

    ReplyDelete
  7. mau nanya, judul penelitian saya "hubungan antara gaya belajar ( visual, audiotorial, kinestetik) dengan prestasi belajar. untuk uji yang digunakan pake uji apa ya yang cocok?, untuk variabel gaya belajar menggunakan skala data nominal, dan prestasi belajar skala datanya ordinal. mohon bantuannya... saya sangat bingung @-) ;-( ;-( ;-( ;(( terima kasih atas perhatian.. mohon dijawab ya..

    ReplyDelete
  8. Saya ingin bertanya, saya kurang paham dengan one way anova, dari dosen saya bilang kalu F hitung < F tabel maka tidak usah uji lanjutan duncan, tetapi pada tukey terlihat ada signifikan yang datanya ada tanda bintang. tapi pada post hoc saya menggunakan bonfferoni dan tukey, tapi tidak klik gomes howel..datanya mirip dengan contoh diatas, tapi mengapa hanya bonfferoni yang digunakan, mengapa tukey tidak..dan mengapa dengan gomess howel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau uji F tidak signifikan maka tidak perlu uji post hoc. Pada SPSS otomatis uji post hoc akan muncul meski uji F tidak signifikan. Pilihan uji post hoc tidak harus menggunakan bonferroni, bisa menggunakan tukey atau yang lainnya. Jika varians antar kelompok tidak homogen, maka salah satu pilihan uji post hoc adalah games howell, berdasarkan anjuran dari pakar statistik.

      Delete
  9. soalan kajian saya adalah. apakah terdapat perbedaan tahap kompetensi berdasarkan jantina, tahap akademik, dan lokasi? adakah bisa saya menggunakan kaedah mann whitney U atau one way ANOVA? untuk pengetahuan pak Anwar, saya juga telah menjalankan ujian Normalitas. dosen saya bilang, kalau data normal, maka gunakan ANova satu hala. tapa gimana kalo skala yang saya gunakan adalah menggunakan skala linket. sedangkan untuk ujian Anova, data harus ordinal?... bingung banget pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anova hanya untuk skala interval atau rasio. Untuk skala likert bila 1 variabel terdiri dari lebih dari 1 item soal, maka termasuk skala interval. Jadi dapat digunakan untuk uji anova bia memenuhi syarat normalitas.

      Delete
  10. assalamualaikum.. pa mau tanya pada saat bgmn dilakukan uji lanjut LSD?? terus bisa memunculkan notasi (a b) caranya gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilanjutkan ke tahap uji post hoc LSD apabila uji F menunjukkan bahwa variabel independen memberikan pengaruh secara simultan pada variabel dependen dengan ditunjukkan nilai P value (sig) uji F < 0,05 dan varians antar kelompok sama atau homogen. Jika tidak homogen gunakan uji post hoc yang lain, misal Games-Howell. Agar muncul notasi (a dan b), pastikan klik tombol options dan centang observed power.

      Delete
  11. pak ini novita, mohon maaf mau tanya pada uji oneway anova, jika saya mendapat normalitasnya normal namun tidak homogen apakah sya tetap bisa menggunakan uji oneway anova atau beralih pada kruskall wallis? karena data saya saat ditransformasi tidak bisa muncul hasil transformasinya. terima kasih sebelumnya, saya berharap komentar saya dibalas.,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apabila tidak homogen pada one way anova, maka boleh dilanjutkan tetapi menggunakan koreksi pada uji F dengan metode dari welch F atau Brown Forsythe.

      Delete
  12. apa perbedaan LSD dengan Bonferroni? lalu pada saat bagaimana kita memakai LSD atau memakai Bonferroni pak? mohon bantuannya pak. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berbeda metode atau rumus dalam menentukan dimanakah terdapat perbedaan pada antar kategori. Fungsinya sama yaitu untuk uji lanjut atau post hoc apabila varians antar kelompok sama atau homogen. Anda bisa pilih salah satunya.

      Delete
  13. Assalamualaikum, maaf sebelumnya saya mau tanya, penelitian saya kan tentang jenis dan jumlah burung yang diperdagangkan padi tiga lokasi, kira-kira dalam menentukan perbedaan rataan jumlah burung yang diperdagangkan pada tiga lokasi tersebut bisa tidak menggunakan one way anova khususnya dengan uji games howel dan benferoni.thanks before.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau variabl terikat jumlahnya ada 1, bnar dengan One Way Anova. Kalau variabel terikat ada lebih dari 1, maka menggunakan Multivariat One Way Anova

      Delete
  14. maaf sblmnya, saya mau nanya mengenai uji welch yang ad spss,,itu digunakan untuk ap? dan biasanya menggunkan skala data ap? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji Welch fungsinya untuk koreksi uji F pada analisis Anova apabila asumsi homogenitas tidak terpenuhi

      Delete
  15. saya sudah mencoba tutorialnya tapi hasil spssnya muncul error, padahal jelas-jelas itu analisis varians, mohon jawab apa yang salah yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada error pasti ada pesan yang menunjukkan letak permasalahan

      Delete
  16. Assalamu'alaikum,,, pak kalo ingin mencari perbedaan antar gaya belajar (visual-auditori, visual-kinestetik, auditori-kinestetik) terhadap hasil belajar, pake uji post hoc model apa yg sesuai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau homogen gunakan bonferroni, tukey, sidak, duncan, dll. Kalau heterogen gunakan games howell.

      Delete
  17. Pagi pak.
    mau tanya
    jika data homigenitas sya tidak terpenuhi
    maka untuk menentukan ada perbedaan atau tidak untuk 2 klompok
    Menggunakan uji apa ?
    Apakah uji kruskal wallis bisa digunakan untk 2 kelomopk ?
    Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunakan uji Eta atau mann whitney, tetapi uji kruskall wallis juga masih bisa digunakan

      Delete
  18. mas saya mau uji manova leven tes itu gimana carany y mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada Option di uji Anova (general linear model) anda centang opsi Homogeinity Test

      Delete
  19. pak misal dalam kasus saya,jumlah buruh atau tani tidak sama, bisakah kita melanjutkan analisa menggunakan anova?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa asalkan asumsi terpenuhi terutama Analisis Ragam atau homogenitas.

      Delete
  20. kalo cuman 2 kelompok misal buruh dan tani saja apa bisa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja, tetapi lebih efisien anda menggunakan uji Independen T Test.

      Delete
    2. Pak sya mau tnya ap bedanya uji anova one way dgn two way, trus LSD, tukey utk apa y pak trims.

      Delete
    3. One Way Anova: 1 variabel bebas fixed factor. Two Way Anova: 2 variabel bebas fixed factor. LSD, tukey, dll adalah uji post hoc atau uji lanjut untuk mengetahui antara kategori/kelompok mana yang beda. Misal Fixed Factor anda ada 3 kategori (A, B, C), maka uji post hoc untuk menilai perbedaan antara A dan B, B dan C serta A dan C.

      Delete
  21. pak saya mau tanya, kalo uji kruskal walis bisa uji lanjut duncan tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji lanjut setelah Kruskall Wallis adalah uji Mann Whitney. Baca artikel saya tentang Mann Whitney U Test dan Artikel tentang Kruskall Wallis

      Delete
  22. kalo variabel bebasnya perbandingan massa bunga dengan adsorben yakni 1:1, 1:2, 1:3 dan 1:4 kemudian variabel terikatnya rendemen dan mutu itu pake uji anova yang mana pa?

    ReplyDelete
  23. Assalamualaikum. pa anwar, saya punya data penelitian mengenai parameter 1, 2, 3, ..., 14. masing2 parameter diberi perlakuan A,B,C, dan D dan diamati dalam 4 waktu hari ke-0, ke-7, ke-14, dan ke-30 dan setiap perlakuan ada 5 ulangan. saya sudah membaca artikel tentang one way anova dan two way anova tapi masih belum paham. saya hanya ingin melihat apakah ada perbedaan nyata misalnya pada parameter 1 yang diberi perlakuan A terhadap perlakuan B, C, dan D dan perlakuan A terhadap perbedaan waktu H0, H7, H14, dan H30. bagaimana cara yang bisa saya lakukan? terima kasih pak..
    wassalamualaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin yang anda inginkan adalah Repeated Measure Anova

      Delete
  24. assalamualaikum pa anwar
    pa, jika data penelitian saya jumlah sampel tiap populasi tidak sama, dan datanya berdistribusi normal tetapi heterogen apakah bisa menggunakan anova?
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bisa tetapi menggunakan koreksi dari brown forsythe atau welch F

      Delete
  25. maaf saya mau tanya bagaimana cara membaca tabel dari uji Games Howell? apakah nilai tersebut menunjukkan perbedaan rata-rata saja atau sekaligus menunjukkan bahwa diantara beberapa varians ada yang lebih dominan? mohon bantuannya. terimakasih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gamess Howell adalah uji post hoc atau uji lanjut, jadi fungsinya untuk mengukur perbedaan Mean Variabel Dependen antar kelompok atau kategori dalam variabel independen.

      Delete
  26. pak, mohon ma'af, jikA ingin mengetahui pengaruh variabel terikat setelah di beri perlakuan, apa cocok dgn one way anova, ada dua grup, grup eksperimen dan grup control, keduax di beri prates dan pasca tes tetapi beda perlakuan,. bgaimna cara analisis datax, trimakasihhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada 2 pilihan:
      1. Independen T Test: Yang diuji adalah selisih atau peningkatan nilai dari pre ke post test.
      2. Ancova: Variabel terikat adalah post test, Variabel bebas ada 2 dg skala data yang berbeda (1. Grup: Eksperimen dan Kontrol sebagai Fixed Factor karena skala nominal. 2. Pre Test sebagai covariate karena skala data interval).

      Tetapi kiranya pilihan yang pertama adalah pilihan yang terbaik sesuai dengan tujuan atau hipotesa anda.

      Delete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Analisis SPSS