Uji F dan Uji T

102
2429
Uji F dan Uji T
Uji F dan Uji T

Uji F dan Uji T

Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova, yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik/signifikan atau tidak baik/non signifikan. Dalam artikel ini dijelaskan tentang Uji F dan Uji T dalam penelitian.

Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi/peramalan, sebaliknya jika non/tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan.

Uji F dan Uji T
Uji F dan Uji T

 

Cara Melakukan Uji F

Uji F dapat dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan Tabel F: F Tabel dalam Excel, jika F hitung > dari F tabel, (Ho di tolak Ha diterima) maka model signifikan atau bisa dilihat dalam kolom signifikansi pada Anova (Olahan dengan SPSS, Gunakan Uji Regresi dengan Metode Enter/Full Model). Model signifikan selama kolom signifikansi (%) < Alpha (kesiapan berbuat salah tipe 1, yang menentukan peneliti sendiri, ilmu sosial biasanya paling besar alpha 10%, atau 5% atau 1%). Dan sebaliknya jika F hitung < F tabel, maka model tidak signifikan, hal ini juga ditandai nilai kolom signifikansi (%) akan lebih besar dari alpha.

Uji T

Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung, proses uji t identik dengan Uji F (lihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model/Enter). Atau bisa diganti dengan Uji metode Stepwise.

Seperti kita telah pelajari pada berbagai artikel dalam website statistikian, bahwa ada banyak sekali yang membahas tentang Uji F dan Uji T. Pertanyaannya, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Uji F dan Uji T tersebut? Di atas kita telah pelajari sebagian dari yang dimaksud untuk menjawab pertanyaan ini. Namun perlu statistikian jelaskan lagi bahwa sebenarnya Uji F dan Uji T itu tidak hanya sebatas dari apa yang telah dibahas di atas, dimana di atas membahas tentang Uji F dan Uji T dalam konteks analisis regresi linear. Namun dalam konteks yang lain, bisa jadi ada dalam berbagai jenis analisis, misalnya Uji ANOVA, ANCOVA, MANOVA juga terdapat nilai F. Dan pada uji beda 2 sampel berpasangan, yaitu paired t test dan uji beda 2 sampel bebas, yaitu independen t test, juga ada nilai T.

Perbedaan Uji F dan Uji T

Jadi kesimpulannya: bahwa uji F adalah uji yang mengukur besarnya perbedaan variance antara kedua atau beberapa kelompok. Sedangkan Uji T adalah uji yang mengukur perbedaan dua atau beberapa Mean antar kelompok.

Dalam uji F dikenal istilah F Hitung dan Tabel F: F Tabel dalam Excel seperti yang telah dibahas di atas. F Hitung adalah nilai F hasil perhitungan analisis, yang kemudian nilainya akan dibandingkan dengan F Tabel pada Numerator dan Denumerator tertentu. Numerator disebut juga dengan Degree of Freedom 1, sedangkan Denumerator adalah Degree of Freedom 2. Misalnya pada Regresi Linear, Nilai Denumerator adalah jumlah sampel dikurangi jumlah variabel bebas dikurangi 1. Sedangkan nilai Numerator adalah jumlah variabel bebas. Untuk lebih jelasnya, silahkan pelajari tentang Tabel F: F Tabel dalam Excel.

Sama halnya dengan F Hitung, T Tabel juga digunakan untuk mengukur tingkat signifikansi sebuah analisis. Namun bedanya, T Tabel tidak mengenal istilah Numerator dan Denumerator, yang ada hanyalah nilai T pada Degree Of Freedom tertentu. Misalnya pada Uji Paired T Test, Degree of Freedom sebesar jumlah observasi pada kedua kelompok. Sedangkan pada Independen T Test, degree of freedom adalah sebesar jumlah sampel.

Untuk mempelajari tentang bagaimana melakukan uji F dan uji t parsial, baca artikel kami yang berjudul:

Analisis Regresi Korelasi“, “Analisis Regresi dalam Excel” dan “Regresi Linear Sederhana dengan SPSS“.

Apabila anda kesulitan, bisa menggunakan jasa kami untuk bantuan olah dan analisa data.

By Anwar Hidayat

102 KOMENTAR

  1. Kalau F Hitung sudah ada, tetapi untuk untuk f tabel tidak ada. Sebagai perantara anda bisa langsung lihat p valuenya (significance F). Untuk menghitung f tabel dengan excel gunakan fungsi =F.INV(probability, Df1, DF2), misal =F.INV(0.05,1,55). Untuk lebih lengkapnya baca artikel kami: Tabel F: F Tabel dalam Excel
    Trims.

    • Pak maaf mau bertanya, kalau tabel T yang signifikan hanya 1 dari beberapa variabel itu gimana? Boleh atau tidak? mohon infonya pak Terima kasih

  2. mau tanya pak…kalo uji stepwise pake spss 16 gimana ya caranya??
    saya sudah baca beberapa referensi tp tetap tidak mengerti…soalnya nilai r2 saya kecil dan katanya uji itu bisa menaikkan nilai r2…
    saya sangat berterima kasih jika bapak bisa mengajari saya bagaimana caranya

  3. pagi pak Anwar, saya mau tanya, skripsi saya menggunakan eksperimen one group design, pada metode analisis data, awalnya saya cuma menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis, kemudian dosbing saya menyuruh saya menambahkan uji-f, namun setelah saya cari referensi ternyata uji-f digunakan untuk uji homogenitas dua kelompok, sedangkan saya satu kelompok (one group design), yang saya tanyakan misalkan uji-f bisa diterapkan pada skripsi saya itu seperti apa ya pak? dan rumus yang saya gunakan itu gimana ya pak? mohon pencerahannya pak Anwar, terima kasih.

  4. Maaf mau tanya pak, untuk menguji pengaruh x1 dan x2 terhadap y apakah selalu menggunakan dua-duanya yaitu uji t dan uji f? Dalam keadaan seperti apa suatu penelitian hanya dilakukan uji t saja atau uji f saja?

  5. mlm pak,
    lagi proses kerja skripsi nih pak. ada pertanyaan, bagaimana bila dalam uji t ternyata tidak signifikan? langkah apa yang sebaiknya diambil?
    terimakasih banyak sebelumnya pak 🙂

  6. Uji t untuk mengetahui pengaruh 1 variabel independen terhadap 1 variabel dependen di dalam sebuah model persamaan. Sedangkan uji F untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel independen secara serentak/simultan terhadap 1 variabel dependen

  7. malam pak saya mau tanya jika saya hanya meneliti satu variabel x terhadap variabel y apakah perlu menggunakan uji F atau tidak dan baiknya bagaimana terimakasih

  8. Uji F untuk mengetahui apakah sekumpulan variabel bebas berpengaruh secara simultan pada variabel terikat, sedangkan uji t (t parsial) menilai pengaruh 1 variabel bebas terhadap variabel terikat dengan memperhatikan variabel bebas lainnya dalam model.

  9. Arti negatif pada uji t adalah pengaruhnya negatif. Misal var X1 t negatif, maka setiap kenaikan 1 satuan var X1, akan menyebabkan penurunan variabel terikat atay Y.

  10. Dear Pak Anwar Hidayat,

    Selamat Siang Pak,
    , saya ingin tanya , saya minta pendapat pak, pada uji t yang saya lakukan pada kolom t nya -1.343 ( hasil uji t terlampir ) , kalau di interprestasikan itu artinya apa ya pak sedangkan untuk variabel yang lain itu semua positif hanya variabel ini saja yang t nya negatif.

    Atas semua jawaban yang bpk berikan, saya ucapkan banyak terima kasih.

    Hormat saya ,

    Sugi

  11. Maaf pak saya mau tanya,
    Saya sedang menyusun skripsi dengan 3 variabel, pengaruh x1 terhadap x2 dan dampaknya pada y. Data yg saya ambil merupakan data sensus. Apakah saya masih harus menggunakan uji t dalam teknik analisis data nya?

    Terimakasih bantuannya

  12. Hasil uji F dengan H1 diterima artinya sekelompok variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

    Hasil uji F dengan H0 diterima artinya sekelompok variabel bebas secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

  13. saya sedang menyusun penelitian, maaf mw brtanya. kalau ingin mengetahui apakah model yang saya gunakan itu Ho nya model non linier dan H1 nya model linier, kira2 uji untuk mengetahui model tsb pake apa ya?? trimakasih

  14. Jika hanya mengukur hubungan atau korelasi antara 2 variabel, maka gunakanlah uji korelasi untuk mendapatkan koefisien korelasi dan p valuenya. Tentunya banyak sekali jenis uji korelasi tergantung pada Skala Data, Sumber Data (Jika Ordinal), Bentuk tabel kontingensi (Jika ordinal buatan atau nominal), TIES (Jika ordinal buatan) dan Asumsi.

  15. Tidak masalah, tetapi jika anda mengharapkan model yang terbaik, maka sebaiknya keluarkan variabel dengan p value uji t parsial yang tidak signifikan dari model prediksi.

  16. Artinya secara parsial masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, tetapi secara simultan/bersamaan semua variabel bebas malah tidak berpengaruh terhadap variabel terikat

  17. Mas mau nanya; kalau judulnya : hubungan x1,x2,x3,x4 dan Y, apakah kita pakek uji t atu uji F????mohon penjelasannya, saya sdg belajar menggunakan metode kuantitatif….jd saya masih bingung…

  18. t tabel df 81 = 0,2185 dan t tabel pada df 101 = 0,1956. Atau anda buka artikel saya tentang R Tabel dengan Excel. Di sana anda bisa belajar membuat r tabel dan t tabel dengan excel berapapun df dan probabilitasnya

  19. tolong bantu saya cara menentukan uji kelakuan f dan t? berikan contoh pengolahan mas
    ni email saya mas,,[email protected]

  20. maaf pak saya mau tanya,. uji f dan uji t saya berpengaruh signifikan,. tapi grafik saya jelek pak,. apakah grafik berpengaruh pak.

  21. Assalamualaykum wr. wb.

    Begini pak, nama saya muhammad adi baskoro teknik informatika UNIB saya sedang mengerjakan skripsi tentang “Rancang Bangun Animasi 3 Dimensi Media Pembelajaran Berbantuan Komputer pada Operasi Dasar Aritmatika Bilangan Pecahan Biasa untuk Kelas IV SD”.

    Nah begini , dosbing saya meminta saya untuk menggunakan Uji F untuk membandingkan , apakah ada pengaruh tingkat keberhasilan belajar siswa dalam penerapan media yang saya buat dalam proses belajar dan mengajar.

    samplenya ada 2 kelas, kelas A dan kelas B masing2 kelas ada 35 orang siswa,
    kelas A diuji tanpa menggunakan media pembelajaran (belajar seperti biasa)

    dan kelas B belajar menggunakan media pembelajaran yang saya buat

    nah pertanyaannya adalah bagaimanakah cara penerapan uji F pada kasus skripsi saya, rumus2nya serta variabel yang akan digunakan.

    jujur saya tidak tahu dan masih sangat bingung dengan uji F

  22. mas, saya mau tanya. data yg saya dapat 1 variabel dlm bentuk presentase sedangkan 2 variabel lainnya dlm bentuk angka desimal? apakah harus disamakan semua dlm bentuk persentase atau dibiarkan saja? apakah hasilnya beda nantinya? trims

  23. maaf mau nanya, kalau pake uji F apa harus menggunakan uji asumsi klasik? apa alasannya? apabila saya hanya menggunakan uji asumsi klasik : uji normalitas, uji linier, uji heteroskedastisitas, tidak apa2? apa perlu semua jenis uji asumsi klasik saya kerjakan?

    1 pertanyaan lagi , apabila di tanya, mengapa memakai uji F tidak memakai uji T ? apa itu pilihan peneliti dalam penelitiannya?

    mohon jawabannya, terima kasih

  24. Mas, jika judulnya sprti ini "Pengaruh Latihan Mental (X) terhadap Kualitas Psikologis (Y1) dan Keterampilan Servis (Y2)… Apakah tetap menggunakan ujit t & uji F ???
    Hipotesisnya:
    1. apakah ada pengaruh yang signifikan latihan mental (X) terhadap Kualitas Psikologis (Y1) ?
    2. apakah ada pengaruh yang signifikan latihan mental (X) terhadap Keterampilan Servis (Y2) ?
    3. apakah ada perbedaan pengaruh latihan mental (X) trhadap Kualitas Psikologis (Y1) dan Keterampilan Servis (Y2) ?

  25. benar nilai t pada tabel koefisien hasil uji regresi linear adalah uji t parsial. Uji t parsial beda dengan uji independen t test atau t paired seperti jika anda melakukannya dengan cara diluar uji regresi linear. Karena jenis ujinya beda maka hasilnya juga beda.

  26. Kalau dengan desain true experimental, harusnya anda mempunyai 2 kelompok yaitu kontrol dan perlakuan, di mana tiap kelompok dilakukan perhitungan 2 kali. Maka data yang diperlukan adalah data hasil belajar pada masing-masing kelompok pada 2 kali pengukuran.

  27. Mas Anwar, Nama sy Azman Sholihin. Dalam penelitian true experimental saya, sy ingin mengukur pengaruh/efektifitas penggunaan sebuah media pd hasil belajar siswa. Data2 apa saja yg perlu saya kumpulkan? Rumus2 apa saja yg saya perlukan untuk dapat menarik kesimpulan atas hipotesis saya. TQ

  28. mau tanya pak, pada tabel regresi linier berganda kan terdapat hasil uji t, apakah dapat dijadikan sebagai acuan untuk uji t/parsial?
    sy sudah melakukan uji t u/setiap masing2 variabel hasilnya signifikan, tetapi ketika sy melakukan uji regresi linier berganda, hasil uji t yg terdapat di tabel regresi linier berganda hasilnya berbeda dgn hasil uji t jika sy lakukan secara parsial.. mohon pencerahannya pak, apakah hasil uji t pd regresi linier berganda hrs sama ktk dlakukan scr parsial / tdk. klo sy menggunakan uji t pd regresi liner berganda, hasil uji t sy malah menjadi tdk signifikan.terima kasih

  29. Selamat siang, saya sedang membuat skripsi…yang mau saya tanyakan UJI F saya hasilnya tidak signifikan (F hitung > F tabel) dan untuk UJI T nya keempat variabel yang saya uji semuanya > 0,05, apakah UJi F harus selalu signifikan?mohon bantuannya, terima kasih

  30. pak numpang nanya nih, saya sementara sedang bimbingan skripsi tentang efektivitas strategi pembelajaran. Desain penelitian saya mengunakan quasi eksperimen dengan dua kelompok. Ada kelompok kontrol dan perlakuan yang masing-masing mendapatkan pretest dan posttest. Hipotesisnya : strategi yang saya gunakan efektif terhadap hsl bljr siswa. Tadinya untuk menjawab hipotesis itu sy pke uji t tp dosbing sy malah suruh ganti. saya di suruh cari rumus perbandingan variansi (mirip uji homogenitas) dimana kriterianya itu jika hasilnya lebih dari satu. baru dikatakan efektif. saya sdh cari tp gk ketemu2. Pertanyaan saya , uji hipotesis apa yg harus saya pake untuk mengetahui efektivitas dan apakah memang ada kriteria seperti itu untuk menentukan efektifnya tidaknya hasil suatu penelitian?

  31. aslamualikum,,
    pak saya mau tanya, kemaren saya melakukan penelitian dgn jdul " uji perbandingan pakan pellet dan cumi-cumi"

    yg digunakan adlah uji T, tutorialnya gmna ya .. mksih

    reply

  32. 1. Jika 1 subjek diukur 2 kali (sebelum dan sesudah) maka lebih tepat menggunakan uji paired t test.
    2. Jika 2 kelompok subjek dinilai perbedaan motivasinya (yang satu kelompok dengan metode penemuan terbimbing dan yang 1 kelompok lainnya menggunakan metode berbeda) maka yang tepat uji independen t test.
    3. Tepat menggunakan pearson jika kedua kelompok berskala data interval/rasio dan berdistribusi normal.

  33. assalaamualaikum pak mau tanya :
    memakai uji apkah rumusan masalah ku berikut, mohon bntuanx pak :
    1. apakah ada pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa? (benar tidak ini pakai uji t satu sampel?)
    2. apakah ada pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap motivasi belajar siswa? (benar tidak ini pakai uji t satu sampel?)
    3. 3) Apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan pemahaman matematika dan motivasi belajar siswa ? (benar tidak pakai uji korelasi product momen)?
    makasih sebelumnya yaa pak atas bntuanx,,,,

  34. bagaimana untuk emncari probabilitas pada masing2 t nya pak ? saya udah cari2 referensi tapi gak ada,,

    saya menggunakan uji beda paired sample test, tapi kan disitu tidak bisa dilihat signifikansinya pada masing2 t ,,

  35. assalamualaikum pak saya mau nanya:
    saya menggunakan uji t independent, lalu hasilnya sudah saya dapatkan tapi dosen saya meminta taraf kekuatan pengaruh, misalnya pengaruhnya lemah hasilnya berapa dan hasil pengaruh yang kuat brapa? tolong di balas secepatnya ya pak, makasih atas bantuannya…

  36. sore pak,,
    saya ingin sedikit bertanya,,
    untuk menguji perbedaan kemampuan mengajar guru sertifikasi dengan guru belum sertifikasi terhadap hasil belajar siswa sebaiknya digunakan rumus apa ya pak,,?
    uji t atau uji F..?
    terimakasih

  37. 1. Apakah uji F perlu dilakukan pak dalam menganalisa 2 variabel saja (pengaruh Variabel X1 terhadap Y) ??
    2. Saya memperoleh hasil R square 0,905 yang artinya pengaruh variasi yang terjadi pada variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X sebesar 90,5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. apakah hasil yang saya peroleh itu aman pak untuk di presentasikan dalam sidang ? Terimakasih

  38. pak mau tanya jika saya pakai uji independent sample t test kemudian t hitungnya negatif apakah tidak terdapat perbedaan, jika ternyata terdapat perbedaan, bagaimana cara lihatnya pak, kira2 sumber buku apa yang mendukung, trimakasih

  39. Jika nilai Mean difference bukan 0 itu sudah berarti ada perbedaan. Namun apakah perbedaan itu bermakna secara statistik atau tidak, maka lihat nilai signifikansi. Nilai t negatif artinya Mean kelompok pertama lebih rendah dari Mean kelompok kedua. Selengkapnya baca artikel saya tentang Independen T Test.

  40. assalammualaikum pak,,saya ingin bertanya..
    jadi penelitian saya menggunakan analisis anova, nah setelah sidang saya diminta untuk menambahkan uji hipotesis,,saya tidak mengerti maksudnya pak..saya membaca bahwa uji hipotesis dapat menggunkan uji t atau uji f, bukannya kedua uji tersebut termasuk uji regresi?jadi saya harus menggunakan uji hipotesis spt ap?mohon bantuannya untuk dijawab..terimakasih

  41. pak mau tanya kalau data nya menggunakan data populasi bukan sampel apakah bisa menggunakan Uji t berpasangan jika ingin melihat perbandingan antara 2 perlakuan yang berbeda? terimakasih

  42. pak saya ingin menanyakan, saya menguji data saya denga oneway anova, padahal syaratnya sebaran data harus normal, setelah saya uji normalitas, ternyata hasil tidak normal, berarti kan saya harus menTRANSFORM data saya, tetapi saya bingung TRANSFORM yang bagaimana yang harus saya gunakan, dan bagaimana caranya? dan jika saya sudah mendapatkan hasil yang normal, maka apa saya masih perlu melakukan uji non parametrik? mohon bantuannya, terimakasih pak

  43. maaf mau nnya untuk regresi linier sederhana, kita pakai uji T sm uji F ya? atau salah satunya saja? mhn pjlsnnya, trma ksh

  44. Uji r pearson adalah uji korelasi. Dengan uji tersebut anda akan mendapatkan nilai r hitung yang kemudian dibandingkan dengan r tabel untuk menjawab hipotesis inferensial. Sedangkan nilai t yang anda maksud, itu bergerak linear dengan nilai r karena nilai t hitung berdasarkan nilai r hitung, begitu pula r tabel yang bergerak linear dengan t tabel karena nilai t tabel berdasarkan r tabel. Jika menggunakan t hitung maka dibandingkan r tabel. Kesimpulannya jika r hitung > r tabel, maka dipastikan t hitung > t tabel. Jadi kalau sudah melakukan penghitungan r pearson maka sudah tidak diperlukan perhitungan t hitung.

  45. Excluded itu artinya dikeluarkan dari model karena t parsialnya lebih dari 0,1, hal itu terjadi karena anda melakukan pengujian dengan metode stepwise. Coba ganti dengan metode enter.

  46. siang pak. maaf saya mau bertanya sedikit ,.
    sy mlakukan pnilitian korelasi product moment. nah di metode sy sy mmakai rumus uji r (korelasi product mment) stelah uji r sy pakai uji t. sy ikuti metode tu dr penelitian terdahulu.. terus dosen sy bertanya. "kenapa anda memakai uji t lg ? kan sudah ada uji r, memang apa bedanya uji r dengan uji t ?" jadi sy mau bertanya pak, apa bedanya uji r dengan uji t di penelitian korelasi product moment . ?
    mohon bantuannya ya pak..
    trm ksh sbelumnya.

  47. aslm.. pak saya mau melakukan path analysis, sy punya 3 variabel, x=variabel bebas, y=variabel intervening, z= variabel terikat. stelah sy melakukan uji simultan kontribusi variabel x dan y terhadap z, ada muncul tabel excluded yakni variabel x. maksud dari tabel excluded it apa pak? trims sebelumnya

  48. Uji Post Hoc gunanya adalah untuk mengetahui dimana sebenarnya letak perbedaan. Contoh Uji Post Hoc sebagai berikut: Kita akan menguji apakah ada perbedaan nilai ujian IPS antara kelas 1A, 1B dan 1C. Maka kita gunakan uji ANOVA, hasilnya ternyata memang ada perbedaan diantara ketiganya. Namun kita belum tahu, dimana letak perbedaannya, apakah antara kelas 1A dan 1B, atau 1A dan 1C, ataukah antara kelas 1B dan 1C. Oleh karena itu perlu dilakukan uji post hoc atau uji lanjut. Saya sudah bahas banyak mengenai hal tersebut. Silahkan baca artikel saya tentang ANOVA

  49. Selamat pagi, saya mau bertanya untuk uji R square. Jadi begini, ada yang bilang kalo pada penelitian ilmu sosial nilai R square tidak boleh lebih dari 30% ? Apa itu benar ? Lalu pengaruhnya apa jika R square lebih dari 30%, atau bahkan sampai 50% ? Mohon bantuannya, terimakasih.

    • Tidak benar, sebab jika R Square rendah, kemungkinan besar nilai uji f tidak signifikan. Jika hal tersebut terjadi, maka model regresi anda tidak valid karena uji simultan menerima H0.

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......