Analisis SPSS
Wednesday, January 23, 2013

Uji F dan Uji T

Uji F dan Uji T

Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji Model/Uji Anova, yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik/signifikan atau tidak baik/non signifikan.

Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi/peramalan, sebaliknya jika non/tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan.

Uji F dan Uji T
Uji F dan Uji T

Uji F dapat dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel, jika F hitung > dari F tabel, (Ho di tolak Ha diterima) maka model signifikan atau bisa dilihat dalam kolom signifikansi pada Anova (Olahan dengan SPSS, Gunakan Uji Regresi dengan Metode Enter/Full Model). Model signifikan selama kolom signifikansi (%) < Alpha (kesiapan berbuat salah tipe 1, yang menentukan peneliti sendiri, ilmu sosial biasanya paling besar alpha 10%, atau 5% atau 1%). Dan sebaliknya jika F hitung < F tabel, maka model tidak signifikan, hal ini juga ditandai nilai kolom signifikansi (%) akan lebih besar dari alpha.

Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya. Uji ini dapat dilakukan dengan mambandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung, proses uji t identik dengan Uji F (lihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model/Enter). Atau bisa diganti dengan Uji metode Stepwise.

Untuk mempelajari tentang bagaimana melakukan uji F dan uji t parsial, baca artikel kami yang berjudul:




83 comments :

  1. Siang Pak,
    Sedikit bertanya....
    Ketika kita menggunakan data analisys bawaan excel apakah bisa langsung didapat F hitung sekaligus F tabel?
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau F Hitung sudah ada, tetapi untuk untuk f tabel tidak ada. Sebagai perantara anda bisa langsung lihat p valuenya (significance F). Untuk menghitung f tabel dengan excel gunakan fungsi =F.INV(probability, Df1, DF2), misal =F.INV(0.05,1,55). Untuk lebih lengkapnya baca artikel kami: http://statistikian.blogspot.com/2012/07/f-tabel-dalam-excel.html
      Trims.

      Delete
    2. Yang saya sebutkan di atas jika menggunakan uji regresi linear. Sedangkan jika menggunakan uji ANOVA, maka f tabel otomatis ada, ditunjukkan dengan "F Crit"

      Delete
  2. mau tanya pak...kalo uji stepwise pake spss 16 gimana ya caranya??
    saya sudah baca beberapa referensi tp tetap tidak mengerti...soalnya nilai r2 saya kecil dan katanya uji itu bisa menaikkan nilai r2...
    saya sangat berterima kasih jika bapak bisa mengajari saya bagaimana caranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada method, anda ganti ENTER menjadi STEPWISE

      Delete
    2. trus saya baca hasilnya gimana ya pak?
      apa yg di tabel exclude variabels itu variabel yg tdk signifikan?

      Delete
  3. tolong dibantu rumus uji f dan uji t,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti saya posting artikel khusus tentang rumus uji f dan uji t

      Delete
  4. pagi pak Anwar, saya mau tanya, skripsi saya menggunakan eksperimen one group design, pada metode analisis data, awalnya saya cuma menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis, kemudian dosbing saya menyuruh saya menambahkan uji-f, namun setelah saya cari referensi ternyata uji-f digunakan untuk uji homogenitas dua kelompok, sedangkan saya satu kelompok (one group design), yang saya tanyakan misalkan uji-f bisa diterapkan pada skripsi saya itu seperti apa ya pak? dan rumus yang saya gunakan itu gimana ya pak? mohon pencerahannya pak Anwar, terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus dibedakan antara uji Fisher F untuk uji homogenitas dengan Uji F untuk uji ANOVA. Silahkan anda cari rumus uji F untuk uji ANOVA.

      Delete
  5. Maaf mau tanya pak, untuk menguji pengaruh x1 dan x2 terhadap y apakah selalu menggunakan dua-duanya yaitu uji t dan uji f? Dalam keadaan seperti apa suatu penelitian hanya dilakukan uji t saja atau uji f saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji t untuk mengetahui pengaruh 1 variabel independen terhadap 1 variabel dependen di dalam sebuah model persamaan. Sedangkan uji F untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel independen secara serentak/simultan terhadap 1 variabel dependen

      Delete
  6. mlm pak,
    lagi proses kerja skripsi nih pak. ada pertanyaan, bagaimana bila dalam uji t ternyata tidak signifikan? langkah apa yang sebaiknya diambil?
    terimakasih banyak sebelumnya pak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika yang anda maksud adalah uji t parsial, maka keluarkan variabel tersebut dari model, cari persamaan yang terbaik dengan R Square terbaik

      Delete
  7. malam pak saya mau tanya jika saya hanya meneliti satu variabel x terhadap variabel y apakah perlu menggunakan uji F atau tidak dan baiknya bagaimana terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda mencantumkan sebelumnya dalam metode, maka perlu anda jawab uji F nya. Tetapi sebenarnya jika hanya ada satu variabel, nilai Uji F dan Uji T sama.

      Delete
  8. Gan mau tanya. Kalau semisal dalam penilitan ada 2 variabel, caranya mengetahui sebaiknya diuji pakai uji F atau uji T gimana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji F untuk mengetahui apakah sekumpulan variabel bebas berpengaruh secara simultan pada variabel terikat, sedangkan uji t (t parsial) menilai pengaruh 1 variabel bebas terhadap variabel terikat dengan memperhatikan variabel bebas lainnya dalam model.

      Delete
  9. Dear Pak Anwar Hidayat,

    Selamat Siang Pak,
    , saya ingin tanya , saya minta pendapat pak, pada uji t yang saya lakukan pada kolom t nya -1.343 ( hasil uji t terlampir ) , kalau di interprestasikan itu artinya apa ya pak sedangkan untuk variabel yang lain itu semua positif hanya variabel ini saja yang t nya negatif.

    Atas semua jawaban yang bpk berikan, saya ucapkan banyak terima kasih.


    Hormat saya ,


    Sugi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arti negatif pada uji t adalah pengaruhnya negatif. Misal var X1 t negatif, maka setiap kenaikan 1 satuan var X1, akan menyebabkan penurunan variabel terikat atay Y.

      Delete
  10. Maaf pak saya mau tanya,
    Saya sedang menyusun skripsi dengan 3 variabel, pengaruh x1 terhadap x2 dan dampaknya pada y. Data yg saya ambil merupakan data sensus. Apakah saya masih harus menggunakan uji t dalam teknik analisis data nya?

    Terimakasih bantuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau hipotesa anda mengisyaratkan perlu dijawab dengan uji T, maka ada wajib melakukannya

      Delete
  11. saya sedang menyusun penelitian, maaf mw brtanya. kalau ingin mengetahui apakah model yang saya gunakan itu Ho nya model non linier dan H1 nya model linier, kira2 uji untuk mengetahui model tsb pake apa ya?? trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasil uji F dengan H1 diterima artinya sekelompok variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

      Hasil uji F dengan H0 diterima artinya sekelompok variabel bebas secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

      Delete
  12. pak saya mau tanya jika bwt mengukur hubungan antara 2 variabel bebas pake uji apa ya pak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika hanya mengukur hubungan atau korelasi antara 2 variabel, maka gunakanlah uji korelasi untuk mendapatkan koefisien korelasi dan p valuenya. Tentunya banyak sekali jenis uji korelasi tergantung pada Skala Data, Sumber Data (Jika Ordinal), Bentuk tabel kontingensi (Jika ordinal buatan atau nominal), TIES (Jika ordinal buatan) dan Asumsi.

      Delete
    2. Untuk itu, kami anjurkan anda menelusuri berbagai artikel dalam blog kami tentang uji korelasi.

      Delete
  13. pak mau tanya, saya uji t nya hasilnya tidak signifikan. tetapi uji f nya signifikan. bagamaina menurut bapak? terima kasih. mohon balasannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak masalah, tetapi jika anda mengharapkan model yang terbaik, maka sebaiknya keluarkan variabel dengan p value uji t parsial yang tidak signifikan dari model prediksi.

      Delete
  14. pak mau tanya, saya uji t nya hasilnya signifikan. tetapi uji f nya tdk signifikan. bagamaina menurut bapak? terima kasih. mohon balasannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artinya secara parsial masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, tetapi secara simultan/bersamaan semua variabel bebas malah tidak berpengaruh terhadap variabel terikat

      Delete
  15. Mas mau nanya; kalau judulnya : hubungan x1,x2,x3,x4 dan Y, apakah kita pakek uji t atu uji F????mohon penjelasannya, saya sdg belajar menggunakan metode kuantitatif....jd saya masih bingung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. keduanya dipakai. Uji t untuk menilai pengaruh parsial sedangkan uji f untuk menilai pengaruh simultan.

      Delete
  16. jika df 101 dan df 81 dengan taraf signifikan 0,50, brp nilai t tabelnya mas..??

    ReplyDelete
    Replies
    1. t tabel df 81 = 0,2185 dan t tabel pada df 101 = 0,1956. Atau anda buka artikel saya tentang R Tabel dengan Excel. Di sana anda bisa belajar membuat r tabel dan t tabel dengan excel berapapun df dan probabilitasnya

      Delete
  17. tolong bantu saya cara menentukan uji kelakuan f dan t? berikan contoh pengolahan mas
    ni email saya mas,,tomi.agusti@ymail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda bisa menggunakan jasa bantuan olah dan analisa data kami

      Delete
  18. maaf pak saya mau tanya,. uji f dan uji t saya berpengaruh signifikan,. tapi grafik saya jelek pak,. apakah grafik berpengaruh pak.

    ReplyDelete
  19. Assalamualaykum wr. wb.

    Begini pak, nama saya muhammad adi baskoro teknik informatika UNIB saya sedang mengerjakan skripsi tentang “Rancang Bangun Animasi 3 Dimensi Media Pembelajaran Berbantuan Komputer pada Operasi Dasar Aritmatika Bilangan Pecahan Biasa untuk Kelas IV SD”.

    Nah begini , dosbing saya meminta saya untuk menggunakan Uji F untuk membandingkan , apakah ada pengaruh tingkat keberhasilan belajar siswa dalam penerapan media yang saya buat dalam proses belajar dan mengajar.

    samplenya ada 2 kelas, kelas A dan kelas B masing2 kelas ada 35 orang siswa,
    kelas A diuji tanpa menggunakan media pembelajaran (belajar seperti biasa)

    dan kelas B belajar menggunakan media pembelajaran yang saya buat

    nah pertanyaannya adalah bagaimanakah cara penerapan uji F pada kasus skripsi saya, rumus2nya serta variabel yang akan digunakan.

    jujur saya tidak tahu dan masih sangat bingung dengan uji F

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji f yang dimaksud adalah uji f anova karena menguji perbedaan pengaruh 2 perlakuan. Maka pelajari artikel saya tentang uji anova.

      Delete
  20. mas, saya mau tanya. data yg saya dapat 1 variabel dlm bentuk presentase sedangkan 2 variabel lainnya dlm bentuk angka desimal? apakah harus disamakan semua dlm bentuk persentase atau dibiarkan saja? apakah hasilnya beda nantinya? trims

    ReplyDelete
  21. maaf mau nanya, kalau pake uji F apa harus menggunakan uji asumsi klasik? apa alasannya? apabila saya hanya menggunakan uji asumsi klasik : uji normalitas, uji linier, uji heteroskedastisitas, tidak apa2? apa perlu semua jenis uji asumsi klasik saya kerjakan?

    1 pertanyaan lagi , apabila di tanya, mengapa memakai uji F tidak memakai uji T ? apa itu pilihan peneliti dalam penelitiannya?

    mohon jawabannya, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji F yang anda maksud mungkin uji F pada regresi linear berganda. Silahkan baca artikel saya tentang Regresi Linear berganda.

      Delete
  22. terima kasih atas informasinya.
    sangat membantu menjawab uts saya.
    :D.

    ReplyDelete
  23. Mas, jika judulnya sprti ini "Pengaruh Latihan Mental (X) terhadap Kualitas Psikologis (Y1) dan Keterampilan Servis (Y2)... Apakah tetap menggunakan ujit t & uji F ???
    Hipotesisnya:
    1. apakah ada pengaruh yang signifikan latihan mental (X) terhadap Kualitas Psikologis (Y1) ?
    2. apakah ada pengaruh yang signifikan latihan mental (X) terhadap Keterampilan Servis (Y2) ?
    3. apakah ada perbedaan pengaruh latihan mental (X) trhadap Kualitas Psikologis (Y1) dan Keterampilan Servis (Y2) ?

    ReplyDelete
  24. Selamat siang, saya sedang membuat skripsi...yang mau saya tanyakan UJI F saya hasilnya tidak signifikan (F hitung > F tabel) dan untuk UJI T nya keempat variabel yang saya uji semuanya > 0,05, apakah UJi F harus selalu signifikan?mohon bantuannya, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak harus. Jika uji F Tidak signifikan maka anda menolak H1

      Delete
  25. mau tanya pak, pada tabel regresi linier berganda kan terdapat hasil uji t, apakah dapat dijadikan sebagai acuan untuk uji t/parsial?
    sy sudah melakukan uji t u/setiap masing2 variabel hasilnya signifikan, tetapi ketika sy melakukan uji regresi linier berganda, hasil uji t yg terdapat di tabel regresi linier berganda hasilnya berbeda dgn hasil uji t jika sy lakukan secara parsial.. mohon pencerahannya pak, apakah hasil uji t pd regresi linier berganda hrs sama ktk dlakukan scr parsial / tdk. klo sy menggunakan uji t pd regresi liner berganda, hasil uji t sy malah menjadi tdk signifikan.terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar nilai t pada tabel koefisien hasil uji regresi linear adalah uji t parsial. Uji t parsial beda dengan uji independen t test atau t paired seperti jika anda melakukannya dengan cara diluar uji regresi linear. Karena jenis ujinya beda maka hasilnya juga beda.

      Delete
  26. Mas Anwar, Nama sy Azman Sholihin. Dalam penelitian true experimental saya, sy ingin mengukur pengaruh/efektifitas penggunaan sebuah media pd hasil belajar siswa. Data2 apa saja yg perlu saya kumpulkan? Rumus2 apa saja yg saya perlukan untuk dapat menarik kesimpulan atas hipotesis saya. TQ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Data hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Gunakan uji Anova.

      Delete
    2. Kalau dengan desain true experimental, harusnya anda mempunyai 2 kelompok yaitu kontrol dan perlakuan, di mana tiap kelompok dilakukan perhitungan 2 kali. Maka data yang diperlukan adalah data hasil belajar pada masing-masing kelompok pada 2 kali pengukuran.

      Delete
  27. pak numpang nanya nih, saya sementara sedang bimbingan skripsi tentang efektivitas strategi pembelajaran. Desain penelitian saya mengunakan quasi eksperimen dengan dua kelompok. Ada kelompok kontrol dan perlakuan yang masing-masing mendapatkan pretest dan posttest. Hipotesisnya : strategi yang saya gunakan efektif terhadap hsl bljr siswa. Tadinya untuk menjawab hipotesis itu sy pke uji t tp dosbing sy malah suruh ganti. saya di suruh cari rumus perbandingan variansi (mirip uji homogenitas) dimana kriterianya itu jika hasilnya lebih dari satu. baru dikatakan efektif. saya sdh cari tp gk ketemu2. Pertanyaan saya , uji hipotesis apa yg harus saya pake untuk mengetahui efektivitas dan apakah memang ada kriteria seperti itu untuk menentukan efektifnya tidaknya hasil suatu penelitian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk menjawab pertanyaan anda, silahkan pelajari di: One Way Anova dalam SPSS.

      Delete
  28. aslamualikum,,
    pak saya mau tanya, kemaren saya melakukan penelitian dgn jdul " uji perbandingan pakan pellet dan cumi-cumi"

    yg digunakan adlah uji T, tutorialnya gmna ya .. mksih

    reply

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin yang anda maksud adalah uji independen t test, yaitu uji t untuk membandingkan perbedaan rata-rata dua kelompok bebas. Silahkan baca artikel saya tentang: Independen t test dengan SPSS.

      Delete
  29. assalaamualaikum pak mau tanya :
    memakai uji apkah rumusan masalah ku berikut, mohon bntuanx pak :
    1. apakah ada pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa? (benar tidak ini pakai uji t satu sampel?)
    2. apakah ada pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap motivasi belajar siswa? (benar tidak ini pakai uji t satu sampel?)
    3. 3) Apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan pemahaman matematika dan motivasi belajar siswa ? (benar tidak pakai uji korelasi product momen)?
    makasih sebelumnya yaa pak atas bntuanx,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Jika 1 subjek diukur 2 kali (sebelum dan sesudah) maka lebih tepat menggunakan uji paired t test.
      2. Jika 2 kelompok subjek dinilai perbedaan motivasinya (yang satu kelompok dengan metode penemuan terbimbing dan yang 1 kelompok lainnya menggunakan metode berbeda) maka yang tepat uji independen t test.
      3. Tepat menggunakan pearson jika kedua kelompok berskala data interval/rasio dan berdistribusi normal.

      Delete
  30. saya mau tanya..rumus uji t apa yg digunakan jika terdapat 2 koefisen determinasi dalam skripsi..?

    ReplyDelete
  31. bagaimana untuk emncari probabilitas pada masing2 t nya pak ? saya udah cari2 referensi tapi gak ada,,

    saya menggunakan uji beda paired sample test, tapi kan disitu tidak bisa dilihat signifikansinya pada masing2 t ,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji t dalam artikel di sini adalah uji t parsial, bukan uji t paired

      Delete
  32. sore pak,,
    saya ingin sedikit bertanya,,
    untuk menguji perbedaan kemampuan mengajar guru sertifikasi dengan guru belum sertifikasi terhadap hasil belajar siswa sebaiknya digunakan rumus apa ya pak,,?
    uji t atau uji F..?
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau hanya ada 2 kelompok, cukup gunakan uji independen t test

      Delete
  33. assalammualaikum pak,,saya ingin bertanya..
    jadi penelitian saya menggunakan analisis anova, nah setelah sidang saya diminta untuk menambahkan uji hipotesis,,saya tidak mengerti maksudnya pak..saya membaca bahwa uji hipotesis dapat menggunkan uji t atau uji f, bukannya kedua uji tersebut termasuk uji regresi?jadi saya harus menggunakan uji hipotesis spt ap?mohon bantuannya untuk dijawab..terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji F ada dalam uji Regresi maupun uji Anova. Ditanyakan kembali kepada dosen anda, uji hipotesis yang bagaimana? sebab uji Anova sendiri juga menjawab hipotesa.

      Delete
  34. Mlm pak, mau tnya apa perbedaan dan persamaan antara uji t dan uji f? Tlg di bls . trmksh sblmny

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar-benar berbeda, kesamaannya hanya pada indikator penilaiannya, yaitu nilai mean

      Delete
    2. namun uji f lebih fokus ke nilai variance

      Delete
  35. assalamualaikum pak saya mau nanya:
    saya menggunakan uji t independent, lalu hasilnya sudah saya dapatkan tapi dosen saya meminta taraf kekuatan pengaruh, misalnya pengaruhnya lemah hasilnya berapa dan hasil pengaruh yang kuat brapa? tolong di balas secepatnya ya pak, makasih atas bantuannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji Independen T Test adalah uji beda 2 MEAN, jadi tidak tepat untuk uji pengaruh. harusnya anda gunakan uji regresi

      Delete
  36. pak mau tanya jika saya pakai uji independent sample t test kemudian t hitungnya negatif apakah tidak terdapat perbedaan, jika ternyata terdapat perbedaan, bagaimana cara lihatnya pak, kira2 sumber buku apa yang mendukung, trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika nilai Mean difference bukan 0 itu sudah berarti ada perbedaan. Namun apakah perbedaan itu bermakna secara statistik atau tidak, maka lihat nilai signifikansi. Nilai t negatif artinya Mean kelompok pertama lebih rendah dari Mean kelompok kedua. Selengkapnya baca artikel saya tentang Independen T Test.

      Delete
  37. 1. Apakah uji F perlu dilakukan pak dalam menganalisa 2 variabel saja (pengaruh Variabel X1 terhadap Y) ??
    2. Saya memperoleh hasil R square 0,905 yang artinya pengaruh variasi yang terjadi pada variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X sebesar 90,5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. apakah hasil yang saya peroleh itu aman pak untuk di presentasikan dalam sidang ? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Ya
      2. Kalau anda mengerjakan berdasarkan data penelitian anda secara riil, ya pastinya aman-aman saja, yang penting anda kuasai konsep pada pembahasannya.

      Delete
  38. pak mau tanya kalau data nya menggunakan data populasi bukan sampel apakah bisa menggunakan Uji t berpasangan jika ingin melihat perbandingan antara 2 perlakuan yang berbeda? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama sampel yang digunakan berpasangan, maka bisa

      Delete
  39. maaf mau nnya untuk regresi linier sederhana, kita pakai uji T sm uji F ya? atau salah satunya saja? mhn pjlsnnya, trma ksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kedua-duanya, uji F adalah uji signifikansi simultan, sedangkan uji t adalah uji signifikansi parsial

      Delete
  40. pak saya ingin menanyakan, saya menguji data saya denga oneway anova, padahal syaratnya sebaran data harus normal, setelah saya uji normalitas, ternyata hasil tidak normal, berarti kan saya harus menTRANSFORM data saya, tetapi saya bingung TRANSFORM yang bagaimana yang harus saya gunakan, dan bagaimana caranya? dan jika saya sudah mendapatkan hasil yang normal, maka apa saya masih perlu melakukan uji non parametrik? mohon bantuannya, terimakasih pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau uji Anova sebaiknya tidak ditransformasi, cukup atasi outlier kalau ada, kalau kemudian tetap tidak normal, maka ganti uji non parametris

      Delete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Analisis SPSS