Dalam artikel kali ini, kita akan membahas 2 uji normalitas yang sangat sering dipakai oleh peneliti selain uji kolmogorov smirnov. Uji kolmogorov smirnov, yaitu: Shapiro Wilk dan Lilliefors. Kolmogorov smirnov memanglah uji yang paling populer, tapi sebenarnya uji tersebut mempunyai sedikit kelemahan, yaitu reliable atau handal pada pengujian dengan sampel besar > 200. Bagaimana cara melakukan uji tersebut dengan SPSS? Kita bisa menggunakan fungsi EXPLORE.

Normalitas pada SPSS

Kita telah mempelajari berbagai jenis uji normalitas pada artikel-artikel sebelumnya, antara lain:
Uji Normalitas (Chi-Square Goodness of Fit Test Normalitas)
Rumus Kolmogorov
Rumus Shapiro Wilk
Rumus Lilliefors
Kolmogorov Smirnov dalam SPSS
Kolmogorov dalam Excel
Lilliefors dalam Excel

Beberapa artikel di atas kiranya telah cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan penelitian anda, tapi tidak ada salahnya jika kita lebih dalam mempelajari tentang berbagai uji normalitas, termasuk uji normalitas dalam beberapa aplikasi atau software statistik, seperti SPSS, Stata dan Minitab.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas 2 uji normalitas yang sangat sering dipakai oleh peneliti selain uji kolmogorov smirnov. Uji kolmogorov smirnov memanglah uji yang paling populer, tapi sebenarnya uji tersebut mempunyai sedikit kelemahan, yaitu reliable atau handal pada pengujian dengan sampel besar > 200.

Bagaimana jika sampel kurang dari itu? dalam SPSS kita bisa menggunakan Shapiro Wilk dan Lilliefors (Adaptasi Kolmogorov Smirnov).

Bagaimana cara melakukan uji tersebut dengan SPSS? Kita bisa menggunakan fungsi EXPLORE.

Baiklah, mari kita mulai tutorial tentang Uji Normalitas Pada SPSS:

Kita akan melakukan pengujian pada 1 variabel dengan 100 sampel.

Untuk mempermudah tutorial, silahkan anda download file kerja SPSS tutorial ini: 
Setelah data terisi pada variabel, pada Menu, Klik Analyze, Descriptive Statistics, Explore.


Masukkan variabel ke dalam dependen list (Catatan: Apabila dalam variabel anda terdapat 2 kelompok, misal kelompok A dan B, anda dapat melakukan uji normalitas pada masing-masing kelompok dengan cara memasukkan variabel yang menjadi Grouping (A dan B atau 1 dan 2) ke kotak Factor List.



Pada Display centang Both.

Klik tombol Plots, Centang Stem-and-Leaf, Histogram, Normality Plots With Tests.


Klik Continue

Klik OK

Lihat Output
Untuk mempermudah anda, download file output tutorial ini:
Output Normalitas


Interprestasi Output Uji Normalitas SPSS




Shapiro Wilk
Lihat nilai Sig. pada kolom Shapiro-Wilk. Pada contoh di atas nilainya 0,710 lebih dari 0,05, maka data berdistribusi Normal.

Lilliefors
Lihat nilai Sig. pada kolom Kolmogorov-Smirnova. Pada contoh di atas nilainya 0,200 lebih dari 0,05, maka data berdistribusi Normal.

Untuk memperkuat kesimpulan di atas, di bawah ini kita bisa menggunakan beberapa diagram.

Histogram


Contoh di atas, membentuk kurve normal dan sebagian besar bar/batang berada di bawah kurve, maka variabel berdistribusi normal.

Normal QQ Plots


Contoh di atas, plot-plot mengikuti garis fit line, maka variabel berdistribusi normal.

Detrend QQ Plots


Contoh di atas, plot-plot tersebar merata di atas dan di bawah garis horizontal, serta garis horizontal tepat berada ditengah diagram, maka variabel berdistribusi normal.

Stem-Leaf



Contoh di atas, angka-angka membentuk kurve normal miring ke arah kanan, maka variabel berdistribusi normal.

Box-Plot


Contoh di atas, box berada ditengah dengan kedua kaki yang sama panjang, garis horizontal berada ditengah box dan tidak terdapat plot-plot di atas atau di bawah box, maka variabel berdistribusi normal.

Untuk contoh diagram yang menunjukkan distribusi tidak normal, lihat di bawah ini:







Artikel Selanjutnya: Normalitas Pada Minitab.

Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

46 comments:

  1. terima kasih atas bahan pembelajaran yg bagus ini. selanjutnya mau nanya kalo angka SIG itu ngitung manualnya pake rumus apa, kalo t nya oke, maka sig-nya juga memperkuat oke. makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk p value shapiro wilk pada probabilitas 0,05:

      p value =0,9-(0,9-0,5)*(swt2 – W)/( swt2 – swt1)

      Di mana 0,9 adalah probabilitas 0,9
      0,5 adalah probabilitas 0,5
      W adalah nilai Wilk Hitung
      Swt1 adalah wilk p value table pada n dan probabilitas 0,5
      Swt1 adalah wilk p value table pada n dan probabilitas 0,9

      Delete
  2. Mas, kalo nilai sig saya .0000 itu gmana ya? saya mencoba melakukan uji normalitas pada harga saham harian selama lima tahun terakhir. terima kasih, mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak masalah, artinya tidak berdistribusi normal, karena < 0,05

      Delete
  3. Mas, mau tanya apa bedanya uji normalitas yang menggunakan tahap analyze-->deskriptif statistic --> explore --> dan ada pilihan plotnya dengan uji non parametrik --> legacy dialog --> Uji K-S mohon dijelaskan mas. karena saya udah tes kedua cara tersbut hasilnya berbeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. dengan explore artinya uji normalitas yang digunakan adalah uji lilliefors dan shapiro wilk serta berbagai grafik untuk deteksi normalitas dan outlier, yaitu antara lain: histogram, normall QQ, Detrend QQ, Stem-Leaf dan Box-Plot. Sedangkan Uji K-S adalah uji normalitas dengan menggunakan uji one sample kolmogorov smirnov.

      Delete
  4. mas, saya punya 2 variabel dependen, yaitu nilai tes kemampuan berpikir kritis dan nilai tes kemampuan berargumen. cara menghitung normalitas datanya apakah dihitung masing2 data nilainya sehingga menghasilkan 2 kesimpulan normalitas atau bagaimana?
    mohon bantuannya. terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji normalitas diberlakukan secara tidak sama pada tiap uji hipotesa. Misal untuk uji regresi, normalitas pada residual. Untuk uji independen t test, normalitas pada tiap kelompok.

      Delete
  5. pak mau tanya, pnelitian sya stelah uji normalitas ternyata datanya tidak normal dengan nilai sign pada kolmogorov smirnov 0,000. dan stelah sya melakukan uji wilcoxon nilai z -7,168 dgn sign 0,000. apa artinya nilai -7,168 tu??trimaksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca artikel saya tentang Wilcoxon Rank Sum Test

      Delete
  6. Pak saya mau tanya, kalo hubungan praktik diet dengan kejadian proteinuria pd pasien dm, nah kan itu vari kategorik tdk berpasangan. Saya pake uji chi square, nah trus utk praktik dietnya saya mau bikin skoring, baik dan buruk itu uji normalitas dulu ga? Caranya gmn ya?Makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau data kategorik maka tidak perlu ada uji normalitas

      Delete
  7. pak, kalau penelitian deskriptif kan 1 variabel, itu perlu uji normalitas atau tidak? saya meneliti ttg iklim organisasi. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji Normalitas adalah uji asumsi atau syarat pengujian parametris, jadi apabila hanya uji deskriptive saja maka kiranya tidak perlu.

      Delete
  8. Permisi, mas saya mau tanya apakah suatu penelitian dengan 15 stasiun satu kali ulangan (2 variabel) bisa diuji menggunakan statistik (atu uji yang lain). Atau cukup dibahas secara deskriptif komparative saja?
    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemilihan uji statistik tergantung pada bentuk hipotesa, skala data dan lain-lain. Pelajari lebih lanjut di: Jenis Data dan Pemilihan Uji Statistik

      Delete
  9. Pak,,nilai Sig. pada kolom Shapiro-Wilk lebih besar dari 0,05, tp nilai Sig. pada kolom Kolmogorov-Smirnova 0,00. Datanya normal tidak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung pada jumlah sampel dan perkuat dugaan anda dengan berbagai grafik normalitas. pelajari di: Shapiro Wilk dan di: Normalitas Pada Regresi Linear Berganda.

      Delete
  10. mas, saya mau tanya
    kalau sampel kita ada 40, untuk uji normalitas nya pakai Uji Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro Wilk ? ? ?
    mhon bantuannya
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kurang dari 50 maka sebaiknya gunakan uji Shapiro Wilk.

      Delete
  11. pak mau tanya, uji normalitas untuk data nonparametrik menggunakan apa ya? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji Non Parametrik itu malah tidak membutuhkan uji normalitas. Harap anda pahami tentang beda dari uji parametris dan non parametris serta alasan mengapa digunakan uji non parametris, di mana salah satu sebabnya adalah karena tidak memenuhi asumsi normalitas.

      Delete
  12. pak, kalau uji normalitas nya tidak normal maka tidak bisa dilakukan uji t-dependen ya? mohon bantuannya pak, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul, anda punya alternatif uji non parametris yaitu Mann Whitney U Test. Sailahkan baca artikel kami tentang uji tersebut.

      Delete
    2. Pak, kalo setelah diketahui data tidak normal kemudian dilakukan transformasi data, apa bisa dilanjutkan dengan uji parametris? Terima kasih

      Delete
  13. pak, kalau data saya normal tapi tidak homogen atau sebaliknya, uji apakah yang seharusnya saya gunakan? mohon bantuannya, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syarat homogen biasanya untuk uji independen t test atau anova, kalau independen t test gunakan uji independen t test unequal variance atau yang disebut uji eta. isa juga menggunakan uji Welch T Test. Kalau Anova menggunakan brown forsythe atau welch f

      Delete
  14. pak, untuk uji normalitas tp data saya hanya 18 siswa, saya harus pakai uji apa?
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau jumlah sampel kurang dari 50, sebaiknya menggunakan uji shapiro wilk atau shapiro francia

      Delete
  15. pak...sya ada dua variabel dependent. tiapa variabel ada dua jenis data yaitu pretes dan postes. apakah masing-masing harus dihiitung normalitasnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apabila uji yang anda gunakan adalah uji t berpasangan atau t pared, maka uji normalitasnya adalah pada selisihnya, yaitu variabel baru di mana nilainya adalah perbedaan antara nilai posttest dan pretest.

      Delete
  16. maksud dari variable baru itu apa pak? trus ada rumus untuk mencari nya kah?
    mohon bantuannya

    ReplyDelete
  17. pak bagaimana jika nilai normalitas yang saya dapatkan normal namun homogenitasnya tidak sama? apakah saya bisa lanjutkan ke anova atau tidak, dan metode apa yang harus saya kerjakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau asumsi normalitas terpenuhi pada uji anova, namun homogenitas tidak terpenuhi, maka anova tetap dilakukan namun dikoreksi dengan uji brown forsythe atau welch's f.

      Delete
  18. Pak saya mau menguji normalitas pada kelas eksperimwn dan kontrol. Apakh ketika di uji normalitasnya kedua kelas ini diuji satu2 atau digabung ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung analisisnya, jika independen t test: ya diuji masing-masing. Jika uji anova bisa cukup yang diuji normalitas adalah residualnya. Tetapi idealnya jika hanya ada 2 kelompok, maka menggunakan uji independen t test dari pada uji anova.

      Delete
    2. Oo terima kasih banyak pa.. tapi nanya lagi..cara menguji normalitasnya apakah sama dengan cara di atas. Soalnya saya menggunakan pretest dan postest masih bingung pa..๐Ÿ˜“๐Ÿ˜Š

      Delete
    3. Kalau uji yang membandingkan antara pretest dan posttest mungkin lebih tepat menggunakan uji paired t test. Maka untuk referensi uji normalitasnya silahkan baca artikel statistikian yaitu: Paired T Test dengan SPSS. Jika dalam analisis anda melibatkan kelas kontrol dan eksperimen serta ada 2 pengulangan, yaitu pretest dan posttest, maka perlu anda pertimbangkan untuk menggunakan analisis lain yang mungkin lebih sesuai, yaitu reppeated measure anova.

      Delete
  19. Terima kasih sebelumnya pa.
    Tapi mau nanya lagi. Jika di uji normalitasnya apakah cara pengujian sama seperti tutoarial diatas. Karena punya saya data nya ada nilai pretest dan posttest pada masing2 kelas eksperimen dan kontrol?

    ReplyDelete
  20. mas mau tanya, kalau semisalnya datanya berjumlah 34, lebih baik pake metode apa ya dalam pengujian uji normalitasnya? kolmogorov atau ryan joinner

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika yang tersedia hanya aplikasi SPSS, sebaiknya menggunakan uji lilliefors atau shapiro wilk, namun jika anda memiliki aplikasi STATA, anda bisa menggunakan uji Ryan Joiner

      Delete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini