saatnya anda juga mempelajari Wilcoxon tabel. Tabel ini digunakan sebagai pembanding untuk uji Wilcoxon Rank Sum Test. Perlu anda ketahui bahwa ada 2 jenis tabel wilcoxon, yaitu: Tabel Wilcoxon Untuk Uji Wilcoxon Rank Sum Test, Tabel Wilcoxon Untuk Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Apabila nilai W Hitung < W Tabel, maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna atau signifikan antara 2 kelompok yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Sebagai contoh, misal di dapat nilai n1=12 dan n2=12. Nilai W hitung adalah 119,5.



Tabel Wilcoxon

Apabila sebelumnya anda telah mempelajari Mann Whitney Tabel, maka saatnya anda juga mempelajari Wilcoxon tabel. Tabel ini digunakan sebagai pembanding untuk uji Wilcoxon Rank Sum Test. Perlu anda ketahui bahwa ada 2 jenis tabel wilcoxon, yaitu:
  1. Tabel Wilcoxon Untuk Uji Wilcoxon Rank Sum Test.
  2. Tabel Wilcoxon Untuk Uji Wilcoxon Signed Rank Test.

Perbedaan kedua uji di atas adalah terletak pada sumber data, di mana Uji Wilcoxon Rank Sum Test digunakan untuk menguji perbedaan antara 2 kelompok bebas atau independen, sedangkan Uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk menguji perbedaan antara 2 kelompok berpasangan atau related. Jadi jika dianalogikan dengan uji parametris, Uji Wilcoxon Rank Sum Test identik dengan uji Independen T Test, sedangkan Uji Wilcoxon Signed Rank Test identik dengan uji T Paired.


Wilcoxon tabel
Wilcoxon Tabel


Kemudian apakah ada perbedaan antara tabel Wilcoxon dalam bahasan ini dengan tabel Mann Whitney? Jawabannya adalah "Ya". Perbedaannya adalah: jika Tabel Mann Whitney digunakan untuk pembanding nilai "U" pada uji Mann Whitney U Test, sedangkan tabel pada bahasan ini digunakan untuk pembanding nilai "W" pada uji Wilcoxon Rank Sum Test. Walaupun kedua uji tersebut identik, tetapi ada perbedaan metode perhitungannya. Dan salah satu perbedaan yang mencolok adalah jumlah sampel maksimal, di mana pada Tabel Mann Whitney hanya sampai 20 sampel sedangkan pada tabel ini sampai 25 sampel.

Bagaimana jika sampel lebih dari 25? Anda harus menggunakan nilai Z score yang lebih jelasnya telah kami bahas pada artikel: Wilcoxon Rank Sum Test.

Anda dapat mendownload tabel Wilcoxon DISINI atau lihat di bawah ini:




Cara Membaca Wilcoxon Tabel

Setelah anda lihat tabel di atas, maka cara mengambil keputusan hipotesis dengan menggunakan tabel ini adalah:
  1. Tentukan nilai n1 dan n2 (pelajari Wilcoxon Rank Sum Test)
  2. Tentukan nilai probabilitas, misal 0,05.
  3. Cari nilai Wilcoxon tabel (W Tabel) pada n1 dan n2 serta pada tingkat probabilitas tertentu, misal 0,05.
  4. Bandingkan nilai W hitung.
  5. Apabila nilai W Hitung < W Tabel, maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna atau signifikan antara 2 kelompok yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak.

Sebagai contoh, misal di dapat nilai n1=12 dan n2=12. Nilai W hitung adalah 119,5. Dan Tingkat probabilitas yang diinginkan 0,05 dengan pengujian 2 pihak (2 tail) maka W Tabel adalah 115. Oleh karena W Hitung (119,5) > W Tabel (115), maka disimpulkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara 2 kelompok atau yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak.

Kesimpulan dari bahasan ini adalah: uji wilcoxon menggunakan nilai wilcoxon tabel sebagai nilai perbandingan untuk menentukan apakah nilai w hitung bermakna secara statistik atau tidak dalam menjawab hipotesis uji beda. Cara menyimpulkan atau cara membaca wilcoxon tabel adalah jika nilai w hitung kurang dari w tabel maka hasil penelitian menerima hipotesis kerja atau h1 yang berarti ada perbedaan bemakna secara signifikan antara dua kelompok.

Demikianlah cara mudah menggunakan Wilcoxon Tabel. Semoga bermanfaat.

Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini