kita belajar cara melakukan uji tersebut dengan menggunakan aplikasi STATA. Sebelumnya anda download file kerja STATA pada artikel STATA kali ini DI SINI. Buka aplikasi STATA anda kemudian pada menu klik File, Open, pilih kerja yang anda download tadi dan klik Open. Oleh karena kesimpulan Hipotesis menerima H1 maka diteruskan dengan Uji Post Hoc atau Uji Lanjut. Seperti yang dibahas sebelumnya, Post Hoc setelah Kruskall Wallis bisa dilakukan dengan Uji Mann Whitney U Test.



Kruskall Wallis dengan STATA

Setelah kita mempelajari Uji Kruskall Wallis dengan menggunakan aplikasi SPSS, maka saatnya kita belajar cara melakukan uji tersebut dengan menggunakan aplikasi STATA. Sama halnya dengan SPSS, menggunakan STATA juga cukup mudah.

Agar anda mengerti pembahasan pada materi ini, sebaiknya anda baca artikel kami yang membahas tentang Kruskall Wallis H.

Sebelumnya anda download file kerja STATA pada artikel STATA kali ini DI SINI. File kerja yang digunakan disini isinya sama dengan file kerja SPSS pada artikel sebelumnya, yaitu pada .

Buka aplikasi STATA anda kemudian pada menu klik File, Open, pilih file kerja yang anda download tadi dan klik Open. Buka data tersebut dan lihat Data Editor dengan cara pada Menu klik Data, Data editor, Data Editor (Edit). Maka akan terbuka jendela sebagai berikut di bawah ini.


Dataset Kruskall Wallis STATA
Dataset Kruskall Wallis STATA

Perhatikan di atas, bahwasanya ada 2 variabel, yaitu Perlakuan sebagai variabel bebas yang memiliki 3 kategori dan Nilai sebagai variabel terikat. Tentunya perlakuan merupakan data dengan skala nominal atau disebut dengan data kategorik atau kualitatif. Sedangkan Nilai merupakan data dengan skala interval atau disebut juga dengan data numerik atau kuantitatif.

Untuk menentukan nantinya apakah uji ini dapat digunakan untuk mengukur perbedaan Mean dan Median atau hanya Mean saja, maka kita harus membuat perbandingan bentuk sebaran data dengan cara membuat histogram variabel Nilai berdasarkan Perlakuan. Caranya pada menu, klik Graphics, Histogram. Setelah muncul jendela baru, masukkan variabel Nilai ke dalam kotak Variable pada Tab Main. Dan jangan lupa centang Number of Bins dan tentukan nilainya, misal 10. Angka 10 disini terserah anda, sebab tujuan histogram di sini hanya untuk mengetahui adakah perbedaan bentuk sebaran data atau tidak.


Kruskall Wallis STATA Main Tab
Kruskall Wallis STATA Main Tab

Klik Tab density Plot, kemudian centang Add normal-density plot.


Kruskall Wallis STATA Density Plot
Kruskall Wallis STATA Density Plot

Klik Tab By, kemudian centang Draw subgraphs for unique values of variables. Kemudian masukkan variabel perlakuan ke kotak Variable. Selanjutnya klik OK.


Kruskall Wallis STATA Tab By
Kruskall Wallis STATA Tab By

Perhatikan 3 histogram yang muncul di bawah ini. jelas terlihat bahwa bentuk sebaran data tidak sama, maka uji Kruskall Wallis nantinya hanya dapat digunakan untuk mengukur perbedaan Mean saja.


Histogram Kruskall Wallis STATA
Histogram Kruskall Wallis STATA

Pada menu, klik Statistics, Nonparametric analysis, Test of Hypotheses, Kruskall Wallis Rank Test. Masukkan Nilai ke kotak Outcome variable dan Perlakuan ke kotak Variabel defining groups selanjutnya klik OK dan lihat output!


Output Kruskall Wallis STATA
Output Kruskall Wallis STATA

Lihat pada output di atas, pada kolom pertama menunjukkan masing-masing kelompok yaitu kelompok perlakuan 1, 2 dan 3. Pada klom kedua adalah jumlah observasi di dalamnya, yaitu masing-masing kelompok perlakuan ada 10 observasi/sampel. Dan pada kolom ketiga atau kolom Rank Sum adalah kolom jumlah peringkat rata-rata tiap kelompok. Di mana kelompok perlakuan 3 lebih tinggi nilainya dari pada kelompok 2 sedangkan kelompok 2 lebih tinggi dari kelompok 1.

Nilai Chi-Squared sebesar 7,777 dengan DF 2 maka nilai p value uji Kruskall Wallis adalah sebesar 0,0206 di mana kurang dari batas kritis 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Perlakuan memberikan perbedaan Mean yang bermakna pada Nilai ujian atau yang berarti menerima H1 dan menolak H0.

Nilai Chi-Squared with ties artinya nilai uji Kruskall Wallis dengan memperhatikan Ties. Ties di sini berarti observasi dengan nilai yang sama. Hasilnya juga menunjukkan p value sebesar 0,0205 di mana kurang dari 0,05. 

Oleh karena kesimpulan Hipotesis menerima H1 maka diteruskan dengan Uji Post Hoc atau Uji Lanjut. Seperti yang dibahas sebelumnya, Post Hoc setelah Kruskall Wallis bisa dilakukan dengan Uji Mann Whitney U Test. Bagaimana cara melakukannya dengan STATA? Baca artikel Mann Whitney U Test dengan STATA.

Selanjutnya pelajari juga .

Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini