Uji post hoc setelah Kruskall wallis bisa menggunakan uji Mann Whitney U Test. Perlu anda ingat pula bahwa uji tersebut disebut juga uji Wilcoxon Rank Sum Test, sehingga dalam STATA yang kita gunakan adalah istilah Wilcoxon Rank Sum Test. Nilai z sebesar -2,005 dengan p value (prob > |z|) sebesar 0,0450 di mana < 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima H1 atau yang berarti terdapat perbedaan Mean Variabel Nilai yang bermakna antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Selanjutnya anda ulangi langkah di atas tetapi ubah kategori yg digunakan yaitu antara kelompok perlakuan 2 dan 3.



Mann Whitney U Test dengan STATA

Setelah anda melakukan uji Kruskall Wallis H, maka selanjutnya apabila hasil uji tersebut menunjukkan bahwa p value lebih kecil dari batas kritis penelitian, misal 0,05 maka harus dilanjutkan dengan uji Post Hoc untuk mengetahui antara kelompok perlakuan yang mana yang terdapat perbedaan bermakna.

Dalam tutorial STATA kali ini, kita akan menggunakan file kerja yang digunakan pada artikel sebelumya, yaitu Kruskall Wallis dengan STATA. Oleh karena itu silahkan download terlebih dahulu kemudian buka file kerja tersebut dengan aplikasi STATA anda.

Untuk menambah wawasan anda, silahkan baca artikel tentang .

Ingat bahwa variabel bebas anda yaitu Perlakuan memiliki 3 kategori (1, 2 dan 3) sedangkan variabel terikat anda adalah Nilai. Oleh karena ada 3 kategori pada variabel bebas, maka akan ada 3 uji post hoc. Uji post hoc setelah Kruskall wallis bisa menggunakan uji Mann Whitney U Test. Perlu anda ingat pula bahwa uji tersebut disebut juga uji Wilcoxon Rank Sum Test, sehingga dalam STATA yang kita gunakan adalah istilah Wilcoxon Rank Sum Test. (Tidak selalu uji Mann Whitney U Test atau Wilcoxon Rank Sum Test selalu menjadi Post Hoc uji Kruskall Wallis. Jadi bisa dilakukan uji ini tanpa diawali Kruskall Wallis).

Caranya yaitu pada menu, klik Statistics, Nonparametric analysis, Test of hypotheses, Wilcoxon rank-sum test. Setelah muncul jendela utama, pada tab Main masukkan variabel bebas anda yaitu Perlakuan ke kotak Grouping variable dan masukkan variabel terikat anda yaitu Nilai ke kotak Variable.

Wilcoxon Rank Sum Test STATA
Wilcoxon Rank Sum Test STATA

Klik Tab by/if/in, kemudian tekan tombol create atau pada kotak if: expression ketikkan rumus sebagai berikut: perlakuan==1 | perlakuan==2. Kemudian tekan tombol OK.


Wilcoxon Rank Sum Test Create STATA
Wilcoxon Rank Sum Test Create STATA

Perlu anda pahami dalam rumus tersebut: "perlakuan" adalah variabel bebas. Tanda "==" adalah operator sama dengan (=). 1 dan 2 adalah kategori 1 dan 2. Sedangkan tanda "|" adalah tanda or (dalam bahasa indonesia disebut ATAU). Jika dimaknai keseluruhannya adalah: Kita melakukan uji Wilcoxon rank-sum test jika kategori perlakuan adalah 1 atau 2. Jadi kesimpulannya uji Post Hoc untuk mengukur perbedaan Mean/rata-rata variabel Nilai antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2.


Wilcoxon Rank Sum Test filter STATA
Wilcoxon Rank Sum Test filter STATA

Cara yang mudah di atas adalah dengan cara ketikkan formula di kotak Command: ranksum nilai if perlakuan==1 | perlakuan==2, by(perlakuan)
kemudian tekan enter.

Wilcoxon Rank Sum Test Command STATA
Wilcoxon Rank Sum Test Command STATA

Maka akan muncul tampilan pada output sebagai berikut:


Wilcoxon Rank Sum Test Output 1 STATA
Wilcoxon Rank Sum Test Output 1 STATA

Nilai z sebesar -2,005 dengan p value (prob > |z|) sebesar 0,0450 di mana < 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima H1 atau yang berarti terdapat perbedaan Mean Variabel Nilai yang bermakna antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2.

Selanjutnya anda ulangi langkah di atas tetapi ubah kategori yg digunakan yaitu antara kelompok perlakuan 1 dan 3. Caranya cukup mengganti  formula pada kotak if: expression ketikkan menjadi: perlakuan==1 | perlakuan==3. Atau cukup dengan ketikkan rumus pada kotak Command: ranksum nilai if perlakuan==1 | perlakuan==3, by(perlakuan)
kemudian tekan enter.
Maka akan muncul tampilan pada output sebagai berikut:


Wilcoxon Rank Sum Test Output 2 STATA
Wilcoxon Rank Sum Test Output 2 STATA

Nilai z sebesar -2,459 dengan p value (prob > |z|) sebesar 0,0139 di mana < 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima H1 atau yang berarti terdapat perbedaan Mean Variabel Nilai yang bermakna antara kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 3.

Selanjutnya anda ulangi langkah di atas tetapi ubah kategori yg digunakan yaitu antara kelompok perlakuan 2 dan 3. Caranya cukup mengganti  formula pada kotak if: expression ketikkan menjadi: perlakuan==2 | perlakuan==3. Atau cukup dengan ketikkan rumus pada kotak Command: ranksum nilai if perlakuan==2 | perlakuan==3, by(perlakuan)
kemudian tekan enter.
Maka akan muncul tampilan pada output sebagai berikut:


Wilcoxon Rank Sum Test Output 3 STATA
Wilcoxon Rank Sum Test Output 3 STATA

Nilai z sebesar -1,286 dengan p value (prob > |z|) sebesar 0,1984 di mana > 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima H0 atau yang berarti tidak terdapat perbedaan Mean Variabel Nilai yang bermakna antara kelompok perlakuan 2 dan kelompok perlakuan 3.

Artikel selanjutnya adalah .

Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini