Perhitungan manual student t test atau one sample t test dengan menggunakan bantuan aplikasi MS Excel. Dengan tutorial student t test kali ini kita berharap bisa mengerti rumus student t test. Buka aplikasi Excel anda dan masukkan data tinggi badan mulai Cell B6 sd B25. Kesimpulan Hipotesis uji 2 pihak menerima H1 atau ada perbedaan bermakna Mean sampel dengan Mean spesifik. Hal ini juga dibuktikan dengan Mean Spesifik 165 yang berada diluar Nilai Lower dan Upper (Mean Spesifik > Upper dan Mean Spesifik > Lower).



Student T Test dengan Excel

Setelah mempelajari Student Test dengan SPSS, saatnya kita mencoba melakukan perhitungan manual student t test atau one sample t test dengan menggunakan bantuan aplikasi MS Excel. Dengan tutorial student t test kali ini kita berharap bisa mengerti bagaimana sesungguhnya perhitungan berdasarkan rumus student t test.

Student T Test Excel
Student T Test Excel

Sebelum melangkah lebih jauh, anda bisa terlebih dahulu mendownload file kerja dala tutorial ini DI SINI. Atau bisa juga masukkan data seperti gambar di bawah ini:




Ibaratkan kita akan menguji adakah perbedaan Mean (rata-rata) Tinggi badan sampel sebanyak 20 responden dengan tinggi badan standart nasional yaitu 165 cm.

Oleh karena student test mempunyai asumsi normalitas, maka pastikan terlebih dahulu bahwa data yang digunakan telah berdistribusi normal dengan melakukan uji normalitas. Bisa anda pelajari dengan Excel di: Lilliefors Excel atau Kolmogorov Smirnov dengan Excel.

Selanjutnya:
  1. Buka aplikasi Excel anda dan masukkan data tinggi badan mulai Cell B6 sd B25.
  2. Pada cell D11 ketikkan formula: =COUNT(B6:B25). Artinya kita menghitung banyaknya sampel yang digunakan (N).
  3. Cell G9: Isikan atau tentukan Batas Kritis (Alpha) penelitian, misalkan 0,05.
  4. Cell E11: =AVERAGE(B6:B25). Artinya Mean kelompok sampel atau responden yang diuji.
  5. Cell F11: =STDEV.S(B6:B25). Artinya Standart Deviasi sampel.
  6. Cell G11: =F11/SQRT(D11). Artinya Standart Error of Mean sampel.
  7. Cell G17: Isikan dengan Mean spesifik atau Mean hypotesis, yaitu Mean yang menjadi perbandingan.
  8. Cell H11: =E11-G17. Artinya menghitung selisih atau besar perbedaan antara Mean kelompok sampel dengan Mean spesifik yang menjadi perbandingan, yaitu tinggi badan standart nasional 165 cm.
  9. Cell I11: =(E11-G17)/G11. Artinya menghitung nilai T Hitung.
  10. Cell J11: =D11-1. Artinya menentukan nilai DF (Degree of Freedom) yaitu N-1 (banyaknya sampel - 1).
  11. Cell E19: =TDIST(ABS(I11),J11,1). Artinya menghitung P Value Uji Student T Test 1 pihak (1 tailed).
  12. Cell F19: =TINV(G9,J11). Artinya menentukan t tabel uji 1 pihak pada DF N-1 dan probabilitas atau Alpha yang ditentukan di Cell G9.
  13. Cell I19: =IF(E19<G9,"Sig","No Sig"). Artinya untuk memudahkan kita dalam mengambil keputusan hipotesis uji 1 pihak, di mana Kesimpulan Hipotesis uji 1 pihak menerima H1 atau ada perbedaan bermakna Mean sampel dengan Mean spesifik yaitu tinggi badan standart nasional 165 cm.
  14. Cell E20: =TDIST(ABS(I11),J11,2). Artinya menghitung P Value Uji Student Test 2 pihak (2 tailed).
  15. Cell F20: =TINV(G9*2,J11). Artinya menentukan t tabel uji 2 pihak pada DF N-1 dan probabilitas atau Alpha yang ditentukan di Cell G9.
  16. Cell G20: =E11-F19*G11. Artinya menentukan batas bawah daerah penerimaan, yaitu hasilnya sebesar 155,833. Kita lihat bahwa nilai 155,833 berada di bawah nilai Mean spesifik yang dibandingkan (165), jadi hipotesis uji 1 pihak yang menyatakan bahwa Mean Tinggi Badan sampel tidak melebihi Tinggi badan standart nasional 165 adalah terbukti atau keputusannya menerima H1.
  17. Cell H20: =E11+F19*G11. Artinya menentukan batas atas daerah penerimaan, yaitu hasilnya sebesar 164,467. Kita lihat bahwa nilai 164,467 berada di bawah nilai Mean spesifik yang dibandingkan (165), jadi hipotesis uji 1 pihak yang menyatakan bahwa Mean Tinggi Badan sampel melebihi Tinggi badan standart nasional 165 adalah tidak terbukti atau keputusannya menerima H0.
  18. Cell I20: =IF(E20<G9,"Sig","No Sig"). Artinya untuk memudahkan kita dalam mengambil keputusan hipotesis uji 2 pihak, di mana Kesimpulan Hipotesis uji 2 pihak menerima H1 atau ada perbedaan bermakna Mean sampel dengan Mean spesifik yaitu tinggi badan standart nasional 165 cm oleh karena P Value < Alpha 0,05. Hal ini juga dibuktikan dengan Mean Spesifik 165 yang berada diluar Nilai Lower dan Upper (Mean Spesifik > Upper dan Mean Spesifik > Lower).
Demikian cara mudah dan singkat melakukan perhitungan manual uji student test dengan menggunakan bantuan aplikasi MS Excel.
Statistikian

Statistikian

Blog Untuk Mempelajari Jenis Uji Statistik, Penelitian, SPSS dan Statistik Berbasis Komputer seperti excel, Stata dan Minitab. Bantuan Olah dan Analisa Data, SMS: 085748695938.

Tinggalkan Komentar:

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini