Tabel Chi Square Atau Chi Square Table Dalam Excel

Chi Square Tabel Dalam Excel Anda bisa mendapatkan nilai chi-square tabel melalui excel: Berapapun Degree of freedom (DF) yang digunakan…

Chi Square Tabel Dalam Excel

Anda bisa mendapatkan nilai chi-square tabel melalui excel: Berapapun Degree of freedom (DF) yang digunakan dengan berbagai tingkat signifikansinya. Chi Square Tabel atau Tabel Chi Square adalah tabel pembanding bagi uji chi square untuk menentukan tingkat signifikansi. Dalam bahasan ini kita akan pelajari tutorial cara membuat dan cara membaca tabel chi square excel.

Cara mencari nilai chi-square tabel pada excel adalah dengan mengetikkan formula: =ChiInv(Probability; degree of Freedom) atau =ChiInv(Batas Kritis Derajat Kepercayaan; Derajat Kebebasan). Misal =ChiInv(0,05;10) maka hasilnya 18,307.

Juga Dapatkan kodenya secara lengkap dengan melakukan download di SkyDrive.com

Tutorial Tabel Chi Square

Baiklah kita mulai saja tutorialnya: Buatlah satu set DF (Degree of freedom/derajat kebebasan) sebanyak 300 DF pada cell B10:B309.

Chi Square Tabel

Buatlah 6 jenis probabilitas mulai cell C9 sampai H9, yaitu probabilitas: 0,005, 0,010, 0,025, 0,05, 0,1 dan 0,250.

Pada Cell C10 ketikkan rumus: =CHIINV(C$9;$B10) artinya kita berupaya mendapatkan nilai chi-square tabel pada probabilitas di Cell C9 yaitu probabilitas 0,005 dan DF di Cell B10 yaitu DF 1.  Arti tanda dollar ($) adalah mencegah perpindahan cell otomatis saat copy paste dengan maksud mempermudah copy paste. Copy Paste cell C10 yang baru kita buat, sampai ke H10. Kemudian copy paste lagi Cell C10:H10 hingga Cell C309:H309.

Maka anda sudah mendapatkan nilai chi-square tabel pada 6 jenis probabilitas dan 300 jenis DF.

Untuk menghitung Chi-Square dengan Excel, silahkan pelajari artikel kami lainnya: Chi-Square dengan Excel.

Demikian telah dijelaskan di atas tentang cara membuat tabel chi square menggunakan aplikasi excel. Tidak semua orang familiar dengan aplikasi komputer, termasuk aplikasi microsoft excel. Sehingga kalaupun tidak diikuti tutorial cara membuat tabel chi square ini, tidak masalah, yang penting, para peneliti atau mahasiswa dapat memanfaatkan artikel ini serta konten chi square tabel di dalamnya untuk kepentingan ilmiah.

Apabila para peneliti atau pembaca tidak ingin membuatnya, setidaknya para pembaca dapat memanfaatkan tabel chi square yang telah kami sediakan di atas. Semoga Tabel Chi Square ini dapat bermanfaat. Salam hangat dari kami.

By Anwar Hidayat

This article was last modified on February 3, 2017, 6:35 am

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan WhatsApp: 08816050259, atau SMS/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

View Comments

  • terserah anda, tapi bukan suka-suka, sesuaikan dengan penelitian anda.

  • Chi-Square Tabel =Chiinv(Derajat Kepercayaan,Degree Of Freedom)
    Misal =Chiinv(0,05;10) maka hasilnya = 18,307

  • thx om...
    mau koreksi...
    alpha = 0,05
    df = 10
    hasil nya bukan = 18,307 yah om ??
    maaf klo salah... hehe

  • Bukan berhubungan, tapi ada perbedaan, ingat bahwa uji chi-square adalah uji komparatif atau perbedaan bukan asosiatif atau hubungan

  • Hasil uji statistik dengan menggunakan pearson chi square didapatkan nilai chi hitung sebesar 10.649 dengan nilai probabilitas sebesar 0,031. Kedua variabel dinyatakan berhubungan jika nilai probabilitasnya < 0,05. Karena p = 0,031< 0,05
    kalo ini maksudnya gmna om?

  • Perlu saya tegaskan kembali, bahwa banyak orang yang salah kaprah, anggapan mereka uji chi-square adalah uji hubungan, sebenarnya tidak. Chi-Square adalah salah satu dari uji perbedaan. Uji ini digunakan apabila skala data tiap kelompok adalah nominal. Beda halnya dengan uji Independen T Test, uji tersebut juga uji perbedaan, tetapi apabila skala datanya interval atau rasio dan berdistribusi normal. Apabila skala data interval/rasio tapi tidak berdistribusi normal, atau skala ordinal, maka beda lagi jenis ujinya dan masih tergantung pada sumber data, banyaknya kelompok dan target yang diuji apakah mean, median atau variance.

  • Apabila skala data interval/rasio berdistribusi normal dan sumber data berpasangan/subjek sama, maka uji yang digunakan adalah uji paired t test. Sedangkan jika tidak berdistribusi normal atau ordinal, maka kembali lagi tergantung pada sumber data, banyaknya kelompok dan target yang diuji. Misal ada 2 kelompok tidak berpasangan/bebas/subjek beda dengan target yang diuji adalah mean dan median, maka uji yang digunakan adalah mann whitney u test.

  • Misal yang lain adalah jika skala data interval/rasio tidak berdistribusi normal pada 2 kelompok berpasangan (after/before atau sebelum/sesudah) dengan asumsi simetris dan target adalah peringkat mean, maka uji yang digunakan adalah Wilcoxon Match Pair Test. Sedangkan Wilcoxon Signed Rank Test sama dengan Wilcoxon Match Pair test, bedanya uji ini tidak membutuhkan asumsi simetris dan target yang diuji adalah median.

  • Kembali lagi ke Mann Whitney U Test, uji ini disebut juga Wilcoxon Sum Rank Test, karena diciptakan oleh Wilcoxon dan target yang diuji adalah peringkat mean dan median. Uji ini mirip dengan Kolmogorov Smirnov Z (KS-Z) 2 sampel bebas, bedanya uji KS-Z digunakan untuk menguji perbedaan pada distribusi kumulatif dan tentunya target yang diuji adalah mean, median dan variance.

  • Sekali saya tegaskan, uji hubungan atau asosiatif pasti akan mengembalikan nilai koefisien korelasi. Misal skala nominal, maka akan mengembalikan nilai koefisien phi, cramer atau kontingensi. Sedangkan jika skala ordinal akan mengembalikan nilai koefisien korelasi kendall tau -a, -b, -c, atau koefisien korelasi gamma, somer's dan spearman. Sedangkan jika skala interval akan mengembalikan nilai koefisien korelasi r pearson product moment. Silahkan anda cari dan baca lebih lanjut di blog ini, perihal berbagai uji yang saya sebutkan di atas. Trims.

  • maaf min, untuk melihat hubungan biasanya di gunakan uji chi square ,
    untuk perbedaan baru dugunakan uji T .

  • Apabila Chi-Square hitung > Chi-Square Tabel atau P value < batas kritis maka Model dinyatakan fit dengan data.

  • jika saya menggunakan uji rasio kemungkinan maksimum (likelihood ratio test) yang mengahsilkan nilai 561,963 dan hasil chi squared tabel sebesar 1.201,039 ini apakah berarti memperlihatkan penerimaan terhadap Ho dan hasil yang dipandang cukup akurat dan telah sesuai dengan data observasinya? mohon pencerahannya ya.... :) makasih

Recent Posts

Pengertian Simple Random Sampling, Jenis dan Contoh

Pengertian Simple Random Sampling, Jenis dan Contoh Pengertian Simple Random Sampling Dalam kesempatan ini akan kami coba sharing tentang pengertian…

3 hari ago

Penjelasan dan Tutorial Regresi Linear Berganda

Penjelasan dan Tutorial Regresi Linear Berganda Dalam kesempatan ini, saya akan coba menjelaskan tentang Regresi Linear Berganda serta tutorial regresi…

2 bulan ago

Cara Hitung Rumus Slovin Besar Sampel

Cara Perhitungan Rumus Slovin Besar Sampel Minimal Pengertian Rumus Slovin Rumus Slovin adalah sebuah rumus atau formula untuk menghitung jumlah…

2 bulan ago

F Tabel Lengkap Beserta Cara Mencari dan Membacanya

F Tabel Lengkap Selamat pagi, siang atau malam wahai semua pengunjung dan pecinta statistikian.com. Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan…

3 bulan ago

Tutorial Uji Regresi Ordinal dengan SPSS

Tutorial Analisis Regresi Ordinal dengan SPSS Berikut dalam artikel kali ini akan kita bahas bagaimana cara melakukan uji regresi ordinal…

6 bulan ago

Contoh Penelitian Bisnis dengan Regresi Linear

Contoh Penelitian Bisnis Menggunakan Uji Regresi Linear Berganda Contoh penelitian bisnis ini adalah salah satu contoh penelitian yang biasa digunakan…

8 bulan ago