About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

49 Comments

  1. 1

    Anwar Hidayat

    Kalau Dilihat dari rentang tiap kategori yang anda buat: semuanya sama, yaitu rentang 33. Ingat 1 hal penting yang menjadi ciri skala data interval, yaitu kesamaan jarak antar nilai dan dapat dilakukan operasi perhitungan matematika. Jadi kategori yang anda buat layak disebut skala data interval, sebab rentangnya sama dan dapat diperlakukan perhitungan matematika seperti penambahan, pengurangan dan lain-lain. Hanya saja anda perlu melakukan transformasi data. Kurang bisa dikatakan satu, cukup bisa dikatakan 2 dan kurang = 3. Hal ini sama dengan permasalahan penentuan skala data pada kuesioner dengan skala likert, apakah termasuk dalam interval atau ordinal. Beberapa ahli statistik ada perbedaan pendapat dalam hal ini.

    Reply
  2. 2

    Anwar Hidayat

    Kalau Dilihat dari rentang tiap kategori yang anda buat: semuanya sama, yaitu rentang 33. Ingat 1 hal penting yang menjadi ciri skala data interval, yaitu kesamaan jarak antar nilai dan dapat dilakukan operasi perhitungan matematika. Jadi kategori yang anda buat layak disebut skala data interval, sebab rentangnya sama dan dapat diperlakukan perhitungan matematika seperti penambahan, pengurangan dan lain-lain. Hanya saja anda perlu melakukan transformasi data. Kurang bisa dikatakan satu, cukup bisa dikatakan 2 dan kurang = 3. Hal ini sama dengan permasalahan penentuan skala data pada kuesioner dengan skala likert, apakah termasuk dalam interval atau ordinal. Beberapa ahli statistik ada perbedaan pendapat dalam hal ini.

    Reply
  3. 3

    Rida Fox

    Misalnya: Skor maksimal dalam suatu instrumen adalah 99. Peneliti menetapkan jika skor 1-33 = kurang, 34-66 = cukup dan 67-99 = baik.
    Bentuk datanya itu ordinal ato interval?

    Reply
  4. 5

    Meilani Lim

    Apakah kuesioner untuk rumah sehat sudah ada standar nya?
    Apakah anda punya contoh kuesioner tersebut?
    Mohon bantuannya,Trimakasih.

    Reply
  5. 6

    Anwar Hidayat

    Sehat berdasarkan indikator yang ditetapkan oleh siapa? oleh WHO atau badan lain? Jadi rumah dikatakan sehat sangat relatif tergantung indikator dan yang menetapkan indikator. Sebagai contoh anda bisa gunakan 10 indikator PHBS yang ditetapkan WHO.

    Reply
  6. 7

    Anonymous

    yang ada cuma kuesioner rumah tangga
    itu juga sdh bisa dijadikan patokan untuk menentukan rumah trsebut sehat atau tidak
    🙂

    Reply
  7. 8

    Anwar Hidayat

    Data apa adanya seperti data numerik (interval/rasio) lebih bagus dari pada data yang dikategorikan. Tetapi data yang memang apa adanya adalah data kategorik, maka biarkan saja apa adanya, yang penting ujinya sesuai dengan skala datanya. Namun perlu diketahui bahwa uji statistik dengan skala data yang derajatnya tinggi mempunyai nilai informasi yang lebih banyak dan berharga.

    Reply
  8. 9

    RieGa

    bagaimana cara kita menentukan skala data penelitian, apakah sesuai variabel atau dari keingininan peneliti sendiri?

    Reply
  9. 10

    Anwar Hidayat

    Sesuaikan dengan tujuan dan hipotesa, serta cara pengambilan data

    Reply
  10. 11

    yeni vera

    bagaimana cara memilih desain penelitian yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan

    Reply
  11. 12

    Anwar Hidayat

    Apabila hanya 1 kategori dalam satu variabel, maka tidak bisa dianalisis

    Reply
  12. 13

    Anonymous

    saya mau menguji hubungan antara variabel bebas (rasio), variabel antara (rasio), dan variabel terikat (ordinal) dengan jumlah data masing 25. uji apa yg sebaiknya saya lakukan? krn data variabel bebasnya jika dikategorikan berdasar nilai ambang batas termasuk dalam kategori buruk semua (tdk dpt dikategorikan baik buruk). mohon penjelasannya, terimakasih.

    Reply
  13. 14

    Anwar Hidayat

    Kalau sejenis maka bersifat konstan, oleh karena itu tidak bisa dianalisis.

    Reply
  14. 15

    Anonymous

    saya mau menguji derajat keeratan hubungan antar variabel yang sama berskala ordinal. namun, salah satu variabel tidak dikategorikan/sejenis. uji statistik apakah yang cocok digunakan?

    Reply
  15. 16

    Anwar Hidayat

    Data dengan skala nominal

    Reply
  16. 17

    winbeck19

    maaf nee,, mau tanya data apa yang cocok untuk alat chi square?

    Reply
  17. 18

    Anwar Hidayat

    Pemilihan jenis analisis statistik sangat tergantung pada bentuk hipotesis, jika bentuk hipotesis komparatif atau perbedaan, mungkin yang anda sebut perbandingan, maka gunakanlah uji komparatif, jadi bukan uji korelasi.

    Reply
  18. 19

    Raby Yagami

    Thank you so much for the great article 🙂

    Reply
  19. 20

    Mila Esme

    Untuk judul perbandingan yg pake skala interval dan interval bisa pake korelasi tidak?hipotesisnya berubah apa tetap perbedaan

    Reply
  20. 21

    Anwar Hidayat

    Mungkin kata efisien perlu dikesampingkan dulu, sebab lebih tepat menggunakan kata efektif. Karena dalam penelitian kuantitatif diperlukan sebuah jawaban terhadap satu pertanyaan. Jika ada banyak pertanyaan, maka akan ada banyak jawaban. Bagaimana cara kita akan menjawabnya? tentunya didasarkan pada metodologi penelitian. Satu pertanyaan harus dijawab dengan cara-cara tertentu, dan cara tersebut belum tentu bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan lainnya. Misalkan kita akan menjawab dua pertanyaan hipotesis komparatif: apakah ada perbedaan Mean antara kedua kelompok? dan berapa perbedaan Mean keduanya? dengan pertanyaan ini tentunya anda akan menjawabnya dengan uji parametris, sebab kita dihadapkan pada data-data interval atau rasio. Jika ada pertanyaan: apakah ada perbedaan jenis kelamin anak yang dilahirkan berdasarkan letak geografis kota dan desa? Tentunya kita akan menggunakan uji non parametris, sebab kita disuguhkan dengan data nominal. Kesimpulannya: Uji parametris memiliki derajat lebih tinggi, sebab dapat memberikan informasi yang lebih banyak. Akan jadi pemborosan jika kita dapatkan lebih banyak informasi, namun kita hanya berupaya menggunakan informasi yang lebih sedikit. Namun sebaliknya, uji non parametris lebih praktis dibandingkan uji parametris.

    Reply
  21. 22

    weda pratama

    mau tanya, lebih efisien yang mana menggunakan statistik parametrik atau nonparametrik ? alasannya apa ? tolong infonya ya.

    trims..

    Reply
  22. 24

    Victor Valentino

    bukankah juga memungkinkan untuk deskriptif menggunakan metode tabulasi silang (Cross tabulation) supaya lebih menggambarkan kondisi sampel. Tabulasi silang dilakukan antara variabel dan faktor-faktor atau determinan atau data penunjang lain.

    Reply
  23. 25

    Anwar Hidayat

    Asalkan skala data semua variabel adalah interval atu rasio, maka boleh menggunakan regresi linear. Oleh karena saya lihat dalam judul anda ada 2 variabel yang dipengaruhi, maka nantinya anda akan mempunyai 2 model regresi linear. Kalau mau akhirnya nanti disatukan, maka akan jadi model multivariate regresi linear.

    Reply
  24. 26

    intan syara

    kak mau tanya, saya masi menyusun proposal skripsi, nah bingung di analisis datanya, judul saya "pengaruh kepuasan kerja thd kinerja dan intensi keluar karyawan" nah itu kata dosen saya makenya analisis regresi sederhana, benarkah?

    Reply
  25. 27

    Anwar Hidayat

    Perlu anda pahami pengertian dari analisis multivariate. Analisis Multivariate ada 2 klasifikasi: untuk keperluan analisis dependensi dan analisis interdependensi. Penelitian anda karena ada lebih dari 2 variabel dan merupakan analisis dependensi, maka bisa disebut sebagai analisis multivariate.

    Reply
  26. 28

    Anwar Hidayat

    Namun konsep yang ada pada SPSS, sedikit berbeda, bahwa jika variabel bebas lebih dari 1 dan variabel terikat ada 1, maka disebut dengan analisis multiple Univariate Analysis. Sedangkan jika variabel bebas dan terikat masing-masing satu, maka disebut simple univariate analysis. Dan apabila variabel bebas dan terikat sama-sama jumlah variabelnya lebih dari satu, maka disebut dengan multiple multivariate analysis. Jadi kesimpulannya: pada SPSS, istilah multivariate adalah merujuk pada jumlah variabel terikat atau variabel dependen, jika lebih dari satu maka disebut multivariate analysis.

    Reply
  27. 29

    Anwar Hidayat

    Kesimpulannya: analisis multiple berbeda dengan analisis multivariate, dimana analisis multivariate pastilah multiple, tetapi analisis multiple belum tentu multivariate. Dikatakan analisis multivariate apabila variabel yang lebih dari satu tersebut (multiple) saling berkorelasi satu sama lain dan perlu dianalisis.

    Reply
  28. 30

    Anwar Hidayat

    Untuk lebih jelasnya, bisa anda baca artikel saya tentang Analisis Multivariat.

    Reply
  29. 31

    Ria Hayni

    maaf mau bertanya, saya sedang menyusun penelitian saya. judulnya "pengaruh penggunaan bottom ash dan kapur terhadap kuat tekan paving block" . apakah benar saya harus menggunakan multivariate dalam mengolah data saya nanti?

    Reply
  30. 32

    Anwar Hidayat

    Anda bisa gunakan uji regresi ordinal

    Reply
  31. 33

    Farid Djafar

    Maaf mau bertanya, saya ingin menguji 2 variabel bebas (independen) saya mana yang lebih baik dengan patokan hasil dari variabel tetap (dependen) dari kedua vb tadi.vt nya memiliki skala secara kategorik dengan angka (0,1,2,3), lebih besar nilainya lebih baik. Nah saya ingin menguji kedua vb untuk menentukan mana antara kedua vb yang lebih baik itu pakai teknik analisis apa yah?

    Reply
  32. 34

    Alana

    Selamat malam. saya mau bertanya, apabila variabel bebas saya nominal, dan variabel terikat saya numerik. Apa bisa memakai uji t tidak berpasangan? atau memungkinkan pakai analisis apa ya?
    terimakasih

    Reply
    1. 34.1

      Anwar Hidayat

      Silahkan baca artikel saya tentang independent t test.

      Reply
  33. 35

    Ajeng Kusuma

    Kalo saya uji analysis non parametric dengan varaibel independent ordinal Dan variable dependent nominal saya harus menggunakan uji analisa statistik apa? Terimaksh

    Reply
    1. 35.1

      Anwar Hidayat

      kalau uji korelasi maka menggunakan aturan main pada derajat skala data terendah. Sedangkan jika uji prediksi atau regresi maka menggunakan aturan main variabel terikat, tentunya dengan pertimbangan lain sesuai tujuan penelitian atau bentuk hipotesis.

      Reply
  34. 36

    rizkipratama8

    Mas Anwar aku mau tanya. Kalau Variabel Terikat dan Variabel Bebas masing masing lebih dari satu dan berskala interval/rasio apakah uji yang dapat digunakan?

    Reply
    1. 36.1

      Anwar Hidayat

      Tergantung pada hipotesisnya, misalkan untuk uji prediksi anda bisa menggunakan multivariat multiple linear regression

      Reply
  35. 37

    lily susanti

    Mas, saya lily. mau tanya mas, jumlah minimal data penelitian yang diolah dengan SPSS itu berapa banyak? khusus untuk penelitian ya mas. lalu apakah ada teori yang mendukung hal tersebut? terimakasih mas, mohon bantuannya

    Reply
  36. 38

    Angga

    Pak Anwar, mohon informasi. Kalau variabel indenpenden menggunakan angket berskala likert (5 tingkat) dan variabel dependen menggunakan data pertumbuhan penjualan, apakah bisa langsung dilakukan analisis regresi? Atau data variabel dependen harus dikonversi menjadi 5 tingkat agar sesuai dengan variabel independen?

    Reply
    1. 38.1

      Anwar Hidayat

      Skala likert itu per item soal. Sedangkan variabelnya adalah hasil penjumlahan dari beberapa item soal. Maka itu sudah disebut data interval. Sehingga anda bisa melakukan uji regresi linear.

      Reply
  37. 39

    Fitria

    Mas penelitian saya skala datanya nominal by ordinal itu saya baca komen diatas menggunakan “aturan main derajat skala terendah” maksudnya bagaimana bisa di jelaskan?

    Reply
    1. 39.1

      Anwar Hidayat

      Hal tersebut berlaku apabila bentuk hipotesis adalah asosiatif atau uji korelasi. Misalnya variabel yang satu berskala ordinal dan yang satunya lagi berskala interval. Oleh karena ordinal mempunyai derajat lebih rendah dari interval, maka uji yang digunakan adalah uji korelasi untuk data ordinal, yaitu uji spearman atau kendall tau.

      Reply
  38. 40

    Huda

    Salam kenal mas, Saya mau tanya soal uji statistik yg dipakai dg judul penelitian “Dampak Pemberian Edukasi thd Minat” memakai apa?

    Reply
  39. 41

    Runiasih Ni Luh

    Pak untuk judul Ini “aktivitas penyembuhan luka bakar ekstrak etanol daun salam india pada mencit” uji statistik apa yg digunakan ??

    Reply
    1. 41.1

      Anwar Hidayat

      Saya tidak bisa menjawab secara pasti, sebab pertanyaan anda tidak lengkap. Untuk memilih analisis yang tepat, harus jelas bentuk hipotesis, skala data per variabel, dan kategori tiap variabel jika data berbentuk kategorik.

      Reply
  40. 42

    zulkarnaen

    Maaf bang mau tanya, kalau mau mengetahui hubungan dua variabel dan alat ukurnya kuesioner, maka uji yang kita pakai apa bang? Dan skalanya apa?

    Reply
    1. 42.1

      Anwar Hidayat

      Titik berat atau perhatiannya dalam memilih analisis yang tepat bukanlah pada alat ukurnya, tetapi pada bentuk hipotesis dan skala datanya.

      Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved