Interprestasi Analisis Cluster Hirarki dengan SPSS

Interprestasi Analisis Cluster Hirarki dengan SPSS Setelah kita melakukan analisis cluster seperti yang dibahas dalam artikel sebelumnya, yaitu: analisis cluster…

Interprestasi Analisis Cluster Hirarki dengan SPSS

Setelah kita melakukan analisis cluster seperti yang dibahas dalam artikel sebelumnya, yaitu: analisis cluster hirarki dengan SPSS, maka sampai pada kita bagaimana menginterprestasikan hasilnya. Baiklah, mari kita bahas secara detail, perihal Interprestasi Analisis Cluster Hirarki dengan SPSS.

Tutorial Cara Baca Output Analisis Kluster Hirarki

Buka output SPSS anda berdasarkan artikel sebelumnya.

Proximities

Yang perlu anda lihat pertama kali adalah tabel proximities:

Interprestasi Analisis Cluster Hirarki

Tabel output di atas menunjukkan bahwa semua data sejumlah 14 obyek telah diproses tanpa ada data yang hilang.

Matrix Proximities

Matrix Proximities

Tabel diatas menunjukkan matriks jarak antara variabel satu dengan variabel yang lain. Semakin kecil jarak euclidean, maka semakin mirip kedua variabel tersebut sehingga akan membentuk kelompok (cluster).

Average Linkage

Average Linkage

Tabel di atas merupakan hasil proses clustering dengan metode “Between Group Linkage”. Setelah jarak antar variabel diukur dengan jarak euclidean, maka dilakukan pengelompokan, yang dilakukan secara bertingkat.

Stage 1: terbentuk 1 cluster yang beranggotakan Sampel no 4 dan 11 dengan jarak 0.000 (perhatikan pada kolom Coefficients). Karena proses aglomerasi dimulai dari 2 obyek yang terdekat, maka jarak tersebut adalah yang terdekat dari sekian kombinasi jarak 14 obyek yang ada. Selanjutnya lihat kolom terakhir (Next Stage), terlihat angka 3. Hal ini berarti clustering selanjutnya dilakukan dengan melihat stage 3.

Demikian seterusnya dari stage 3 dilanjutkan ke stage 11, sampai ke stage terakhir.

Aglomeratif

Aglomeratif adalah bagian yang sangat penting pada saat kita coba interprestasi analisis cluster hirarki ini. Proses aglomerasi ini bersifat kompleks, khususnya perhitungan koefisien yang melibatkan sekian banyak obyek dan terus bertambah. Proses aglomerasi pada akhirnya akan menyatukan semua obyek menjadi satu cluster. Hanya saja dalam prosesnya dihasilkan beberapa cluster dengan masing-masing anggotanya, tergantung jumlah cluster yang dibentuk.

Cluster Membership

Perincian jumlah cluster dengan anggota yang terbentuk dapat dilihat pada tabel output berikut ini:

Tabel Cluster Membership

Dari table di atas, jika anda menginginkan 2 cluster, maka yang menjadi anggota cluster 1 lihat pada kolom “2 clusters” dengan symbol 1, yaitu sample A, E, F, G, I, J.

Dendogram

Diagram Dendogram

Dendogram berguna untuk menunjukkan anggota cluster yang ada jika akan ditentukan berapa cluster yang seharusnya dibentuk. Sebagai contoh yang terlihat dalam dendogram, apabila akan dibentuk 2 cluster, maka cluster 1 beranggotakan sample D sampai dengan Sampel B (sesuai urutan dalam dendogram); dan cluster 2 beranggotakan sample G sampai dengan Sampel E. Demikian seterusnya dapat dengan mudah dilihat anggota tiap cluster sesuai jumlah cluster yang diinginkan.

Pemilihan Anggota Cluster

Kemudian anda lihat dataset anda pada “data view”, di mana ada variabel baru dengan nama “Cluster Between Average Linkage”. Variabel tersebut memberikan tanda pada sampel, masuk menjadi anggota cluster mana.

Demikian tutorial tentang Interprestasi Analisis Cluster Hirarki dengan SPSS. Sialakan anda baca artikel kami selanjutnya: Analisis Cluster Non-Hirarki dengan SPSS.

By Anwar Hidayat

This article was last modified on March 23, 2017, 2:54 am

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan WhatsApp: 08816050259, atau SMS/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Recent Posts

Pengertian Simple Random Sampling, Jenis dan Contoh

Pengertian Simple Random Sampling, Jenis dan Contoh Pengertian Simple Random Sampling Dalam kesempatan ini akan kami coba sharing tentang pengertian…

4 hari ago

Penjelasan dan Tutorial Regresi Linear Berganda

Penjelasan dan Tutorial Regresi Linear Berganda Dalam kesempatan ini, saya akan coba menjelaskan tentang Regresi Linear Berganda serta tutorial regresi…

2 bulan ago

Cara Hitung Rumus Slovin Besar Sampel

Cara Perhitungan Rumus Slovin Besar Sampel Minimal Pengertian Rumus Slovin Rumus Slovin adalah sebuah rumus atau formula untuk menghitung jumlah…

2 bulan ago

F Tabel Lengkap Beserta Cara Mencari dan Membacanya

F Tabel Lengkap Selamat pagi, siang atau malam wahai semua pengunjung dan pecinta statistikian.com. Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan…

3 bulan ago

Tutorial Uji Regresi Ordinal dengan SPSS

Tutorial Analisis Regresi Ordinal dengan SPSS Berikut dalam artikel kali ini akan kita bahas bagaimana cara melakukan uji regresi ordinal…

6 bulan ago

Contoh Penelitian Bisnis dengan Regresi Linear

Contoh Penelitian Bisnis Menggunakan Uji Regresi Linear Berganda Contoh penelitian bisnis ini adalah salah satu contoh penelitian yang biasa digunakan…

8 bulan ago