Analisis SPSS
Monday, October 15, 2012

Populasi dan Sampel

Populasi dan Sampel

1. Pengertian populasi

Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dst. (Djawranto, 1994 : 420).

2. Pengertian Sampel

Sampel atau contoh adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti (Djarwanto, 1994:43). Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.

3. Kriteria Sampel

Ada dua kriteria sampel yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penentuan kriteria sampel diperlukan untuk mengurangi hasil peneliian yang bias.

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2003: 96). Sedangkan yang dimaksud dengan Kriteria eksklusi adalah meng-hilangkan/mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab-sebab tertentu (Nursalam, 2003: 97).

Sebab-sebab yang dipertimbangkan dalam menentukan kriteria ekslusi antara lain: a. subjek mematalkan kesediannya untuk menjadi responden penelitian, dan b. subjek berhalangan hadir atau tidak di tempat ketika pengumpulan data dilakukan.

4. Teknik pengambilan sampel

a. Pengertian teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang merupakan sebagaian dari populasi tsb. kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi). Hubungan populasi, sample, teknik sampling, dan generasi dapat digambarkan sebagai berikut:


Diagram Populasi dan Sampel
Diagram Populasi dan Sampel


b. Manfaat sampling

1) Menghemat beaya penelitian.
2) Menghemat waktu untuk penelitian.
3) Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
4) Memperluas ruang lingkup penlitian.

c. Syarat-syarat teknik sampling

Teknik sampling boleh dilakukan bila populasi bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama atau setidak-tidaknya hampir sama. Bila keadaan populasi bersifat heterogen, sampel yang dihasilkannya dapat bersifat tidak representatif atau tidak dapat menggambarkan karakteristik populasi.

d Jenis-jenis teknik sampling

1) Teknik sampling secara probabilitas
Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.
a) Teknik sampling secara rambang sederhana.
Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah dengan undian.

b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling).
Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

c) Teknik sampling secara rambang proportional.
Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sample penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Adapun cara peng-ambilan- nya dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

d) Teknik sampling secara rambang bertingkat.
Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara peng-ambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling)
Ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sample semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.


2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.
Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar.

Beberapa jenis atau cara penarikan sampel secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut.
a) Puposive sampling atau judgmental sampling
Penarikan sampel secara puposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dietapkan peneliti.

b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).
Penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju.

c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah).
Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

d) Accidental sampling atau convenience sampling
Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu, melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan.


4. Penentuan Jumlah Sampel
Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar, dengan maksud meng-hemat waktu, biaya, dan tenaga, penelitili tidak meneliti seluruh anggota populasi. Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistika dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).

Selain berdasarkan ketentuan di atas perlu pula penentuan jumlah sampel dikaji dari karakteristik populasi. Bila populasi bersifat homogen maka tidak dituntut sampel yang jumlahnya besar. Misalnya saja dalam pemeriksaan golongan darah.

Walaupun pemakaian jumlah sampel yang besar sangat dianjurkan, dengan pertimbangan adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, sehingga peneliti berusaha mengambil sampel minimal dengan syarat dan aturan statistika tetap terpenuhi sebagaimana dianjurkan oleh Isaac dan Michael (Sukardi, 2004 : 55). Dengan menggunakan rumus tertentu (lihat Sukardi, 2004 : 55-56), Isaac dan Michael memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap jumlah populasi antara 10 – 100.000.





47 comments :

  1. tanya donk
    apa benar jika sampel <100 dan mampu diambil oleh peneliti disebut sampling jenuh/total sampel? trus kalo pake seluruh anggota populasi atau total sampling itu ada yg bilang tidak bisa untuk penelitian analitik yaa?

    lalu apa benar besar sampel tersebut nantinya menjadi
    n= N-1?

    mohon bantuannya terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 100 anggota populasi diambil 100 jadi sampel itu benar sample jenuh. Boleh untuk uji analitik. Yang tidak boleh (Dalam tanda Kutip) untuk uji inferensial. Artinya anda membuktikan apakah sampel yang digunakan dapat mewakili keseluruhan populasi. Misal anda menggunakan 20 sampel dari 100 sampel: dengan nilai koefisien korelasi r pearson hitung 0,86 apakah dapat mewakili yang 100 orang. Tap perlu anda ketahui, tanda kutip yang saya maksud harus dipahami lebih dalam, apakah anda melakukan studi sebagai generalisasi yang lebih luas, apakah hanya sebatas 100 orang atau jumlah yang lebih besar, misal pada studi epidemiologi kasus penyakit.

      Delete
  2. Terima kasih
    kalau misalnya saya meneliti komunitas remaja, seluruh anggotanya ada 56 dan saya lakukan analitik boleh? lalu nanti apakah generalisasi saya hanya komunitas itu? tidak boleh remaja keseluruhan ya..??

    ReplyDelete
  3. mas mau tanya kalo populasi saya 41 orang untuk uji validitas sama reliabilitasnya itu semuanya atau boleh cuma 10orang untukinstrumen uji cobanya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada populasu yang bukan dijadikan penelitian. Jadi anda punya populasi lain untuk pengujian ini, maka tentunya ada data yang lain. Jadi jangan memakai data hasil penelitian. uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum penelitian yang sesungguhnya.

      Delete
    2. Adakah kriteria untuk penentuan populasi lain yg akan di jadikan tempat uji coba instrumen untuk uji valid n reliable???kalo ada ketentuannya bisa disebutkan mas.....butuh bgt bntuan....hehe

      Thnks y??

      Delete
    3. Harus mempunyai karakter yang mirip atau hampir sama dengan populasi penelitian

      Delete
  4. kalau misalnya populasi apa bisa menggunakan uji chi-square?apa yg membedakan hanya cara membaca hasil spss?mohon bantuannya, makasih

    ReplyDelete
  5. perbedaan penentuan populasi n pnrkn sampel?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Populasi adalah keseluruhan dari subjek-subjek yang akan diteliti atau menghasilkan/memberikan data. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tersebut

      Delete
  6. mas, mau tanya, populasi saya kan 60 responden, saya udh uji validitas dan reliabilitas sebanyak 30 responden, dari 30 tsb ditemukan 2 item tidak valid, itu 2 item langsung dihapus saja atau diganti dengan pertanyaan lain?
    kemudian misal jika data penelitian telah diperoleh dari 60 responden,perlu dilakukan lagi ga uji validitas dan reliabilitas?atau cukup yg 30 saja / yg telah dilakukan?nanti kalo ternyata yg 60 responden diuji lg malah tambah byk item yg ga valid gmn?
    thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji validitas dilakukan pada populasi uji coba sebelum penelitian, kalau tidak valid harus direvisi kemudian diuji kembali

      Delete
  7. Mas kalau jumlah responden saya hanya 17 orang saja. sebaiknya memakai uji apa yaa? biar valid.. thx u..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung pada Tujuan Penelitian, Hipotesa, Sumber Data, Skala Data, TIES, Jumlah sample dan banyaknya kategori pada uji non parametris.

      Delete
  8. mas, mau tanya, ada gak ketetapan uji reliabilitas itu harus berapa orang. sampel dalam penelitian saya rencana ada 88 orang. jadi ada gak ketetapan uji relib saya harus berapa. karna yang saya tau uji relib harus di luar sampel penelitian nanti. makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya harus dari luar, tidak ada ketetapan pasti, 20 sampai 30 sample sudah cukup

      Delete
  9. mas mau tanya apa perbedaan quota sampling dengan total sampling?thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Quota itu orientasinya target, misal targetnya 30 sample, maka entah 1 atau 2 bulan atau lebih penelitian terus dilakukan hingga mencapai target 30 sampel tersebut. Kalau total sampling artinya semua anggota populasi menjadi sample, misal populasi 100 maka samplenya 100.

      Delete
  10. mas sy mau tanya..kl populasi 80 sampelnya 66..ternyata pd saat penelitian populasi berkurang krn kriteria inklusi ato eksklusi...trus gmn?apakah sy hrs mendapatkan sesuai dgn quota sampel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gantikan dengan anggota populasi yang lain

      Delete
  11. mas kalo populasi 60 bagusnya seluruh populasi dijadikan sampel apa sebagian aja yang di jdikan sampel?? kalo sebagian gimna ya rumusnya?? mhon bntuannya...maksih sblumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sedikit dan kiranya bisa dicapai semua, lebih baik menggunakan total sampling, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel

      Delete
  12. Mas, bisakah dijelasin lebih lanjut mengenai kriteria inklusi & eksklusi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Singkatnya: Kriteria inklusi adalah syarat agar anggota populasi dapat menjadi sample, sedangkan ekslusi adalah ketentuan yang dapat membuat anggota populasi yang sudah memenuhi syarat inklusi harus keluar dari kesempatan menjadi sample.

      Delete
  13. mas. bagamana cara pengambilan sampel apakah mesti 100 sampel diambil atau melihat jumlah populasinya dulu baru menentukan sampel? contoh rumusnya bagamana?

    Balas

    ReplyDelete
  14. Mas,mau nanya kalau populasi hnya 13orang smuanya dijdikan smpel trget bisa dicpai semua..??? Apakah bsa populasi hnya 13 orng..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja tapi tergantung pada uji statistik yang digunakan

      Delete
  15. Pak mau tanya kalau populasi saya 60 orang tetapi kemungkinan besar tidak semuanya kooperatif untuk dijadikan responden apa bisa ada cara lain selain total sampling? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentukan kriteria sampel yang kooperatif. Nama tekniknya adalah purposive sampling.

      Delete
  16. pak saya mau nanya..
    untuk quasy ekperimen one group pre test post tes dengan metode total sampling apakah harus melakukan uji validitas? terimakasih sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua penelitian dengan alat ukur atau instrumen berbentuk kuesioner atau angket, perlu uji validitas. Uji validitas dilakukan saat uji coba, bukan penelitian sesungguhnya

      Delete
  17. pak mau tanya dong..
    untuk quasy eksperimen dengan rancangan one group pre and post test design dan sampelnya menggunakan total sampling apakah perlu dilakukan uji validitas juga?
    terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji validitas pada populasi uji coba, jadi tidak berkaitan langsung dengan penelitian

      Delete
  18. pak mau tnya untuk uji t pada perbandingan apakah ada syarat jumlah minimal sampel atau tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk uji t sendiri butuh minimal 4 sampel per kelompok, agar dapat memenuhi syarat normalitas. Sedangkan jumlah sampel minimal berdasarkan desainnya, beda lagi bahasannya. Misal untuk penelitian eksperimen, anda baca rumus besar sampel khusus penelitian eksperimen.

      Delete
  19. Pak mau tanya, penelitian dengan one group pretest-posttest design, sampel penelitian menggunakan populasi (tanpa mengambil sampel) untuk uji hipotesisnya menggunakan rumus apa? terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada intinya, transformasi digunakan untuk mengatasi masalah asumsi. Jadi terserah anda mau menggunakan model apa, asalkan dapat mengatasi masalah asumsi tersebut. Hanya saja apabila ada angka 0, maka transformasi akar kuadrat dan logaritma tidak bisa digunakan. Tetapi anda bisa dengan menambahkan kostanta. Misal: Akar kuadrat(X+1). Jika X = 0, maka akar kuadrat (0+1)=Akar kuadrat (1)=1.

      Delete
  20. Mas mau tanya, kalau ketika uji validitas sudah dilakukan dan data valid semua, apakah data penelitian sesungguhnya itu harus di uji lagi?

    ReplyDelete
  21. Mas mau tanya, apakah boleh menggunakan total sampling dengan uji parametrik?

    ReplyDelete
  22. Maaf mau bertanya jumlah populasi penelitian saya 44org dan saya mengambil keseluruhanya sebagai sampel. Yang ingin saya tanyakan dalam uji validitas apakah bisa menggunakan 10org saja? apakah ada teori yang mendukung?
    Selain itu dalam uji validitas berapakah jumlah minimal yg harus digunakan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak literatur yang menyebutkan jumlah ideal uji validitas reliabilitas adalah antara 20 sampai dengan 30 sampel

      Delete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Analisis SPSS