Probit & Tobit Regression

SPSS/EViews Parity Engine (WebR GLM & Survival)
Engine Code by Anwar Hidayat – www.statistikian.com

Memuat Engine R-WASM (Survival Package)…

Sistem sedang mengunduh library statistika untuk iterasi Maximum Likelihood Tersensor. Mohon tunggu.

0%

Tahap 1: Input Data Kasus (Grid View)

💡 Tips: Copy-Paste langsung dari Excel ke dalam tabel.
NoX1_FaktorAX2_FaktorBY_Dependen
1
2
3
4
5

Dokumentasi Akademik ST-Engine: Regresi Probit & Tobit Maximum Likelihood

Dikembangkan & Didesain Secara Eksklusif Oleh:

ANWAR HIDAYAT

Founder dan CEO www.statistikian.com

Instrumen ekonometrika ini dibangun dengan dedikasi untuk menyajikan komputasi statistik presisi tinggi berbasis WebAssembly (WASM). Arsitektur ini dirancang secara spesifik untuk mematuhi paritas output perangkat lunak profesional seperti EViews, SPSS, dan STATA, mengeksekusi perhitungan riil ekonometrik tanpa menggunakan angka statis, serta dioptimalkan agar berjalan sempurna pada ekosistem WordPress modern.

Selamat datang di dokumentasi komprehensif ST-Engine Probit & Tobit Analysis. Pemodelan ekonometrika seringkali berhadapan dengan fenomena di mana variabel dependen (Y) tidak terdistribusi secara kontinu bebas, melainkan memiliki batasan (Limited Dependent Variables). Aplikasi analitik ini didesain secara khusus untuk mengeksekusi iterasi algoritma Maximum Likelihood Estimation (MLE) guna menyelesaikan problem regresi dengan variabel respon biner (Probit) dan variabel tersensor (Tobit).

1. Teori Dasar: Definisi, Tujuan, dan Fungsionalitas Regresi Terbatas

Dalam ranah ekonometrika klasik, asumsi dasar dari Regresi Linear Berganda (Ordinary Least Squares / OLS) mengharuskan variabel terikat (dependen) memiliki distribusi yang kontinu dan tidak terbatas dalam rentang negatif tak terhingga hingga positif tak terhingga. Namun, pada realitas empiris, peneliti sering menemukan data yang sifatnya diskrit (misalnya pilihan ya/tidak) atau data yang terpotong/tersensor pada titik tertentu (misalnya tingkat konsumsi tidak mungkin bernilai negatif). Penggunaan OLS pada kondisi Limited Dependent Variables ini akan menghasilkan estimasi parameter yang bias, tidak konsisten, dan memproduksi probabilitas di luar nalar (misalnya probabilitas bernilai negatif atau lebih dari 100%) (Gujarati, 2003). Untuk mengatasi anomali tersebut, dikembangkanlah model-model probabilistik non-linear, di mana dua yang paling fundamental adalah Regresi Probit dan Regresi Tobit.

1.1. Regresi Probit: Formulasi Variabel Laten Biner

Regresi Probit adalah varian dari Generalized Linear Model (GLM) yang diaplikasikan ketika variabel dependen (Y) merupakan variabel biner (dikotomi), yang hanya mengambil dua nilai, yakni 1 (merepresentasikan kejadian sukses, persetujuan, atau adopsi) dan 0 (merepresentasikan kegagalan, penolakan, atau non-adopsi). Tujuan utama dari model Probit adalah untuk mengestimasi probabilitas bahwa observasi dengan karakteristik prediktor tertentu akan jatuh ke dalam kategori Y=1.

Fondasi teoretis Probit dibangun di atas konsep Variabel Laten (Latent Variable) (Amemiya, 1981). Asumsikan terdapat sebuah variabel utilitas yang tidak dapat diobservasi secara kasat mata, sebut saja Y*. Variabel laten Y* ini dipengaruhi secara linear oleh sekumpulan variabel independen (X) melalui persamaan struktural: Y* = β0 + β1X1 + … + βkXk + ε. Meskipun Y* tidak terlihat, kita dapat mengobservasi pilihan biner (Y) yang dibuat oleh individu. Individu akan memilih Y=1 apabila utilitas latennya (Y*) melampaui suatu ambang batas tertentu (biasanya diasumsikan 0), dan memilih Y=0 jika sebaliknya.

Karakteristik yang membedakan Probit dari kerabat dekatnya (Regresi Logistik) adalah asumsi pada struktur galat (error term). Model Probit mengasumsikan bahwa komponen galat (ε) terdistribusi secara Normal Standar (Gaussian) dengan rata-rata nol dan varians satu (ε ~ N(0,1)) (Greene, 2012). Oleh karena itu, probabilitas bahwa Y=1 diformulasikan menggunakan Cumulative Distribution Function (CDF) dari distribusi normal standar, yang dilambangkan dengan simbol Phi (Φ). Penggunaan distribusi normal ini memberikan keuntungan analitis yang luar biasa, terutama ketika diperluas ke model multivariat probit atau ketika berhadapan dengan masalah endogenitas yang menuntut estimasi variabel instrumental bersarang secara normal.

1.2. Regresi Tobit: Solusi Masalah Penyensoran (Censoring)

Regresi Tobit (juga dikenal sebagai Model Regresi Tersensor / Censored Regression Model) pertama kali diperkenalkan oleh ekonom peraih Nobel, James Tobin, pada tahun 1958 dalam studinya mengenai pengeluaran rumah tangga untuk barang tahan lama (Tobin, 1958). Model ini dirancang untuk mengatasi data dependen berskala rasio/interval yang mengalami Penyensoran (Censoring).

Penyensoran berbeda dengan Pemotongan (Truncation). Pada data yang tersensor, kita masih memiliki informasi tentang variabel independen (X) dari seluruh sampel, namun nilai eksak dari variabel dependen (Y) hanya diketahui untuk sebagian sampel. Untuk sampel lainnya, kita hanya mengetahui bahwa nilai Y berada di bawah atau di atas suatu ambang batas. Kasus yang paling lazim adalah Left Censoring pada angka 0. Misalnya, jika kita meneliti jam kerja lembur karyawan, banyak karyawan yang mencatatkan angka 0 jam kerja lembur. Angka 0 ini bukanlah ukuran linear yang sesungguhnya; bisa jadi karyawan tersebut memiliki “keinginan” bekerja lembur yang sangat negatif (misal karena kelelahan ekstrim), namun karena jam kerja tidak bisa direkam dalam angka negatif, semua nilai laten negatif tersebut “disensor” dan dicatat menumpuk di angka 0. Jika kita menggunakan OLS biasa pada himpunan data yang sebagian besar nilainya menumpuk di 0, garis regresi akan tertarik paksa menjadi datar, menghasilkan koefisien yang bias secara asimtotik mendekati nol (Baltagi, 2005).

Sama seperti Probit, model Tobit juga diformulasikan menggunakan variabel laten Y*. Persamaannya adalah Y* = Xβ + ε, dengan asumsi ε ~ N(0, σ2). Aturan observasinya menyatakan bahwa kita akan mencatat Y sama dengan nilai Y* jika Y* lebih besar dari batas limit (misalnya 0), dan kita mencatat Y sama dengan batas limit tersebut apabila Y* kurang dari atau sama dengan batas limit. Kerumitan model Tobit terletak pada pencarian koefisien (β); model ini harus memaksimalkan fungsi kemungkinan (likelihood function) yang merupakan fusi (gabungan hibrida) antara dua komponen matematika yang berbeda: densitas probabilitas kontinu (untuk observasi yang tidak tersensor) dan probabilitas diskrit kumulatif (untuk observasi yang tersensor).

2. Formula Matematis Tiap Tahap Analisis dan Relevansinya

1. Fungsi Likelihood Model Probit

L(β) = ∏y=1 Φ(Xiβ) × ∏y=0 [1 – Φ(Xiβ)]

Penjelasan Anatomi Formula: Fungsi Maximum Likelihood untuk Probit di atas menunjukkan pencarian probabilitas tertinggi. Φ merepresentasikan Cumulative Distribution Function (CDF) Normal Standar. Algoritma komputasi akan melakukan iterasi berulang-ulang untuk mencari kombinasi nilai parameter koefisien (β) yang mampu memaksimalkan hasil perkalian () probabilitas kejadian faktual (y=1) dengan probabilitas kejadian kegagalan (y=0). Dalam ST-Engine, formula ini dieksekusi melalui pustaka algoritma GLM (Generalized Linear Model) dengan argumen tautan probit (link=’probit’) yang dievaluasi menggunakan metode optimasi Newton-Raphson hingga mencapai konvergensi (Maddala, 1983).

2. Fungsi Likelihood Model Tobit (Left-Censored)

L(β, σ) = ∏y>0 [ (1/σ) φ((yi – Xiβ)/σ) ] × ∏y=0 [ 1 – Φ(Xiβ/σ) ]

Penjelasan Anatomi Formula: Persamaan ini adalah inovasi brilian dari James Tobin. Bagian pertama (kiri) menangani sampel yang nilainya lebih dari nol (tidak tersensor) menggunakan fungsi densitas probabilitas (PDF) Normal kontinu (dilambangkan dengan φ kecil). Bagian kedua (kanan) menangani sampel yang menumpuk di angka nol (tersensor) dengan menghitung probabilitas total kumulatif (CDF, dilambangkan dengan Φ besar) bahwa variabel laten Y* jatuh di bawah batas ambang nol. ST-Engine memecahkan formula hibrida ini menggunakan algoritma adaptasi survreg (model survival dengan distribusi Gaussian) yang secara fungsional identik ekuivalen dalam mengolah limitasi sensor kiri (Therneau, 2000).

3. Evaluasi Model: Pseudo R-Square (McFadden)

R2McFadden = 1 – ( ln Lfinal / ln Lnull )

Penjelasan Anatomi Formula: Berbeda dengan R-Square pada OLS yang mencerminkan proporsi varians yang terjelaskan, dalam MLE, tidak ada formulasi varians absolut. McFadden (1974) mengusulkan formula perbandingan nilai Log-Likelihood. Lfinal adalah nilai log-likelihood dari model yang berisi seluruh kovariat, sedangkan Lnull adalah model kosong (hanya konstanta). Jika model final sangat kuat, rasionya akan mendekati nol, membuat Pseudo R-Square merayap naik menuju angka 1. Indeks ini sangat konservatif; nilai 0.2 hingga 0.4 dalam indeks McFadden sudah mengindikasikan model fit (kecocokan model) yang sangat luar biasa brilian di realitas penelitian sosial (McFadden, 1974).

3. Arsitektur Perangkat Lunak (Infrastruktur ST-Engine)

Aplikasi ini dirancang oleh Bapak Anwar Hidayat dengan paradigma Client-Side Processing absolut, menggunakan fusi (penggabungan) arsitektur bahasa komputasi termutakhir. Desain infrastruktur ini menjamin integritas saintifik dan kompatibilitas sistem Manajemen Konten tingkat tinggi:

  • Inti Komputasi R-WASM (WebAssembly): Alat ini tidak menggunakan modul perkiraan JavaScript biasa. Melalui proyek WebR, mesin mengunduh dan menanamkan biner bahasa pemrograman statistika “R” secara lokal di dalam memori browser (peramban) Anda. Ia menarik secara senyap library(survival) untuk algoritma Tobit dan mengandalkan modul glm untuk Probit. Ini menjamin perolehan angka desimal yang ekuivalen mutlak dengan hasil eksekusi aplikasi R Studio yang terinstal pada PC berspesifikasi tinggi.
  • Core Vanilla JS Klasik: Logika interaktivitas (DOM Manipulation, parsing matriks CSV, hingga logika Tri-Box mapping) dikonstruksi secara murni menggunakan Vanilla JavaScript (tanpa library pihak ketiga seperti jQuery atau React). Keputusan arsitektural ini memastikan bahwa tool ini “kebal” terhadap kompresi file (minification) yang sering diagresi secara paksa oleh plugin LiteSpeed Cache, serta tidak akan memicu konflik script saat disematkan (di-embed) pada situs WordPress yang berbalut kerangka tema Astra dan Spectra.
  • State Management Tertidur (Dormant Analysis): Sesuai kaidah efisiensi memori, meskipun skrip dasar akan otomatis termuat (autoload) saat Anda membuka halaman web, fungsi pemicu perhitungan ekonometrika berat (*real econometric calculation*) sengaja ditidurkan (dormant) dan baru akan dieksekusi sesaat setelah pengguna memberikan otorisasi final dengan menekan tombol JALANKAN ANALISIS. Tidak ada *gimmick* angka statis; seluruh output (chi-square, p-value, pseudo-R2) adalah produk kalkulasi matematis riil dari data yang diinput.

4. Panduan Manual Penggunaan Alat Analisis

Pengguna diwajibkan mengikuti tahapan berurutan (linear) untuk mencegah kegagalan algoritma maksimum likelihood mencapai titik konvergensi (non-convergence error).

4.1. Pemilihan Mode dan Persiapan Data

Hal pertama yang dilakukan adalah mendeklarasikan jenis regresi pada opsi “Pilih Jenis Analisis”. Jika Anda memilih Tobit, sebuah panel pengaturan batas bawah sensor (Left Limit) akan terekspos. Angka bawaan (default) adalah 0, namun Anda bisa memodifikasinya sesuai batasan instrumen kuesioner Anda. Selanjutnya, masukkan matriks data observasi pada Grid Data:

  • Metode Upload CSV: Ini adalah jalur yang disarankan untuk set data masif. Susun data Anda secara vertikal di Microsoft Excel, simpan ke format “CSV (Comma delimited)”. Klik tombol “Upload CSV” dan biarkan parser Vanilla JS memecah struktur koma secara otomatis memasukannya ke dalam Grid.
  • Metode Ekstraksi Copy-Paste: Anda bisa memblok area data di Excel/SPSS (termasuk judul kolom), tekan Ctrl+C, letakkan kursor pada sel pertama Tabel Grid di aplikasi ini, dan tekan Ctrl+V.
  • Tombol Data Simulasi Dinamis: Berfungsi ganda sebagai alat validasi pembelajaran dan uji coba mesin. Dengan satu tekanan, algoritma pseudo-random akan mencetak 50 set baris observasi fiktif. Jika mode Probit sedang aktif, kolom Y akan otomatis dikalkulasi biner 0 dan 1. Jika mode Tobit aktif, kolom Y akan menghasilkan nilai berkelanjutan yang menumpuk terpotong tegas di angka 0.
  • Tombol Tambah Baris: Untuk menambah slot pengisian entri manual secara gradual.

Akhiri langkah awal ini dengan menekan paksa tombol berwarna biru tua “Simpan Data & Lanjut Mapping”. Ini akan membekukan matriks sel dan mentransfer nama judul kolom ke dalam loket panel pemetaan (Mapping).

4.2. Pemetaan Variabel Relasional (Tri-Box Mapping)

Fase ini sangat krusial agar mesin R mengetahui struktur anatomi prediktif Anda. Terdapat panel antarmuka dengan 3 kotak relasional:

  • Kotak Kiri (Variabel Tersedia): Menampilkan semua variabel dari data input Anda.
  • Kotak Variabel Independen (X) – Warna Biru: Pindahkan variabel-variabel prediktor bebas ke dalam kotak ini (bisa memuat banyak variabel sekaligus).
  • Kotak Variabel Dependen (Y) – Warna Merah: Sangat eksklusif, pindahkan HANYA 1 variabel ke dalam kotak ini. Peringatan: Jika Anda menggunakan Probit, pastikan 100% isi variabel ini hanya memuat angka biner 0 dan 1.

4.3. Konfigurasi Opsi dan Pelaksanaan Alur Analisis

Silakan centang pengaturan keluaran yang Anda harapkan (Model Fit, Pseudo R2, Parameter Estimates, Persamaan Matematis). Tekan tombol ▶ JALANKAN ANALISIS.
Diagram Alur Sistematis di Balik Layar:
[Aksi Klik] → [Pengikatan Data (Binding) ke Variabel Lingkungan WebR] → [Evaluasi Sintaks `glm(family=binomial(link=’probit’))` ATAU `survreg(dist=’gaussian’)`] → [Ekstraksi Objek Vektor R menggunakan JSONlite] → [Translasi Array JSON menjadi Tabel HTML Dinamis] → [Sistem Pakar Menyusun Teks Kesimpulan].


4.4. Panduan Ekstensif Interpretasi Nilai dan Tabel Output

Nilai akurasi output dari ST-Engine dirancang identik seratus persen dengan kapabilitas IBM SPSS maupun EViews. Berikut adalah metode menguliti parameter hasilnya:

A. Tabel Model Fitting Information (Uji Kelayakan Model Global)

Tabel ini setara dengan Uji F pada regresi OLS; fungsinya menguji apakah variabel-variabel independen (X) secara serentak (bersama-sama) memberikan kontribusi nyata dalam memprediksi Y.

  • -2 Log Likelihood: Dikenal juga sebagai devians. Nilai “Intercept Only” melukiskan keburukan model jika ditebak secara acak tanpa variabel prediktor. Nilai “Final” adalah keburukan model setelah Anda memasukkan prediktor X. Penurunan nilai yang tajam dari Intercept ke Final mengindikasikan model Anda semakin berkualitas prima.
  • Chi-Square & df (Derajat Kebebasan): Nilai Chi-Square merepresentasikan selisih kuantitatif yang mengkalkulasi besaran perbaikan model tersebut. df (Degree of Freedom) berbanding lurus dengan jumlah variabel X yang Anda inklusikan.
  • Sig. (P-Value): Merupakan holy grail penentu kelayakan model. Jika angka Sig. < 0.05, silakan simpulkan secara akademis bahwa model probit/tobit secara absolut “Fit” (layak dan signifikan digunakan). Sebaliknya jika > 0.05, model regresi Anda dipandang gagal secara teoretis empiris.

B. Tabel Pseudo R-Square (Kemampuan Penjelasan)

Pada model non-linear MLE, tidak ada kesepakatan mutlak mengukur persentase R-Kuadrat, sehingga ahli statistik menciptakan ukuran pengganti (Pseudo).

  • Cox and Snell: Mengkomparasi likelihood model Anda dengan *baseline*. Kelemahan utamanya adalah koefisien ini tidak akan pernah mampu menyentuh nilai maksimal 1.0, sehingga interpretasinya kerap kali diabaikan.
  • Nagelkerke: Penyempurnaan koreksi dari Cox-Snell agar mampu memuncak di nilai 1.0. Nilai ini yang paling lazim digunakan di berbagai skripsi dan tesis. Jika bernilai 0.354, maka bermakna prediktor X Anda berkontribusi merumuskan/menjelaskan variabel Y sebesar 35.4%, sisanya (64.6%) diterangkan oleh variabel alien di luar model penelitian.
  • McFadden: Ukuran yang lebih konservatif dan tegar. Menilai kecocokan berdasarkan log-likelihood murni. Nilai antara 0.2 hingga 0.4 diindikasi merepresentasikan kecocokan prediktif (excellent fit) yang superior di bidang sains.

C. Tabel Parameter Estimates (Koefisien Prediktor Parsial)

Tabel pamungkas yang menjawab hipotesis parsial (T-Test) Anda secara mandiri untuk setiap variabel.

  • B (Estimate): Inilah nilai sentral arah hubungan (koefisien parameter parsial). Tanda Negatif (-) bermakna sifatnya menekan probabilitas (Probit) atau mereduksi skor laten (Tobit). Tanda Positif (+) bermakna mengangkat probabilitas. Perlu dicatat: Pada Probit dan Tobit, Anda TIDAK BOLEH membaca angka ini secara linier absolut (seperti pada OLS). Nilai ini hanya merefleksikan perubahan pada skor Z (kurva lonceng normal) atau skor pada variabel utilitas laten (Y*), bukan probabilitas riil kasat mata (membutuhkan perhitungan Marginal Effect untuk ekstraksi persentasenya).
  • Std. Error (SE): Besaran keacakan atau margin kesalahan pergerakan rata-rata koefisien B. Angka SE yang membengkak luar biasa besar adalah detektor paling ampuh bahwa matriks data Anda mengalami fenomena penyakit Multikolinearitas antar variabel.
  • Wald: Statistik yang dikonstruksi dari pangkat dua pembagian antara nilai B dan nilai SE-nya. Ini adalah metrik pondasi bagi penentuan nilai signifikansi.
  • Sig. (P-Value): Mahkota pembuktian hipotesis parsial Anda. Apabila nilai pada kolom ini bertengger kokoh di angka < 0.05, Anda mendeklarasikan “Hipotesis Alternatif Diterima” atau “Variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap probabilitas (Probit) / kejadian (Tobit) variabel Y”.
  • (Scale / Sigma) (Khusus Regresi Tobit): Pada tabel Tobit, ST-Engine memunculkan baris tambahan ini. Nilai ini sejatinya mengekstraksi parameter deviasi standar sisaan (residual standard deviation) dari model terpotong/tersensor, yang di perangkat lunak EViews kerap dipresentasikan dalam blok MLE sigma. Ini memastikan matriks komputasinya sah secara internasional.

D. Interpretasi Persamaan Matematis Ekonometrik (Equation)

Aplikasi ini menyediakan Expert Box yang langsung merangkaikan koefisien yang dicetak (B) menjadi persamaan ekuivalen matematis. Untuk model Probit, persamaan ini membentuk konfigurasi nilai probabilitas Z-Score, bukan persamaan linear biasa. Fungsi kumulatif Φ(Z) pada Probit memaksakan kurva regresi untuk berkelok anggun seperti huruf “S” (ogive curve), melarang keras output probabilitas anjlok hingga menembus garis di bawah 0 atau melampaui puncak 1. Pada model Tobit, fungsi menyusun skema variabel laten Y* yang diregresikan linier, baru kemudian ditapis oleh gerbang aturan batas sensor yang Anda inisiasi di awal tahapan.

5. Konklusi Manfaat Substitusi Analitik: Kelebihan dan Limitasi

Kelebihan Komparatif (Pros):

  1. Sistem Ekonometrika Autentik Riil: Alat ini mengakhiri simulasi abal-abal yang jamak bertebaran di internet. Penggunaan paket bawaan WebR menggaransi kalkulasi probabilitas terarsip menggunakan iterasi Maximum Likelihood tulen. Tidak ada satupun deret angka rekayasa fiksi yang ditanam (*gimmick*); setiap log-likelihood, Wald, dan Chi-Square diturunkan dari matrikulasi data faktual penggunanya secara ortodoks.
  2. Kedaulatan Privasi Mahasiswa & Peneliti: Problem krusial perangkat lunak berbasis Cloud (awan) adalah keharusan mentransfer rekam data privasi finansial atau klinis medis menuju loker server entitas tak dikenal. Mekanika Client-Side WebAssembly pada alat ini mengeksekusi milyaran kalkulasi matematika langsung dari RAM (Memori) sirkuit komputer/laptop lokal penggunanya. Matriks observasi rahasia Anda selamanya tinggal dan dieksekusi di ranah peramban secara privat (sejalan dengan undang-undang ketat perlindungan data pribadi).
  3. Lintas Ekosistem Instan: Menihilkan komplikasi instalasi (*zero-installation friction*). Bisa dieksekusi pada *operating system* macOS Apple, Windows generasi apa pun, hingga Linux, cukup bermodalkan koneksi *broadband* dan akses menuju peramban Google Chrome atau Mozilla Firefox termutakhir.

Kekurangan Termanifestasi (Cons):

  1. Penundaan Pengunduhan Biner (*Cold Start Delay*): Untuk beroperasi secara paripurna, sistem peramban wajib mengunduh pustaka struktur modul bahasa “R” biner berkisar 20-30 Megabyte saat halaman pertama kali termuat. Pada geografi dengan stabilitas kecepatan koneksi lemah, durasi jeda ini dapat mengonsumsi waktu antara puluhan detik hingga satu menit sebelum antarmuka alat responsif dapat diperintah (dormant delay).
  2. Efek Puncak Memori: Tergantung pada seberapa uzur kapabilitas Random Access Memory (RAM) komputer milik pengguna. Mengunggah ribuan entitas baris observasi akan mencekik kapasitas tab peramban dan memperlambat langkah algoritma Newton-Raphson mencapai fase konvergensi.

6. Daftar Pustaka

  • Amemiya, T. (1981). Qualitative response models: A survey. Journal of economic literature, 19(4), 1483-1536.
  • Baltagi, B. H. (2005). Econometric analysis of panel data. John Wiley & Sons.
  • Greene, W. H. (2012). Econometric analysis (7th ed.). Pearson Education.
  • Gujarati, D. N. (2003). Basic econometrics. McGraw-Hill Education.
  • Maddala, G. S. (1983). Limited-dependent and qualitative variables in econometrics. Cambridge university press.
  • McFadden, D. (1974). Conditional logit analysis of qualitative choice behavior. In P. Zarembka (Ed.), Frontiers in econometrics (pp. 105-142). Academic Press.
  • Therneau, T. M., & Grambsch, P. M. (2000). Modeling Survival Data: Extending the Cox Model. Springer-Verlag.
  • Tobin, J. (1958). Estimation of relationships for limited dependent variables. Econometrica: journal of the Econometric Society, 24-36.
Daftar Tool Analisis Statistik Online Statistikian
Scroll to Top
Jasa Olah dan Analisis Statistik Oleh Statistikian Tahun 2024