Variabel Penelitian Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh

2
24910

Variabel Penelitian

Pengertian Variabel

Variabel adalah setiap karakteristik, jumlah, atau kuantitas yang dapat diukur atau dihitung. Variabel juga bisa disebut item data. Usia, jenis kelamin, pendapatan dan pengeluaran bisnis, negara kelahiran, belanja modal, nilai kelas, warna mata dan jenis kendaraan adalah contoh variabel. Disebut variabel karena nilainya dapat bervariasi antar unit data dalam suatu populasi, dan dapat berubah nilainya dari waktu ke waktu. (Sumber: https://www.abs.gov.au/). Sedangkan Variabel Penelitian adalah atribut atau obyek yang memiliki variasi antara satu sama lainnya. (Sumber: menurut Hatch dan Farhady dalam Sugiyono, 2015, h. 38).

Para peneliti atau mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, pastilah akan menjumpai istilah Variabel Penelitian. Kami yakin sebagian dari pembaca yang mungkin notabene sebagaian besar adalah mahasiswa semester akhir yang sedang menyelesaikan tugas penelitian, belumlah paham seratus persen tentang arti sesungguhnya dari variabel penelitian. Sesungguhnya Ada beberapa definisi tentang variabel penelitian. dalam artikel ini akan kami jelaskan secara detail dan gamblang.

Beberapa definisi variabel penelitian yang kami kumpulkan adalah diantaranya sebagai berikut:

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Pengertian yang dapat diambil dari definisi tersebut ialah bahwa dalam penelitian terdapat sesuatu yang menjadi sasaran, yaitu variabel. Sehingga variabel adalah fenomena yang menjadi pusat perhatian penelitian untuk diobservasi atau diukur.

Variabel penelitian adalah konsep yang memiliki variasi nilai.

Definisi di atas mengandung makna bahwa sesuatu atau konsep dapat disebut variabel jika konsep tersebut memiliki variabilitas atau dapat dibedakan menjadi beberapa jenis atau kategori.

Pengertian Variabel Penelitian Menurut Ahli (Pakar)

  1. Menurut Suharsimi Arikunto (1998), pengertian variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian suatu penelitian.
  2. Menurut Sugiyono (2009), pengertian variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
  3. Menurut Kerlinger (2006), pengertian variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari yang mempunyai nilai yang bervariasi. Variabel adalah simbol atau lambang yang padanya kita letakkan sembarang nilai atau bilangan.

Baca juga: Metodologi Penelitian dan Teknik Sampling.

Klasifikasi Variabel Penelitian

Variabel dapat diklasifikasikan berdasarkan antara lain:

  1. skala pengukurannya,
  2. konteks hubungannya, dan
  3. dapat tidaknya variabel dimanipulasi.

Macam Variabel Berdasarkan skala pengukurannya

Variabel penelitian berdasarkan skala pengukurannya yaitu antara lain:

  1. Variabel Nominal
  2. Variabel Ordinal
  3. Variabel Interval
  4. Variabel Rasio.

 

Variabel Penelitian
Variabel Penelitian
1) Variabel nominal

Variabel nominal adalah variabel dengan skala paling sederhana karena fungsinya hanya untuk membedakan atau memberi label suatu subjek atau kategori. Contoh variabel nominal: jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).

Variabel nominal merupakan variabel dengan derajat paling rendah. Variabel ini mempunyai ciri-ciri yaitu tidak bisa dilakukan operasi matematis sebab bentuk datanya adalah kualitatif. Sesuai contoh diatas misalnya jenis kelamin. Tidak bisa dilakukan operasi matematis misalnya laki-laki ditambah perempuan menjadi sesuatu.

Beda halnya dengan data interval atau rasio yang dapat dilakukan operasi matematis misalnya berat badan 50 Kg ditambah 10 Kg = 60 Kg.

Selain itu, variabel nominal ini berbeda dengan variabel ordinal atau bertingkat. Jadi tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, lebih baik ata lebih buruk dan lain sebagainya yang menunjukkan perbedaan tingkat. Seperti contoh diatas misalnya, jeis kelamin laki-laki belum tentu lebih baik dari pada jenis kelamin perempuan.

2) Variabel ordinal

Variabel ordinal adalah variabel yang dibedakan menjadi beberapa secara bertingkat. Contoh variabel ordinal adalah: status sosial ekonomi rendah, sedang, tinggi.

Variabel ordinal ini sifatnya hampir sama dengan variabel nominal, hanya saja perbedaannya yaitu disini bertingkat. Artinya ada yang lebih baik atau buruk. Misalnya status sosial ekonomi tinggi adalah lebih baik dari pada status sosial ekonomi sedang. Dan ekonomi sedang lebih baik dari pada ekonomi rendah, begitu pula sebaliknya.

Variabel ordinal berbeda dengan variabel interval atau rasio, dimana disini juga tidak dapat dilakukan operasi matematis.

3) Variabel interval

Variabel interval adalah variabel yang selain dimaksudkan untuk membedakan, mempunyai tingkatan, juga mempunyai jarak yang pasti atau satu kategori dengan kategori lainnya, contoh prestasi belajar atau motivasi belajar: 5, 6, 7, 8, dst.

Dengan adanya jarak pasti tersebut, ciri-ciri data interval ini adalah dapat dilakukan operasi matematis. Misalnya kadar hemoglobin darah 8 mmHg ditambah 2 mmHg menjadi 10 mmHg. Tentunya hal ini yang membedakan dengan data nominal dan ordinal.

Data interval dan data rasio karena merupakan data berbentuk angka maka disebut juga data numerik atau data kuantitatif.

4) Variabel rasio

Variabel rasio merupakan variabel selain bersifat membedakan, mempunyai tingkatan yang jaraknya pasti, dan setiap nilai kategori diukur dari titik yang sama, contoh variabel rasio adalah: berat badan, tinggi badan, dst.

Variabel rasio ini sebenarnya sama dengan variabel interval, namun mempunyai perbedaan yaitu dalam variabel rasio ada nilai 0 absolut yang artinya diukur dari titik awal atau titik mula yang sama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa variabel rasio merupakan variabel dengan derajat tertinggi.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan urutan derajat variabel dari yang terendah ke yang tertinggi adalah sebagai berikut: Nominal, Ordinal, Interval kemudian Rasio.

Baca Juga: Transformasi Data

Berdasarkan penjelasan diatas tadi kita telah menyebutkan bahwa variabel interval dan rasio merupakan sama-sama variabel kuantitatif atau numerik. Terkait dengan data kuantitatif dapat pula dibedakan berdasarkan cara perolehannya.

Variabel numerik berdasarkan perolehannya

Variabel numerik berdasarkan perolehannya ada 2 macam yaitu variabel kontinyu dan variabel diskrit.

a) Variabel Kontinyu

Variabel Kontinyu adalah variabel numerik yang cara perolehannya dari menghitung. Misalnya nilai ulangan Bahasa Indonesia.

b) Variabel Diskrit

Variabel Diskrit adalah variabel numerik yang cara perolehannya dari mengukur. Misalnya Suhu Badan. Dalam hal ini mendapatkan nilai suhu bada maka harus melakukan pengukuran misalnya menggunakan alat termometer.

Variabel Penelitian Berdasarkan konteks hubungannya

Variabel dalam suatu penelitian jumlahnya bisa lebih dari satu. Variabel-variabel tersebut saling berhubungan dan jika ditinjau dari konteks hubungannya ini, maka jenis variable dapat dibedakan menjadi variabel antara lain:

  1. Variabel bebas
  2. Variabel Terikat
  3. Variabel Moderator atau Interveining
  4. Variabel Perancu
  5. Variabel Kendali
  6. Variabel Rambang

Penjelasan Jenis Variabel Berdasarkan Konteks Hubungannya:

1) Variabel bebas atau independent variable

Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel lainnya, yaitu variable terikat.

Contoh variabel bebas adalah misalnya dalam penelitian yang berjudul: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa. Dalam hal ini, motivasi belajar diduga mempengaruhi prestasi belajar. Maka motivasi belajar sebagai variabel bebas. Dikatakan bebas sebab nilanya dapat berubah-ubah dan setiap perubahan itu mempengaruhi nilai variabel terikat.

2) Variabel terikat atau dependent variable

Variabel terikat merupakan variabel yang nilainya tergantung dari nilai vaiabel lainnya.

Contoh variabel terikat adalah misalnya seperti yang dijelaskan dalam poin pertama diatas, yaitu dalam penelitian yang berjudul: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa. Dalam hal ini, prestasi belajar diduga dipengaruhi oleh motivasi belajar. Maka prestasi belajar sebagai variabel terikat. Dikatakan terikat karena nilainya tergantung kepada variabel bebas yaitu motivasi belajar.

3) Variabel moderator atau variable intervening

Variabel moderator merupakan variable yang juga mempengaruhi variabel terikat, namun dalam penelitian pengaruhnya tidak diutamakan. Variabel interveining disebut juga variabel perantara, sebab keberadaannya dapat mempengaruhi hubungan variabel bebas dengan variabel terikat.

Contoh variabel interveining adalah misalnya dalam penelitian yang berjudul pengaruh IQ terhadap nilai matematika melalui frekuensi belajar. Konsep dari judul tersebut, diduga IQ mempengaruhi nilai matematika siswa namun harus melalui frekuensi belajar. Sebab meskipun IQ tinggi tetapi tidak belajar maka nilai ujian matematika juga akan diduga rendah.

4) Variabel perancu (confounding variable)

Variabel perancu merupakan variabel yang berhubungan variabel bebas dan variabel terikat, tetapi bukan variable antara.

5) Variabel kendali

Variabel kendali merupakan variabel yang juga mempengaruhi variabel terikat, tetapi dalam penelitian keberadaannya dijadikan netral.

6) Variabel rambang

Variabel rambang merupakan variabel yang juga ikut mempengaruhi variabel terikat namun pengaruhnya tidak begitu berarti, sehingga keberadaan variabel ini dalam penelitian diabaikan.

Variabel Penelitian Berdasarkan dapat tidaknya variabel penelitian dimanipulasi

Ada variabel di mana peneliti dapat melakukan intervensi dan ada pula variabel di mana peneliti tidak dapat melakukan intervensi. Atas dasar tinjauan ini, variabel dibedakan menjadi variabel dinamis dan variabel statis.

1) Variabel dinamis adalah variabel yang dapat dimanipulasi atau diintervensi oleh peneliti. Contoh variabel dinamis adalah: metoda mengajar, teknik pelatihan, strategi pembiasaan, dst.

2) Variabel statis merupakan variabel yang tidak dapat diintervensi atau dimanipulasi oleh peneliti. Contoh variabel statis adalah: jenis kelamin, umur, status perkawinan, dst.

Hubungan Antar Variabel

Hubungan antar variabel penelitian dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Hubungan asimetris,
  2. Hubungan simetris, dan
  3. Hubungan timbal balik (Machfoedz, 2007: 29).

Penjelasan Hubungan Antar Variabel:

1. Hubungan asimetris

Pada hubungan asimetris, suatu variabel atau variabel-variabel bebas berhubungan dengan variabel atau variabel-variabel terikat. Hubungan variabel asimetris dibedakan menjadi dua, yaitu: hubungan bivariat dan multivariat.

a) Hubungan variabel bivariat: hubungan antara dua variabel.

Contoh hubungan asimetris bivariat : hubungan kecerdasan intelektual (X) dengan prestasi belajar (Y). Siswa yang mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi, prestasi belajarnya juga tinggi.

Secara visual hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan Bivariat
Hubungan Bivariat
b) Hubungan multivariat: hubungan antara tiga variabel atau lebih.
Contoh hubungan variabel asimetris multivariate:

Hubungan kecerdasan intelektual (X₁), kecerdasan emosional (X₂), dan motivsi belajar (X₃) dengan prestasi belajar (Y).

Secara visual hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan Multivariat
Hubungan Multivariat

2. Hubungan variabel simetris

Hubungan variable secara simetris artinya ada hubungan antara dua variabel, tetapi variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variable lainnya.

Contoh hubungan variable secara simetris:

Variabel tinggi badan (Y₁) dan variable berat badan (Y₂) merupakan variable terikat yang dipengaruhi oleh variabel pertumbuhan (X). Kedua variable terikat berhubungan tetapi variable yang satu tidak diengaruhi variable lainnya. Secara visual hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan Simetris
Hubungan Simetris

c. Hubungan variabel timbal balik

Hubungan variabel dikatakan bersifat timbal balik jika variabel yang satu mempengaruhi variabel lainnya dan sebaliknya.

Contoh hubungan variabel secara timbal balik: Variabel rasa percaya diri (X) mempengaruhi prestasi belajar (Y) dan sebaliknya, prestasi belajar juga mempengaruhi rasa percaya diri.

Hubungan semacam ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan Timbal Balik
Hubungan Timbal Balik

Demikian diatas telah kita jelaskan pengertian variabel penelitian beserta contohnya. Jenis-jenis variabel telah kita sebutkan bahwa dapat dibedakan berdasarkan skala pengukurannya, konteks hubungannya dan sifat hubungannya serta cara perolehannya.

Jasa Olah Data Aman Terpercaya

2 KOMENTAR

Comments are closed.