Tutorial Cara Uji Homogenitas Fisher F

0
527

Homogenitas Fisher F

Dalam uji homogenitas kita mengenal beberapa jenis uji dan salah satunya adalah uji homogenitas variansi atau yang disebut juga Uji Fisher F. Dalam artikel ini kita akan membahas cara melakukan uji homogenitas Fisher F dengan menggunakan aplikasi MS Excel 2007/2010/2013 atau di atasnya.

Tutorial Cara Uji Homogenitas Fisher F dengan Excel

Langsung saja kita mulai, buat 2 buah data variabel yang akan diuji homogenitasnya. Anggap saja kita punya 2 variabel di mana variabel 1 terdiri dari 20 sampel dan variabel 2 terdiri dari 19 sampel.

Tempatkan data variabel 1 di cell A7:A42 dan variabel 2 di cell B7:B42.

Homogenitas Fisher
Homogenitas Fisher

Untuk mempermudah anda, silahkan download file kerja excel di link berikut: File Kerja Uji Homogenitas Fisher.

Atau lihat file excel di bawah ini:

Formula Excel Uji Homogenitas Fisher F

Ketikkan rumus excel sebgai berikut:

  1. Cell E7: =AVERAGE(A7:A42) artinya menghitung nilai Mean atau rata-rata variabel 1.
  2. Cell E8: =AVERAGE(B7:B42) artinya menghitung nilai Mean atau rata-rata variabel 2.
  3. Cell E9: =E7-E8 artinya menghitung perbedaan Mean kedua kelompok.
  4. Cell E11: =VAR(A7:A42) artinya menghitung nilai Varians variabel 1.
  5. Cell E12: =VAR(B7:B42) artinya menghitung nilai Varians variabel 2.
  6. Cell E13: =COUNT(A7:A42) artinya menghitung jumlah sampel variabel 1.
  7. Cell E14: =COUNT(B7:B42) artinya menghitung jumlah sampel variabel 2.
  8. Cell E15: =IF(E11>=E12,E13-1,E14-1) artinya menentukan DF 1 yaitu jumlah sampel dikurangi pada kelompok dengan varians terbesar.
  9. Cell E16: =IF(E11>=E12,E14-1,E13-1) artinya menentukan DF 2 yaitu jumlah sampel dikurangi pada kelompok dengan varians terkecil.
  10. Cell E17: 0,05 artinya batas kritis atau tingkat signifikansi yang diinginkan sebesar 0,05.
  11. Cell E18: =ABS(IF(E11>=E12,E11/E12,E12/E11)) artinya menghitung nilai F Hitung dengan cara Varians Terbesar dibagi Varians Terkecil.
  12. Cell E19: =F.DIST(E18,E14-1,E13-1,TRUE) artinya menentukan nilai signifikansi atau p value uji f pihak kiri.
  13. Cell E20: =FDIST(E18,E14-1,E13-1) artinya menentukan nilai signifikansi atau p value uji f pihak kanan.
  14. Cell E21: =FTEST(A7:A42,B7:B42) artinya menentukan nilai signifikansi atau p value uji f 2 pihak.
  15. Cell E22: =IF(E21>E17,”Homogen”,”Heterogen”) artinya kita akan membuat keputusan terhadap hipotesis, yaitu apabila P Value Uji 2 Pihak lebih besar dari batas kritis 0,05 maka data kedua kelompok bersifat homogen dan sebaliknya apabila P Value Uji 2 Pihak lebih kecil dari atau sama dengan batas kritis 0,05 maka kedua kelompok bersifat heterogen.

Cara Baca Uji Homogenitas Fisher F

Berdasarkan penjelasan dan tutorial di atas, dapat kita gunakan untuk menjawab hipotesis terhadap uji homogenitas. Yaitu dengan melihat nilai p value fisher F, jika nilainya > 0,05 maka menerima H0 atau yang berarti variance antar faktor tidak berbeda nyata. Dengan kata lain disebut homogen. Maka jika ada pertanyaan apakah hasilnya homogen atau heterogen? maka peneliti akan menjawab homogen.

Demikian Cara Mudah melakukan uji homogenitas varians Fisher F berdasarkan Excel.

Agar anda lebih udah memahami bahasan ini, kami anjurkan anda membaca artikel kami sebelumnya tentang “Uji Homogenitas” dan baca pula “Homogenitas Minitab.”

By Anwar Hidayat



BAGIKAN
Berita sebelumyaTutorial Cara Uji Lilliefors Dengan Excel
Berita berikutnyaUji Spearman dengan Excel dan Cara Hitung
Founder dan CEO dari Statistikian Sejak tahun 2012 sampai dengan Sekarang. Statistikian melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai jenis aplikasi atau software statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel.

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......