Tutorial Cara Uji Homogenitas Fisher F

2
2081

Homogenitas Fisher F

Dalam uji homogenitas kita mengenal beberapa jenis uji dan salah satunya adalah uji homogenitas variansi atau yang disebut juga Uji Fisher F. Dalam artikel ini kita akan membahas cara melakukan uji homogenitas Fisher F dengan menggunakan aplikasi MS Excel 2007/2010/2013 atau di atasnya.

Tutorial Cara Uji Homogenitas Fisher F dengan Excel

Langsung saja kita mulai, buat 2 buah data variabel yang akan diuji homogenitasnya. Anggap saja kita punya 2 variabel di mana variabel 1 terdiri dari 20 sampel dan variabel 2 terdiri dari 19 sampel.

Tempatkan data variabel 1 di cell A7:A42 dan variabel 2 di cell B7:B42.

Homogenitas Fisher
Homogenitas Fisher

Untuk mempermudah anda, silahkan download file kerja excel di link berikut: File Kerja Uji Homogenitas Fisher.

Atau lihat file excel di bawah ini:

Formula Excel Uji Homogenitas Fisher F

Ketikkan rumus excel sebgai berikut:

  1. Cell E7: =AVERAGE(A7:A42) artinya menghitung nilai Mean atau rata-rata variabel 1.
  2. Cell E8: =AVERAGE(B7:B42) artinya menghitung nilai Mean atau rata-rata variabel 2.
  3. Cell E9: =E7-E8 artinya menghitung perbedaan Mean kedua kelompok.
  4. Cell E11: =VAR(A7:A42) artinya menghitung nilai Varians variabel 1.
  5. Cell E12: =VAR(B7:B42) artinya menghitung nilai Varians variabel 2.
  6. Cell E13: =COUNT(A7:A42) artinya menghitung jumlah sampel variabel 1.
  7. Cell E14: =COUNT(B7:B42) artinya menghitung jumlah sampel variabel 2.
  8. Cell E15: =IF(E11>=E12,E13-1,E14-1) artinya menentukan DF 1 yaitu jumlah sampel dikurangi pada kelompok dengan varians terbesar.
  9. Cell E16: =IF(E11>=E12,E14-1,E13-1) artinya menentukan DF 2 yaitu jumlah sampel dikurangi pada kelompok dengan varians terkecil.
  10. Cell E17: 0,05 artinya batas kritis atau tingkat signifikansi yang diinginkan sebesar 0,05.
  11. Cell E18: =ABS(IF(E11>=E12,E11/E12,E12/E11)) artinya menghitung nilai F Hitung dengan cara Varians Terbesar dibagi Varians Terkecil.
  12. Cell E19: =F.DIST(E18,E14-1,E13-1,TRUE) artinya menentukan nilai signifikansi atau p value uji f pihak kiri.
  13. Cell E20: =FDIST(E18,E14-1,E13-1) artinya menentukan nilai signifikansi atau p value uji f pihak kanan.
  14. Cell E21: =FTEST(A7:A42,B7:B42) artinya menentukan nilai signifikansi atau p value uji f 2 pihak.
  15. Cell E22: =IF(E21>E17,”Homogen”,”Heterogen”) artinya kita akan membuat keputusan terhadap hipotesis, yaitu apabila P Value Uji 2 Pihak lebih besar dari batas kritis 0,05 maka data kedua kelompok bersifat homogen dan sebaliknya apabila P Value Uji 2 Pihak lebih kecil dari atau sama dengan batas kritis 0,05 maka kedua kelompok bersifat heterogen.

Cara Baca Uji Homogenitas Fisher F

Berdasarkan penjelasan dan tutorial di atas, dapat kita gunakan untuk menjawab hipotesis terhadap uji homogenitas. Yaitu dengan melihat nilai p value fisher F, jika nilainya > 0,05 maka menerima H0 atau yang berarti variance antar faktor tidak berbeda nyata. Dengan kata lain disebut homogen. Maka jika ada pertanyaan apakah hasilnya homogen atau heterogen? maka peneliti akan menjawab homogen.

Demikian Cara Mudah melakukan uji homogenitas varians Fisher F berdasarkan Excel.

Agar anda lebih udah memahami bahasan ini, kami anjurkan anda membaca artikel kami sebelumnya tentang “Uji Homogenitas” dan baca pula “Homogenitas Minitab.”

By Anwar Hidayat

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum pak ada bberapa hal yg ingin sy tanyakakan terkait uji homogenitas ini.

    1.Saat kita melakukan uji anova dgn SPSS biasanya di output spss sudah muncul tabel khusu yg menjelaskan homogenitas data kita. Apakah dengan melihat output tersebut sudah cukup tanpa harus melakukan uji homohenitas seperti artikel di atas?

    2. Apakah bisa menggunakan hanya 1 variabel dalam menguji homogenitas seperti artikel di atas?

    Terimakasih sebelumnya

    • 1. Pada uji Anova dengan SPSS, jika kita centang homogeinity test, maka hasil uji homogenitas levene test otomatis muncul. Maka anda sudah tidak perlu lagi melakukan uji homogenitas.
      2. Anda harus pahami dulu makna dari uji homogenitas, yaitu menguji apakah variance antar kelompok berbeda secara nyata atau tidak. Jadi yang diuji adalah variance antar kelompok. Bisa jadi variance variabel terikat, sedangkan variabel bebas menunjukkan kelompoknya. Misal dalam penelitian yang berjudul: adakah pengaruh perlakuan pembelajaran terhadap nilai ujian IPA siswa kelas 6. Yang diuji kesamaan variance adalah variabel terikat yaitu nilai ujian siswa. Sedangkan kelompoknya adalah variabel bebas yaitu perlakukan pembalajaran, misal metode pembelajaran andragogi dan pedagagogi.

Tinggalkan Komentar Anda Disini...