About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

64 Comments

  1. 1

    Anonymous

    Makasih mas … sangat bermanfaat !!! (Novan)

    Reply
  2. 3

    Anwar Hidayat

    Tergantung Pendekatan anda: Cross S, Case C atau kohort dan apakah anda sudah punya data aktualnya? kalau punya sebaiknya gunakan teknik sampling total s, simple random. Kalau belum punya data aktual, contoh data ibu melahirkan bulan depan, kan belum jelas: gunakan quota sampling, convenience, consecutive atau purposive, dan jumlah sampel minimal, jika pendekatan case control atau kohort, tetap gunakan data penelitian sebelumnya atau data epidemiologi. Jika Cross Sectional, boleh pakai data epidemiologi pada bulan atau tahun-tahun sebelumnya….Rumus tetap mengacu pada artikel di atas.

    Reply
  3. 4

    Anonymous

    mas ghy mana cara menentukan jumlah sample penelitian observasi ??

    Reply
  4. 5

    Anonymous

    mas, kalau menentukan sample penelitian observasi gimana ????

    Reply
  5. 6

    [email protected]

    mas, bedanya cluster sampling, proporsi sampling dengan simple random sampling itu apa?
    trus, nilai p untuk proporsi wajib di pake gak klo di ketahui proporsinya?

    Reply
  6. 7

    Anwar Hidayat

    Cluster Sampling: mengambil sampel dari populasi yang dibagi berdasarkan wilayah/lokasi: ex: populasi Desa A, Cluster: Dusun B dan Dusun C: masing-masing dusun diambil sampelnya secara acak. Proporsi: mengambil sampling berdasarkan sub populasi: ex: Populasi Ibu hamil->Sub Populasi-> Hamil Pertama dan hamil Bukan Pertama-> masing-masing dari hamil pertama dan non pertama diambil sampelnya sama rata dengan cara acak. Simple Random Sampling: Semua anggota populasi diambil secara acak.

    Reply
  7. 8

    Anwar Hidayat

    pada proportional, kalau proporsinya diketahui sebaiknya gunakan proporsi tersebut.

    Reply
  8. 9

    Anwar Hidayat

    Perlu diketahui, tidak ada kaitan langsung antara teknik sampling dan besar sample minimal….

    Reply
  9. 10

    Anonymous

    mas, rumus yang dipakai untuk sampel purposive samling rumus apa ya mas ?

    Reply
  10. 11

    rendystones

    Mas mau tanya, saya sedang melakukan penelitian skripsi dengan judul Analisis Penilaian Konsumen Terhadap Ekuitas Merek Coffee Shop Starbucks Coffee, Excelso Coffee, Dan Ngopi Doeloe Di Kota Bandung. berarti populasi nya kota bandung kan ya mas ? nah saya untuk menarik sample nya menggunakan teknik non-probability sampling yaitu Insidental sampling. untuk menentukan jumlah sampel nya gmna ya mas ? kan kalo insidental sampling tidak bisa ditentukan berapa-berapa nya, kalo ingin ditentukan bagaimana ya mas ? saya sedang bingung dengan hal ini heheh .

    sedangkan karakteristik yang ditetapkan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini antara lain:

    1. Mengenal dan memiliki pengetahuan tentang coffee shop di kota Bandung
    2. Kunjungan minimal 3 kali pada salah satu dari ketiga coffee shop yang diteliti (Starbucks coffee, Excelso Coffee, dan Ngopi Doeloe) untuk mengukur kesan kualitas dan loyalitas merek.
    3. Berusia antara 20-40 tahun. Mengingat kebanyakan yang menjadi konsumen coffee shop adalah kalangan mahasiswa dan eksekutif muda.

    terima kasih mas tolong pencerahan nya ya mas….

    Reply
  11. 12

    Anwar Hidayat

    Accidental Sampling merupakan jenis teknik sampling yang sangat lemah dan tidak representatif. Semua yang kebetulan ditemui bisa jadi sampel. Melihat kasus anda: minimal 3 kali berkunjung, maka purposive sampling adalah teknik yang paling tepat, artinya yang menjadi sampel adalah yang sesuai dengan kriteria-kriteria peneliti. Teknik ini lebih tidak representatif diandingkan accidental sampling. Jika anda tidak menggunakan probability sampling, maka besar sampel minimal akan menjadi sulit. Yang dapat anda lakukan adalah anda gunakan data beberapa bulan yang lalu. Data jumlah tiap bulan bisa dijadikan estimasi populasi perbulannya. (Teknik ini masih kontroversi, tapi jangan khawatir, setidaknya anda telah berusaha untuk bisa mendapatkan jumlah sampel yang representatif). Dan 1 hal lagi, populasi yang sebenarnya pada kasus anda bukanlah orang bandung, tapi pengunjung pada 3 coffe shop di atas.

    Reply
  12. 13

    Anwar Hidayat

    Gunakan rumus di atas, tidak ada kaitan langsung antara skala data dan rumus besar sampel

    Reply
  13. 14

    Anonymous

    bagaimana cara menghitung besar sampel penelitian cross sectional jika skala data yang digunakan adalah rasio?

    Reply
  14. 15

    Anwar Hidayat

    Gunakan rumus untuk cross sectional…..anda cuman butuh jumlah populasinya, bisa disederhanakan menjadi: n=N/(1+(N x d^2))

    Reply
  15. 16

    Anonymous

    namun bagaimana untuk menentukan proporsinya, kl variabel dependen yang diteliti adalah rasio misalnya tekanan darah yang tidak digolongkan ke dalam tekanan darah tinggi maupun rendah?

    Reply
  16. 17

    Anonymous

    saya pernah membaca rumus n=N/(1+(N x d^2) digunakan untuk penelitian deskriptif, apa bisa rumus tersebut digunakan untuk penelitian analitik ya? terimaksih sebelumnya

    Reply
  17. 19

    Anwar Hidayat

    Tidak salah, anda juga bisa pakai accidental sampling, artinya siapa saja yang kebetulan punya hubungan bisnis dengan perusahaan akan jadi sample. kalau purposive tidak sekedar kebetulan, tapi ada kriteria-kriteria khusus yang anda buat.

    Reply
  18. 20

    aghniyanta rigga

    mas, teknik sampling saya menggunakan sampel purposive (judgemental) jadi responden untuk kuesioner saya hanya orang- orang yang pernah bekerja sama dengan perusahaan (bisnis). apa saya salah menentukan tekniknya? nah, saya diharuskan untuk menentukan sampel dari klien- klien bisnis yang jelas tidak diketahui populasinya.. gimana ya mas?

    Reply
  19. 21

    Anwar Hidayat

    Baca nilai t dan Signifikansi t pada tabel Coefficient dari output SPSS

    Reply
  20. 22

    Anwar Hidayat

    Jika data cross sectional, berdasarkan populasinya. Jika kasus epidemiologi, gunakan hasil penelitian sebelumnya atau persentase kasus dalam populasi.

    Reply
  21. 23

    Anonymous

    gan klo untuk uji parsial uji F gmn ya…

    Reply
  22. 24

    afriani jacob

    mas mau tny. kalau misalnya sy akan membuat penelitian tentang gambaran saraf optik pada penderita miopia maka bagaimana menentukan jumlah sampelnya.
    Penelitian ini tadinya hanya deskriptif menggambarkan ada tidaknya kematian saraf tertentu pd penderita miop.

    Reply
  23. 25

    Anwar Hidayat

    n=N/(1+(N x d^2)
    Memasukkan n = p (1 – p)(Zα/d)^2 lebih bagus

    Reply
  24. 26

    Anwar Hidayat

    Tergantung pada tujuan penelitian dan bentuk hipotesisnya: apakah komparatif, asosiatif atau prediksi. Tergantung pula pada skala data, sumber data bebas atau berpasangan, jika kategori: berapa kategori. Memperhatikan TIES atau tidak. Jika parametris memperhatikan asumsi klasik. Sulit bagi saya untuk menjawab pertanyaan anda, sebab harus jelas seperti yang saya sebutkan. Jika berkenan menggunakan jasa saya, sms atau email saya. Trims.

    Reply
  25. 27

    Anonymous

    mas saya Dz bingung neh pada penelitian analitik observasi dengan pendekatan cros sectional untuk populasi yang sudah diketahui ada penggunaan rumus antara n=N/(1+(N x d^2) dengan rumus s=n/1+(n-1)/p sebenarnya yg mana yeah yg efektif ?? Trus apakah emang perlu sebelumnya memasukkan rumus n = p (1 – p)(Zα/d)^2 ?? tetapi tidak diketahui proporsinya ??

    Reply
  26. 28

    Izzah Al Nabilah

    mau tanya mas, kalo penelitian kita menggunakan bakteri biakan kan banyak ya, dan mengambil bentuk penelitian eksperimental, biasanya menggunakan rumus yg seperti apa ?

    Reply
  27. 29

    Zulia Rahmani Akbar

    mas mohon bantuan nya buku referensi tentang penentuan sample teknik Cross-sectional yang versi bahasa indonesia. sama mau tanya kalo misalnya saya ada populasinya 33, samplenya berapa ya ?? saya hasil hitungnya 6, apa benar? makasih banget ymaaf ya saya ga ngerti banget tentang statistik ini. mohon bantuannya ya.
    terimakasih

    Reply
  28. 30

    Anwar Hidayat

    dipikirkan dan direvisi lagi kriteria pemilihan samplenya

    Reply
  29. 31

    Anwar Hidayat

    Yang benar 30,48 yang dibulatkan menjadi 30

    Reply
  30. 32

    WIJI LESTARI

    mau tanya mas, kalo saya menggunakan teknik purposive sampling dengan jml populasi 445, tp jumlah sampel berdasarkan puposive sampling hanya ketemu 12 sampel gimana mas, makasih

    Reply
  31. 33

    Anwar Hidayat

    Sama punya nilai minimal tapi tidak punya nilai maksimal, maka tidak bisa dibuat persentase, oleh karenanya termasuk skala interval

    Reply
  32. 34

    Eka Rizqi

    mas, tekanan darah dan denyut jantung termasuk skala interval atau rasio?

    Reply
  33. 35

    Anwar Hidayat

    Kalau tidak ada data aktual, maka menggunakan metode accidental sampling, quota sampling, consecutive sampling atau convenience sampling. Jadi tidak perlu rumus untuk menentukan jumlah sample.

    Reply
  34. 36

    Novia Veronica

    saya penelitiannya pada wanita menopause sementara gak ada data ttg jumlah wanita menopause di tmpat pnelitian jadi saya gak tau populasinya brapa. itu bisa pake rumus yang mana?saya kurang paham dgn penjelasan diatas (jika N tdk diketahui). mhon bantuannya pak, trims.

    Reply
  35. 37

    Anwar Hidayat

    Purposive sampling artinya menentukan sampel berdasarkan kriteria dari peneliti dengan tujuan untuk memenuhi tujuan dari penelitian atau untuk mengatasi masalah keterbatasan, maka jumlah sampel minimal, menjadi prioritas kedua dibandingkan pemenuhan kriteria sampel. Akan tetapi tentunya kwalitas data yang berasal dari teknik purposive tidak akan serepresentatif jika dibandingkan dengan teknik total sampling atau simple random sampling.

    Reply
  36. 38

    Aprie Miswan

    gan, kalau pakai purposive sampling, trus perhitungan besar sampely kan 33, nah purposive kan pengambilan sampelnya sesuai kriteria2 tertentu..kalau yg memenuhi kriteria kurang dari 33 tu bagaimana solusinya? dan kalau lebih dari 33 gimana solusinya gan? terimakasih

    Reply
  37. 39

    Anonymous

    Mas, untuk penelitian cross sectional dan menggunakan data sekunder (rekam medik, kuantitas pembelian dsb), penentuan jumlah sampelnya bagaimana? apakah sama saja dengan yg primer? terima kasih.

    Reply
  38. 40

    Anonymous

    mas, mohon dijawab ya
    saya ingin mengambil penelitian di salah satu sekolah
    saya menentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin
    jumlah populasi sekolah yang saya akan teliti itu 220 dengan tingkat kepercayaan 10% dan mendapatkan hasil 68,75 atau bila dibulatkan menjadi 69.
    yang saya mau tanyakan 69 itu dari masing-masing kelas harus ambil 69 orang atau seluruh kelas hanya 69 orang.
    terima kasih.

    Reply
  39. 41

    fitrah karimah

    Mas mau tanya, sy sedang melakukan penyusunan KTI dengan judul hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfeksia, brarti jenis penelitiannya observasional, dengan desain penelitian retrospektif pendekatan case control bener ga mas? trus cara perkiraan sampelnya itu menggunakan rumus apa ya mas? mohon pencerahannya.. trmksh

    Reply
  40. 42

    Anwar Hidayat

    Sama saja, yang membedakan adalah teknik sampling dan keperluan penelitian

    Reply
  41. 43

    Anwar Hidayat

    Benar, baca artikel saya tentang rumus lemeshow

    Reply
  42. 46

    Anonymous

    (4 -1) (r-1) > 15, angka 15 disini dr mana ya? apakah mutlak selalu 15? trims

    Reply
  43. 47

    Anonymous

    .kak klo populasi ibu hamil ada 1520 n yg sakit anemia cuma 6 orang pada tahun 2014 smpe bulan april.nah itu paa bisa d pake pnelitian n pake studi kasus paa dg rumus paa .bls yaa

    Reply
  44. 48

    Anwar Hidayat

    Uji Post Hoc dari Kruskall Wallis bisa menggunakan Uji Mann Whitney U Test

    Reply
  45. 49

    Anwar Hidayat

    Tidak bagus, sebaiknya jumlah sampel tiap kelompok hampir sama

    Reply
  46. 50

    syahran wael

    mas klw data non parametrik uji kruskal wallis uji lanjut pake apa ya mas……..maksih

    Reply
  47. 51

    Anwar Hidayat

    Memilih uji statistik tergantung pada tujuan penelitian, hipotesa, skala dan lain-lain. Sebaiknya pelajari lebih lanjut di: Jenis Data dan Pemilihan Uji Statistik.

    Reply
  48. 52

    ratna wati

    mas, untuk menentukan uji dalam tema hubungan lebih baik menggunakan uji apa ya?

    Reply
  49. 53

    Anwar Hidayat

    Populasi tidak perlu rumus, yang kadang-kadang memerlukan rumus adalah sampel.

    Reply
  50. 54

    Anonymous

    Mas rumus jumlah populasi tdk diketahui apa ya? jika pake metode simple random sampling bagaimana tentuin jumlah populasinya ya? trim

    Reply
  51. 55

    Anwar Hidayat

    Anda bisa menggunakan rumus slovin untuk cross sectional sample. Dan teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling atau stratified random sampling.

    Reply
  52. 56

    Asiyah Tsabita

    Mas, saya ingin melakukan penelitian untuk skripsi yaitu "analisis waktu pelayanan pasien rawat jalan di Rumah Sakit X". Pada penelitian itu saya ingin mencari tahu berapa lamanya waktu yang dibutuhkan pasien rawat jalan dari mulai di pendaftaran sampai selesai menerima obat di farmasi. Bagaimana saya menghitung jumlah sampelnya agar datanya bisa dianalisis secara statistik (univariat/deskriptif) dan bisa mewakili pelayanan rawat jalan yang ada di sebuah rumah sakit? mengingat pelayanan rawat jalan terdiri dari berbagai variasi apakah pasien tunai atau jaminan/asuransi (terdapat perbedaan lama waktu di pendaftaran) dan pelayanan rawat jalan terdiri dari beberapa poli (umum, anak, kandungan, internis, dsb). Terima Kasih Mas sebelumnya

    Reply
  53. 57

    Anonymous

    Artikelnya membantu banget, authornya jg helpful bgt ya dr komen2nya.. Makasih banyak mas! Semoga ilmunya bermanfaat.. Allah yang balas.. Aamiin allahumma aamiin.. 🙂

    Reply
  54. 58

    Niam TS

    sangat membantu gan

    Reply
  55. 59

    Anwar Hidayat

    Kalau jumlah populasi tidak diketahui, anda bisa menggunakan teknik sampling antara lain: quota sampling, accidental sampling, purposive sampling dan consecutive sampling. pelajari tentang teknik sampling di populasi dan sampel penelitian.

    Reply
  56. 60

    Ferdinal Syahputra

    Mas saya mau tanya, saya sdg ada penelitian dg judul pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan bidang sales dan marketing di industri otomotif kota bandung, populasinya tidak diketahui, bgaimana cara menentukan sampel nya ? Terima kasih mas

    Reply
  57. 61

    Anwar Hidayat

    Sampling Jenuh itu adalah semua populasi dijadikan sample, maka tidak perlu lagi anda menentukan rumus sample.

    Reply
  58. 62

    Lilis Soraya

    mas, saya mau nanya… kalau saya menggunakan teknik sampling jenuh dalam penelitian, adakah rumus yang harus digunakan? terima kasih

    Reply
  59. 63

    Vina

    bagaimana rumus perhitungan sampel minimal?

    Reply
    1. 63.1

      Anwar Hidayat

      Sudah saya jelaskan di atas

      Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved