About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

13 Comments

  1. 1

    Anwar Hidayat

    Lihat dari nilai Koefisien Korelasinya, misal uji pearson: apabila nilai r: > 0 sd 0,2 (lemah), 0,2 sd 0,4 (agak lemah), 0,4 sd 0,6 (sedang), 0,6 sd 0,8 (agak kuat), 0,8 sd <1 (kuat), 0 (tidak ada hubungan), 1 (sempurna). Nilai negatif sama dengan positif hanya beda arah hubungan.

    Reply
  2. 2

    pepiyahuuud

    Numpang nanya mas kalo nentuin hubungan korelasi kuat ato tidak kuatnya dr mana yah? Terima ksh

    Reply
  3. 3

    Anwar Hidayat

    Tidak apa-apa dan gunakan untuk pengujian hipotesa dengan mengubah model regresi anda sesuai transformasinya, misal: Y = Beta Constanta + Beta (Sqrt(Var Asli X1 + 1)) + Beta (Var Asli X2)

    Reply
  4. 4

    Anwar Hidayat

    Tidak apa-apa dan gunakan untuk pengujian hipotesa dengan mengubah model regresi anda sesuai transformasinya, misal: Y = Beta Constanta + Beta (Sqrt(Var Asli X1 + 1)) + Beta (Var Asli X2)

    Reply
  5. 5

    Mang mlebet

    maaf mas kalau beda topik dikit he2..
    ane pada uji asumsi klasik menggunakan transformasi sqrt(var. asli + 1) soalnya datanya banyak yang min apakah itu gak pa2??
    trus apakah transformasi tersebut juga digunakan ke analisis regresi linier berganda (pengujian hipotesis)??..
    makasih..

    Reply
  6. 6

    Anwar Hidayat

    Regresi itu pada variabelnya, bukan pada itemnya.

    Reply
  7. 7

    Anonymous

    Aslm.. mas boleh nanya g?? regresi linier yg mana dipakai kalo instrumen penelitianx memakai 2 kuesioner skala Likert dgn masing-masing kuesioner 20 items pertanyaan.. 10 positif n 10 negatif..
    korespondenx skitar 100 org..

    Reply
  8. 8

    Anwar Hidayat

    Uji korelasi itu hubungan, sedangkan uji F itu uji beda berdasarkan varians. Sedangkan uji t itu uji beda berdasarkan Mean. Untuk menguji keterkaitan 2 variabel, maka digunakan uji korelasi, misalkan uji pearson product moment, uji spearman dan kendall tau, somer's d, gamma, koefisien kontingensi, phi dan cramer.

    Reply
  9. 9

    Anwar Hidayat

    r itu koefisien korelasi

    Reply
  10. 10

    yosua nugraha

    maaf, mau tanya. perbedaan uji korelasi dengan uji F atau T itu apa ya? untuk mengetahui keterkaitan antara 2 macam variabel sebaiknya memakai uji yang mana? terima kasih.

    Reply
  11. 11

    Dedy Angel

    mohon mav, saya benar2 belajar. nilai r it apa y? lalu bagaimana cara mencari nilai r?

    Reply
  12. 12

    Anwar Hidayat

    Kalau Uji Korelasi itu untuk menilai kekuatan hubungan antara 2 variabel. Sedangkan regresi adalah untuk meramalkan atau memprediksi nilai variabel terikat berdasarkan nilai variabel bebas. Jadi tujuannya yang berbeda.

    Reply
  13. 13

    Putri Nurhikmah

    kak mau tanya kalau judulnya pengaruh-terhadap dengan 1 variabel bebas dan 1 variabel terikat , lebih cocok pakai korelasi atau regresi? atau menggunakan keduanya? terima kasih.

    Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved