Tutorial Cara Interprestasi Uji Manova dalam SPSS

2
1454

Interprestasi Uji Manova dalam SPSS

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul “Uji Manova dalam SPSS“. Sebelum anda membaca artikel ini, anda lebih baik apabila membaca artikel sebelumnya tersebut. Dalam artikel tersebut, dijelaskan langkah demi langkah melakuka uji Manova dengan menggunakan Software SPSS. Sedangkan pada bahasan kali ini akan dijelaskan cara membaca output atau cara interprestasi uji manova tersebut kemudian bagaimana mengambil kesimpulan serta menjawab hipotesis.

Tutorial Interprestasi Uji Manova

Langsung saja kita mulai cara membaca output tersebut. Setelah anda melakukan semua tahapan dalam artikel sebelumnya, maka akan muncul jendela output sebagai berikut: (Anda juga bisa mendownload Output dalam uji coba ini di link berikut: Manova.spv).

Tabel Deskriptive

Output Tabel Deksriptive interprestasi Uji Manova
Output Tabel Deksriptive interprestasi Uji Manova

Tabel di atas, menunjukkan hasil uji deskriptif. Contoh dari tabel di atas: Responden dengan Pekerjaan Tani, rata-rata (mean) nilai matematika sebesar 46,64 dan jumlahnya ada 11 orang. Sedangkan Buruh rata-rata nilai fisika sebesar 76,67 dan jumlahnya 9 orang, begitu pula yang lain cara membacanya sama. Agar lebih jelas, baca artikel kami yang berjudul “Analisis Deskriptif dengan Excel“.

Output Multivariat ANOVA (MANOVA)

Output interprestasi Uji Manova
Output interprestasi Uji Manova

Seperti biasa untuk hasil uji F, kita mengabaikan bagian yang diberi label “Intercept.” Pada baris yang di bawah pada tabel di atas menunjukkan 4 nomor memberikan nilai P value untuk empat uji multivariat yang berbeda.

Hasil tersebut memberitahukan pada kita jika ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen pada semua variabel dependen. Jika Anda ditanya “Secara keseluruhan, apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen pada satu set kelompok variabel dependen”, “maka Anda akan menjalankan MANOVA dan melihat hasil uji multivariat ini sebagai kesimpulan Anda”. “Artinya, jika 4 nilai p-value menunjukkan <0,05, maka signifikan pada level kepercayaan 95%”.

Ingat bahwa berdasar tabel di atas, tidak ada satu uji multivariat tunggal, yang ada adalah empat jenis uji yang berbeda.

Tabel Uji Asumsi Levene Test Pada MANOVA

Tabel di atas, menunjukkan hasil uji homogenitas yaitu uji Levene. Dikatakan semua variabel memiliki varian yang sama apabila nilai sig. > 0,05. Nilai ini nantinya akan mempengaruhi pilihan uji Post Hoc apa yang digunakan. Apabila Sig. >0,05 maka uji Post Hoc menggunakan Uji Benferroni, sedangkan jika <0,05 maka menggunakan Games-Howell. Hasil di atas menunjukkan semua variabel dependen memiliki varian yang sama sebab Sig. >0,05 sehingga uji Post Hoc yang digunakan nantinya adalah Benferroni.

Output Uji MANOVA

Interprestasi Output Uji MANOVA
Interprestasi Output Uji MANOVA

Tabel di atas menunjukkan nilai uji Manova. Seperti biasanya pada uji F, anda akan disuguhkan dengan beberapa nilai: Corrected Model, Intercept, Pekerjaan, Error dan Total. Dalam bahasan kali ini, kami menganggap semua pembaca telah membaca artikel-artikel sebelumnya, sehingga memahami maksud dari nilai-nilai tersebut.

Output Univariat ANOVA di Dalam MANOVA

Langsung saja kita lihat baris “Pekerjaan” pada tabel di atas. Pada baris tersebut ada 3 baris lagi, yaitu “Matematika”, “Fisika” dan “Biologi”. Maksud dari hal tersebut adalah tiap baris menunjukkan hasil uji pengaruh satu variabel independen yaitu pekerjaan terhadap masing-masing variabel dependen. Dari hasil di atas, lihat nilai pada kolom “Sig.”. Dikatakan Signifikan apabila nilai Sig. < 0,05.

Contoh di atas ketiga nilai menunjukkan 0,000 di mana <0,05, sehingga kesimpulan dan jawaban hipotesis adalah:

  • Pekerjaan secara bermakna mempengaruhi nilai ujian matematika dengan P Value 0,000 yang artinya H0 Ditolak atau H1 Diterima.
  • Pekerjaan secara bermakna mempengaruhi nilai ujian Fisika dengan P Value 0,000 yang artinya H0 Ditolak atau H1 Diterima.
  • Pekerjaan secara bermakna mempengaruhi nilai ujian Biologi dengan P Value 0,000 yang artinya H0 Ditolak atau H1 Diterima.
Output Uji Post Hoc Setelah MANOVA

Post Hoc MANOVA
Post Hoc MANOVA

Tabel di atas menunjukkan hasil Uji Post Hoc. Karena nilai uji homogenitas menunjukkan Sig. >0,05 pada semua variabel, maka masing-masing pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan uji Benferroni.

Dikatakan ada perbedaan variabel dependen yaitu nilai ujian berdasarkan variabel independen yaitu Pekerjaan apabila memiliki tanda bintang.

Kesimpulan Interprestasi Uji MANOVA

Dalam Contoh di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Untuk perbedaan nilai ujian matematika berdasarkan pekerjaan, yang memiliki perbedaan adalah Tani dengan Buruh dan Tani dengan PNS.
  • Untuk perbedaan nilai ujian fisika berdasarkan pekerjaan, yang memiliki perbedaan adalah Tani dengan Buruh dan Tani dengan PNS.
  • Untuk perbedaan nilai ujian biologi berdasarkan pekerjaan, yang memiliki perbedaan adalah Tani dengan Buruh, Tani dengan PNS dan Buruh dengan PNS.

Demikian bahasan singkat tentang Interprestasi Uji Manova dalam SPSS, semoga bermanfaat untuk para pembaca yang mungkin sebagian besar adalah mahasiswa semester akhir yang sedang menjalani proses penelitian. Semoga bermanfaat.

Artikel selanjutnya adalah “Uji Mancova dalam SPSS.”

By Anwar Hidayat

2 KOMENTAR

  1. Kpd Bpk Anwar Hidayat, Yth.
    Saya merasa tercerahkan dengan tulisan anda. Makasih. Saya tunggu tulisan anda berikutnya…Smoga Alllah SWT senantiasa melindungi dan merahmati Anda

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......