About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

103 Comments

  1. 1

    Anwar Hidayat

    Berhenti jika sudah pada tahap akhir bukan seleksi kandidat

    Reply
  2. 2

    Arief Yanto

    bagaimana jika dalam sekali uji regresi hanya terdapat satu variabel dengan p value<0,05. apakah harus dilakukan uji tahap berikutnya atau tidak perlu? makasih

    Reply
  3. 3

    Anwar Hidayat

    Pada tabel hasil analisa lihat nilai masing-masing Exp(B). Itu adalah nilai OR. Bandingkan antara OR tersebut dengan OR sebelumnya. Cara menghitungnya= ((OR Baru – OR Lama)/OR Lama) x 100 Persen

    Reply
  4. 4

    liza yuliza

    Bagaimana menghitung perubahan ORnya pada contoh diatas

    Reply
  5. 5

    liza yuliza

    Bagaimana menghitung perubahan ORnya pada contoh diatas

    Reply
  6. 6

    Anwar Hidayat

    Artinya nilai variabel Dependen (Y) dapat berkurang sebesar CONSTANT meskipun tanpa ada pengaruh dari variabel independen (X)

    Reply
  7. 7

    liza yuliza

    Kalau constanta nilainya negatif artinya apa ya ?

    Reply
  8. 8

    Anwar Hidayat

    B adalah peranan variabel-variabel penielas (x) dalam model, dilakukan penguiian terhadap parameter model (β).
    Wald adalah nilai uji WaId, digunakan untuk menguji parameter βi secara parsial.
    CI adalah Confidence Interval, adalah derajat kepercayaan penelitian, biasanya 95%: batas kritis 100%-95%=5%=0,05. Jadi Rentang dimana nilai OR dapat diterima/signifikan.

    Reply
  9. 9

    liza yuliza

    Terima kasih atas semua jawabannya ya, tapi mau nanya lagi nih , dalam tabel model akhir multivariat apa kegunaan dari nilai B, Wald , dan CI , apa maksud dari nilai-nilai tersebut.

    Reply
  10. 10

    Anwar Hidayat

    Tidak harus sama, asalkan jumlahnya udah representatif

    Reply
  11. 11

    Anonymous

    mas kalau mau menghitung odds rasio apakah jumlah masing2 sampel harus sama? misal variabel dependennya obesitas dan normal, apakah jumlah sampel yang obesitas harus sama dengan jumlah sampel yang normal? terima kasih sebelumnya.

    Reply
  12. 12

    Anwar Hidayat

    Menentukan jenis uji tidak hanya bisa dilihat dari satu hal saja, tapi sangat kompleks: Tergantung sekali pada tujuan penelitian, desain penelitian, bentuk hipotesa, banyaknya semua variabel, skala data antar variabel, hubungan antar variabel apakah bebas atau berpasangan, jika kategori ada berapa kategori, ada dan seberapa besar ties, serta berbagai syarat-syarat asumsi jika uji parametris.

    Reply
  13. 13

    Anwar Hidayat

    Perhatikan dulu variabel dependen Y nya, kalau logistik, alangkah baiknya semua variabel independen juga diubah ke dalam bentuk logistik (biner). Bukan Dummy, sebab kalau dummy maksudnya memecah kategori lebih dari 2 menjadi pecahan biner, misal kategori 1, 2 dan 3 dipecah jadi 1 dan 2 serta 2 dan 3.

    Reply
  14. 14

    Anonymous

    Bagaimana melakukan pengujian jika data independennya bersifat data logistik dan menggunakan rasio?
    mohon pencerahannya gan..

    Reply
  15. 15

    Anonymous

    jika x1 & x2 menggunakan variabel dummy (1 dan 0) sedangkan x3 & x4 menggunakan data rasio keuanagan serta variabel y juga menggunakan variabel dummy (1 dan 0), pengujian data nya gimana gan?

    Reply
  16. 16

    Anwar Hidayat

    berarti variabel independen anda tidak ada yang berpengaruh signifikan, jadi model regresi tidak dapat dibuat…

    Reply
  17. 17

    Anonymous

    Bagaimana jika setelah dilakukan uji regresi logistik tidak ada satupun variabel mempunyai nilai p<0,05? Apakah perlu dilakukan uji tahap berikutnya? Dan jika dilakukan membuang variabel dgn p stertinggi didapatkan p<0,05 apakah bs dianggap itu variabel paling berpengaruh?
    Terima kasih

    Reply
  18. 18

    Anwar Hidayat

    Uji t dan F untuk regresi linear

    Reply
  19. 19

    Anonymous

    mau tanya jika dalam analisa regresi logistik dg hosmer dan lemeshows goodness of fit.nanti apakah uji t dan f masih bisa digunakan?terimakasih ya

    Reply
  20. 20

    Anwar Hidayat

    Regresi logistik hanya diperuntukkan bagi 1 variabel dependent. Anda harus melakukan 2 kali pengujian regresi logistik yang berbeda.

    Reply
  21. 21

    Anonymous

    mau tanya, bagai mana jika terdapat dua variabel independen dan lebih dari variabel dependen? menggunakan analisis apa?

    Reply
  22. 22

    Anwar Hidayat

    Logistik ganda mewajibkan variabel dependen terdiri dari 2 kategori.

    Reply
  23. 23

    Benagustian

    pak saya menliti tentang flypaper effect dimana dikatakan terjadi flypaper itu jika PAD<DAU maka 1 dan sebaliknya 0. nah bagaimana kalau ternyata datanya PAD<DAU semua, jadi berkategori 1 semuakan dependentnya, apakah itu bisa dilanjutkan dgn logistik? mohon pencerahannya pak saya buta bener tentang analisis ini =,=

    Reply
  24. 24

    Anwar Hidayat

    1. Skala data yang lebih tinggi lebih bagus, tetapi pada uji regresi logistik jika anda tidak mengubah variabel independen ke dalam data biner, maka anda akan kesulitan, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan dummy.
    2. Ada yang salah dengan interprestasi anda dalam membaca output SPSS, sebab OR 0,000 mustahil terjadi. Jika yang anda maksud 0,000 adalah maka nilai Signifikansi dari OR maka itu wajar saja terjadi.
    3. Saya beri ilustrasi: Tiap responden diberi soal, tiap soal mempunyai beberapa item. Melihat pertanyaan anda, coding yang dimaksud dalam per item soal. Untuk uji regresi logistik biner, yang dimaksud dikotomi adalah 0 dan 1 pada tiap responden. artinya 0 dan 1 didapat dari pengkategorian hasil jawaban soal semua item per responden. Sedangkan indeks yang anda maksud adalah nilai kumpulan dari beberapa responden, maka tidak ada kaitannya dalam uji regresi logistik biner.
    4. Regresi sederhana hanya 1 variabel independen dan 1 variabel dependen, sedangkan berganda ada lebih dari 1 variabel dependen.

    Reply
  25. 25

    Anwar Hidayat

    Untuk menentukan pilihan uji statistik yang tepat, tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Sangat tidak cukup hanya berdasarkan pernyataan anda di atas. Banyak sekali pertimbangan: desain penelitian, tujuan penelitian, bentuk hipotesa, skala data, jumlah kategori, TIES, sifat hubungan bebas atau berpasangan dan asumsi-asumsi klasik serta masih banyak pertimbangan lainnya.

    Reply
  26. 26

    johanes sandro

    Saya meneliti tentang pengaruh pola makan terhadap kejadian overweight. Dan pola makan itu terbagi dua jenis makanan dan jumlah asupan zat gizi. Yang saya tanyakan, uji apa yang tepat digunakan dalam penelitian itu?

    Reply
  27. 27

    Alfreda Effie

    Salam Pak Pintar, saya ingin tanya.

    1. Saya telah melakukan analisis regresi logistik tapi tidak semua independent variable nya saya ubah menjadi biner dengan anggapan bahwa skala data yang lebih tinggi itu lebih "berharga". Sebenarnya lebih baik skala data apa adanya saja atau diubah jadi dikotom ya? karena setelah saya coba2 hasilnya sama saja tidak signifikan.

    2. Saya menemukan 1 variabel yang signifikan akan tetapi odds ratio-nya 0,000. Apakah terdapat kesalahan dalam proses analisis atau mungkin ada interpretasi lain mengenai nilai 0 ini?

    3. Jadi saya punya data variabel keluhan A-F, semuanya variabel dikotom dengan coding 0 untuk tidak sakit dan 1 untuk sakit. Kemudian setiap responden saya hitung berapa dia menjawab 0 atau merasakan keluhan. Hasil perhitungan skor jawaban itu yang saya maksud dengan indeks. Indeks itu skala datanya apa ya? Rasio kah?

    4. Apa yang membedakan regresi yang sederhana dan ganda? serta kriteria apa saja dalam memilih penggunaanya?

    Mohon bantuannya ya Pak, saya desperate ini belum bisa konsul ke dosen statistik hehe. Terimakasih banyak semoga sukses selau.

    Reply
  28. 28

    Anwar Hidayat

    1. boleh, asalkan batasannya jelas dengan alasan apa. Mengapa batasannya 40 tahun, harus ada kajian terhadap batasan itu.
    2. Ya betul OR = Exp (B). Rumus sederhana OR = ad/bc. abcd adalah kolom atau cell. a artinya baris 1 kolom 1, b baris 1 kolom 2, c baris 2 kolom 1, d baris 2 kolom 2. Hanya akan muncul nilai OR 0 jika nilai ad = 0. Misal ad/bc=(10 x 0)/(5 x 5)
    3. Ya, berarti indeks kan rekap dari semua responden, jadi tidak ada kaitannya dengan regresi logistik.

    Reply
  29. 29

    Alfreda Effie

    Wah terimakasih pak, saya boleh tanya lagi ya Pak.

    1. Untuk pertanyaan saya yang nomor 1, independen saya berskala data interval dan rasio, jadi haruskah itu diubah menjadi biner juga, semisal untuk umur dikelompokkan menjadi kurang dari 40 dan lebih dari 40 tahun?

    2. Untuk yang nomor 2 Pak, OR yang dibaca kan di kolom Exp (B) kan ya Pak? Karena saya yakin tidak salah baca 🙁

    3. Untuk yang nomor 3, indeks yang saya maksud adalah jumlah dari jawaban ya (skor 1) dari tiap responden, jadi yang saya maksud dari indeks disini adalah nilai dari tiap responden. Konsepnya hampir seperti nilai ujian multiplechoice (menjumlah jawaban benar). Jadi apakah itu termasuk rasio?

    Maaf ya Pak mohon bantuannya 🙂

    Reply
  30. 30

    Anwar Hidayat

    Multikolinearitas adalah syarat untuk uji parametris, yaitu regresi linear berganda. Sedangkan regresi logistik berganda bukanlah uji parametris. Karena bukan parametris, maka tidak perlu memperhatikan parameter-parameter, salah satunya multikolinearitas. Anda perhatikan kata "multikolinearitas", tersisip kata linear. Linear itu prinsip dari data interval, sedangkan logistik bukanlah data interval. Jika anda pahami artikel saya di atas, adanya perubahan besar OR terhadap salah satu atau beberapa variabel dalam model, maka variabel yang seharusnya dikeluarkan dari model, malah harus dimasukkan kembali, karena keberadaannya sangat penting di dalam model.

    Reply
  31. 31

    Alfreda Effie

    Oh begitu ya Pak.
    Saya ingin tanya lagi pak
    Jika pada regresi linier kan tidak boleh ada multikolinieritas ya pak? kalau di regresi logistik apakah ada konsep korelasi antar variabel independen seperti yang di regresi linier?
    Maksudnya apakah dalam regresi logistik variabel independen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain? yang kemudian jika saya hilangkan atau tambahkan variabel lain akan mempengaruhi signifikansi dan hasil lainnya?

    Reply
  32. 32

    Anwar Hidayat

    Hitung secara manual atau bisa pakai excel agar cepat

    Reply
  33. 33

    Anwar Hidayat

    Dengan metode backward iya. Perlu diketahui ini adalah simulasi secara manual untuk mencari variabel paling dominan berpengaruh.

    Ya, terpengaruh.

    Hasil tidak akan sama, bila anda pakai backward perhatikan batasan F untuk enter dan remove.

    Reply
  34. 34

    Anwar Hidayat

    Keluarkan saja Sig terbesar, kemudian periksa perubahan OR

    Reply
  35. 35

    Anwar Hidayat

    Batas yang bagaimana? Kalau nilainya tidak ditentukan, tapi kalau signifikansinya sama dengan variabel independen yang lain.

    Reply
  36. 36

    zackhy raditya

    assalam. .
    pak mohon tanya, batas nilai constan untuk tingkat signifikansi berapa ??
    untuk regresi linear berganda.

    Reply
  37. 37

    adik-rafif

    assalamualaikum
    terima kasih sudah share, mohon bantuannya
    saya sudah coba untuk menganalisis..
    tahap penyaringan sudah dilakukan yaitu variabel yang p valuenya kurang dari o,25 saja
    variabel tersebut saya analisis sekaligus ketiganya
    hasil yang muncul adalah ketiga variabel tersebut, seluruhnya memiliki nilai p lebih dari 0,05
    bagaimana penafsiran nya apa yang harus dilakukan??
    terima aksih

    Reply
  38. 38

    Alfreda Effie

    Oh iya ya pak, kan kalau di artikel bapak diatas, variabel dikeluarkan satu2 diliat apakah dengan mengeluarkan satu variabel ada pengurangan OR < 10% baru variabel tersebut dikeluarkan. Kalau di output bisa langsung dilihat kan ya pak? misal kalau tidak memakali metode backward, bisa dilihat OR pada Step terakhir begitu?

    Jika OR terpengaruh dengan mengeluarkan atau memasukkan variabel, kalau signifikasi akan terpengaruh ngga pak dengan jumlah atau apa saja variabel independennya?

    Karena kalau saya dapat kuliah SPSS itu, uji regresi logistik gandanya langsung gitu pak, ngga perlu pake regresi logistik sederhana (seleksi kandidat), jadi semua variabel independen yang diteliti langsung masuk begitu saja ke dalam model. Jadi saya bingung, apakah sama aja nanti hasilnya.

    Reply
  39. 39

    Syahesti Nurul

    Kalo berhenti gitu berarti kesimpulannya gimana?
    Contoh kasus yg sy lakukan: model tidak layak digunakan pada uji hipotesis omnibus regresi logistik ganda dan (parsimony-nya) jumlah variabel independen yang tidak signifikan adalah semuanya. gimana kesimpulannya? uji berhenti karena model sdh tidak layak digunakan. dan jika model tetap digunakan utk proses uji selanjutnya maka akibatnya model akhir hanya tersisa variabel independennya sj. begitu kah? atau ada tambahan lain?

    Reply
  40. 40

    enddalfi

    assalam..
    pak skripsi saya menggunakan 2 kategori
    bagaimana cara uji regresi logistik ganda dengan cara melakukan dummy?
    mohon pencerahannya..

    Reply
  41. 41

    Anwar Hidayat

    DF selalu 1, untuk uji omnibus DF = jumlah variabel independen

    Reply
  42. 42

    Anwar Hidayat

    Dummy dilakukan pada variabel independen yang punya kategori lebih dari 2

    Reply
  43. 43

    lisna

    pak, untuk mencari degre of freedom (df) dalam logistik gimana ya ??? penelitian saya pake kuisioner, dengan 50 responden. variabel independennya ada 4. thx, mohon bantuannya

    Reply
  44. 44

    Anonymous

    Makasih infonya….karena saya masih bingung….dengan metode enter regresi tidak varabel independen berpengaruh…tetapi menggunakan backward/forward LR tersisa satu variabel bermakna.

    Reply
  45. 45

    Anwar Hidayat

    metode enter: memasukkan semua variabel independen secara serentak dan tidak ada yang dikeluarkan dari model sedangkan metode backward: serentak dimasukkan kemudian dikeluarkan secara satu persatu variabel yang tidak signifikan berpengaruh dalam model. Metode enter apabila hasil akhirnya semua yang di dalam model punya pengaruh signifikan atau dapat digunakan untuk metode tutorial di atas. Backward hanya akan menyisakan variabel yang berpengaruh atau dapat digunakan untuk proses mengeluarkan variabel seperti contoh di atas.

    Reply
  46. 46

    nindya

    aslm. pak beda antara metode enter dan backward pada regresi logistik itu apa?? penggunaan utk msg2 metode itu bagaimana? terima kasih

    Reply
  47. 47

    Anwar Hidayat

    Multivariat bila ada lebih dari 2 variabel

    Reply
  48. 48

    carles lika

    tuk penelitian pre post intervensi, tanpa kontrol. bagaimana caranya melakukan analisis multivariat

    Reply
  49. 49

    Anwar Hidayat

    Pemilihan uji itu tergantung pada skala data variabel dependen atau terikatnya, Jika skalanya ordinal maka gunakan skala ordinal, jika nominal dikotomi gunakan regresi logistik, jika multinominal gunakan regresi multinomial dan jika interval gunakan regresi linear apabila skala data variabel juga interval. Jika dependen interval dan independen nominal maka menggunakan ANOVA dan jika independennya campuran nominal dan interval maka gunakan ANCOVA.

    Reply
  50. 50

    Dudi Zulkifli

    selamat malam pak,
    saya mengalami kesulitan dalam menentukan analisis data, variabel independen penlitian saya adalah keinginan membayar suatu layanan ekosistem (dalam Rp), sedangkan variabel dependennya seperti persepsi (skala Likert), usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan pengeluaran. apakah analisis saya menggunakan regresi berganda tepat?
    tapi itu kan datanya tidak semuanya dalam skala interval, apakah saya ubah dulu semuanya menjadi data skala interval?
    terima kasih sebelumnya

    Reply
  51. 51

    Anwar Hidayat

    Pastikan anda tidak salah memberikan kode/value pada tiap variabel, kategori yang jelek harus diberi kode lebih tinggi, misal 1. Sedangkan kategori yang baik beri kode lebih rendah, misal 0. Gunakan pengkodean tersebut sama pada semua variabel baik independen maupun dependen.

    Reply
  52. 52

    rian surahman

    pak kalo B pada regresi logistik ternyata minus semua artinya apa ya pak? contoh Kepatuhan (Y) = 5 (a) – 5 (B) x jarak -6(B)x biaya, tks rian

    Reply
  53. 53

    Anwar Hidayat

    Masih bisa, tetapi anda pikirkan lagi untuk menggunakan jenis uji yang lain untk data independen yang campuran antara kategorik dan numerik, sedangkan variabel dependen skala numerik. Yaitu dengan Uji ANCOVA.
    Baca artikelnya di:
    https://www.statistikian.com/2012/07/uji-ancova.html

    Reply
  54. 54

    Fitria Ningsih

    pak,saya mau tanya,jika x1 & x2 menggunakan variabel dummy (1 dan 0) sedangkan x3 & x4 menggunakan data rasio keuangan serta variabel y menggunakan rasio.
    apakah bisa menggunakan regresi linear berganda sedangkan skala pengukuran berbeda-beda pak?mohon petunjuk nya.terima kasih.

    Reply
  55. 55

    Anwar Hidayat

    Coba gunakan metode forward conditional, sehingga variabel yang tersisa di dalam model hanyalah variabel yang memberikan pengaruh bermakna secara simultan pada variabel dependen.

    Reply
  56. 56

    Anonymous

    Pak, mau nanya, penelitian saya menggunakan dummy untuk dependent dan 3 independent variable serta 2 independent variable lainnya menggunakan data numeric, saya coba menggunakan uji regresi logistik, ternyata semua variable hasilnya tidak signifikan, itu kenapa ya pak? apa harus mencoba uji lain atau ada kesalahan pada data?

    Reply
  57. 57

    Anwar Hidayat

    Maaf, sebaiknya anda lebih spesifik dalam pertanyaannya agar tidak terlalu luas saya menjawabnya. Trims.

    Reply
  58. 58

    sholehmuhsin

    mas bagaimana mencari hubungan (pengetahuan , sikap , perilaku) => (status gizi)

    Reply
  59. 59

    Anwar Hidayat

    Boleh variabel independen skala interval/rasio

    Reply
  60. 60

    septi saraswati

    mau tanya , variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian saya skalanya rasio , tapi variabel dependen nya mau dibuat persentil , misal hasil data dari variabel y yg urutan 25 terkecil itu di anggap perusahaan fleksible, kalo yang 25 teratar itu tdk fleksibel, nah itu pake regresi logistik atau tidak ya , karena yg saya baca regresi logistik itu variabel independenn ya kategorikal juga ,

    Reply
  61. 61

    Rina Rizqin

    Pak saya mau tanaya misalkan variabel dependent say interval tapi variabel dependent saya dummy , setiap saya gunakan binary logistik hasilnya warnings. Mohon bantuannya ya pak. Makasih

    Reply
  62. 62

    Anwar Hidayat

    Gunakan Uji Analisis Diskriminan

    Reply
  63. 64

    Anonymous

    Pak kalau nilai koefisien(B) di variabel in the equation negatif tapi nilai signifikannya <0,05 boleh?misal B nya -0,54 tapi signifikannya 0,04
    trs kalau (B) nya negatif dan nilai signifikan >0,05 boleh?
    misal B nya -0,02 tapi signifikannya 0,70

    Reply
  64. 65

    Anwar Hidayat

    Kurang dari atau sama dengan 0,250 coba masukkan model

    Reply
  65. 66

    Anonymous

    Pak, untuk analisis multivariat, ketika tahap seleksi bivariat terdapat variabel yang memiliki nilai p.value=0,250. Apakah variabel tersebut masuk ke dalam model atau tidak ya?

    Reply
  66. 67

    Anwar Hidayat

    lihat step yang terakhir

    Reply
  67. 68

    Anonymous

    pak mau nanya..
    saya mlakukan penelitian dengan regresi logistik berganda dengan metode backward stepwise.. untuk melihat p valueny yang dilihat dari step 1a or step 2a nya pak… karena saya bingung pak mau lihat p valueny yg mana dipakai.. variabel independent saya pengetahuan dan sikap stelah saya lakukan uji bivariat n dependentny pemakaian APD.. jdi yg mana qta pakai pak.. makasih pak..

    Reply
  68. 69

    ermaynee

    maaf pak, mau tanya.
    untuk uji regresi logostik, apakah bisa dipakai untuk semua jenis desain misalnya cross sectional. atau hanya bisa case control dan kohort. trimakasih

    Reply
  69. 71

    Anwar Hidayat

    1. Besarnya pengaruh simultan dapat di lihat pada nilai Nagelkerke R Square dan Cox and Snell R Square. Kedua nilai tersebut dapat dianalogikan dengan Nilai R Square. Keduanya disebut sebagai R Square Semu. Sedangkan tingkat signifikansinya dengan melihat nilai Chi-Square pada Omnibus Test.
    2. Dinyatakan outlier bila nilai Studentized Residual > 2.

    Reply
  70. 72

    wulan wahyu

    pak penelitian sya ttg perataan laba (income smoothing) dgn kategori 0:tdk melakukan perataan laba, 1:melakukan perataan laba. x1:size, x2:der, x3:age of company. yg mau sya tanyakan adalah:
    1. bagaimana cara melihat pengaruh secara simultan jika menggunakan binary logistic?
    2. apakah data boleh d outlier kan jika menggunakan binary logistic?
    terimakasih…

    Reply
  71. 73

    Anwar Hidayat

    Kalau skala rasio dan interval diperlakukan sama dalam uji statistik. Tetapi sampel yang berbeda yang anda maksud itu yang bagaimana, harap pertanyaannya lebih detail dan spesiifik pada jenis uji statistik tertentu.

    Reply
  72. 74

    Palupi

    selamat siang pak, salam kenal.. saya mau tanya, kalo cara mengolah data campuran (rasio+interval (kuesioner)) di spss itu bagaimana? soalnya kan sample yg diambil berbeda.

    mohon bantuannya mas, terima kasih 🙂

    Reply
  73. 76

    Helen Indrajaya

    maaf pak, saya mau nanya. pengujian saya menggunakan logistic regresion ( Hosmer and Lemeshow Test, -2 Log Likehood, Nagelkerke R Square, log reg parsial (met : Enter), dan Log reg simultan (Omnibus) . apakah perlu dilakukan uji normalitas (komogorov) dan uji asumsi klasik (Uji Multikolonieritas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi) sebelumny?

    Reply
  74. 77

    Anwar Hidayat

    Karena skala data semua variabel bebas adalah interval dan skala data variabel terikat adalah kategorik dikotomi, maka uji Analisis Diskriminan adalah yang paling tepat.

    Reply
  75. 78

    Dadang Suprayitno

    pak anwar saya mau tanya jika variabel dependen (y) berskala nominal (kuesioner jawaban ya/tidak) kemudian variabel independen x1 dan x2 berskala likert-interval ( 1 -5), uji apakah yg cocok untuk penelitian ini? (judul: pengaruh x1 dan x2 thd y)

    Reply
  76. 79

    Anwar Hidayat

    Uji Regresi Logistik hanya digunakan jika variabel dependen 2 kategori.

    Reply
  77. 80

    winedhar pawestri

    apakah uji regresi logistik ini bisa digunakan pada variabel dependen lebih dari 2 values? terima kasih

    Reply
  78. 81

    ita

    assalam.
    pak klo saat bivariat hasil OR nya 3,33, tp waktu dimultivariat jd 22,689 itu kemungkinan penyebabnya apa y? trimksh

    Reply
  79. 82

    Anwar Hidayat

    Memang seperti itu, sebab pada bivariat hanya 2 variabel, sedangkan multivariat sudah lebih dari 2 variabel

    Reply
  80. 83

    Anwar Hidayat

    Tergantung pada definisi operasional anda, yang anda analisis apakah per item soal atau total dari beberapa soal

    Reply
  81. 84

    Aldilla Kurnia

    slmt mlm Pak. sya ,mau bertnya
    1. SY mhsiswa yg sdg dlm proses pngrjaan skripsi. sy meneliti var.demografi trhdp tingkat loyalitas. Dmn u/ analisis loyalitas yg dilakukan peneliti sblmnya menggunakan interval skala dan rata-rata. Sdngkan u/ analisis var.demografi apa sj yg mempengaruhi tingka loyalitas nya menggunakn regresi logistik. Sy jd bingung pak. Dikarenakan regresi logistik menggunakan kuesioner pertanyaan "ya" dan "tidak" . ttp u/ analisis tingkat loyalitas peneliti terdahulu ny menggunakan interval rata-rata yg mrnggunakan kuesioner "ss, ts, cs,s,dan ts". Mohon bantuannya pak. Terima kasih

    Reply
  82. 85

    Anwar Hidayat

    Harusnya variabel kontrol tidak dimasukkan ke dalam pengujian apapun. Karena hanya menjadi kontrol, misalkan apakah sampel yang bersangkutan berhak untuk diteiliti atau tidak. Yang boleh masuk dalam pengujian adalah variabel counfounding atau perancu.

    Reply
  83. 86

    Anonymous

    Pak, apakah regresi logistik wajip pakai variabel kontrol pak?

    Reply
  84. 87

    Anwar Hidayat

    Boleh… Tapi derajat kepercayaan penelitian anda menurun, dari 95% menjadi 90%.

    Reply
  85. 88

    Anwar Hidayat

    Boleh menggunakan uji regresi logistik, namun ada baiknya anda memilih menggunakan analisis diskriminan

    Reply
  86. 89

    Anwar Hidayat

    Uji normalitas dan asumsi klasik hanya diperuntukkan untuk uji parametris, sebab datanya numerik. Sedangkan uji regresi logistik, datanya kategorik. Uji simultan dalam regresi logistik ditunjukkan dengan nilai chi-square omnibus test. Sedangkan uji t identik dengan uji wald.

    Reply
  87. 90

    Anwar Hidayat

    Kalau sama=sama dikotomi, ya menggunakan uji regresi logistik

    Reply
  88. 91

    ayuk phie

    setelah di analsisi regresi logistik dg alpha 5%, semua variabel indepnden p value nya > 0,05,jdi semua variabel independn tdk ada yg berpengaruh,,
    jika saya analisis ulang dg alpha 10%, boleh kah???
    mohon bantuannya dan terimaksih…..

    Reply
  89. 92

    Anonymous

    mas,, kalau kasus nya hanya variabel dependen (Y) nya adalh kategorikal dengan nilai ya=1, tidak = 0….Dengan 4 variabel independent yang bukan kategorikal,,,bagaimana menyelesaikan kasus ini ??? terimakasih mas

    Reply
  90. 93

    Unknowm

    Selamat Malam Pak,

    Mohon bantuannya pak,

    mengapa uji logistik tidak memerlukan uji normalitas & uji asumsi klasik? dan apakah mungkin dalam uji regresi logistik di lakukan uji parsial (t) dan slimutan (f)? mohon penjelasannya

    terima kasih dan mohon di bantu

    Reply
  91. 94

    putri sukma deri

    pak, saya mau nanya. penelitian regresi saya variabel dependennya menggunakan skala dikotomi, tetapi variabel independennya menggunakan skala dikotomi.. dengan kondisi yang seperti itu berarti analisa data penelitian saya pakai analisa regresi apa ya pak?
    mohon bantuannya pak.

    Reply
  92. 95

    Anwar Hidayat

    Jika variabel dependen berkategori > 2 dan berskala ordinal (ada yang baik dibandingkan yang buruk) maka menggunakan regresi ordinal. Jika variabel dependen berkategori > 2 dan berskala nominal, maka menggunakan regresi mutinomial.

    Reply
  93. 96

    Fera Fherra

    mas maaf saya mau tanya saya mau analisis multivariat dengan 5 variabel independen dan 1 variabel dependen (variabel dependen terdiri dari 5 kategori), saya sebaiknya pakai regresi logistik ganda dengan dummy apa regresi ordinal ya? makasih mas

    Reply
  94. 98

    Purnawinadi

    Asalam….
    Pak, bagaimana kalau desain penelitiannya cross sectional…untuk uji multivariate pakai metode/uji statistic apa?

    Reply
  95. 99

    Fadila Robby

    Ass. selamat malam pak Anwar. Saya mau bertanya pak penelitian saya tetang bpjs dimana saya memakai data primer sebagai data yang saya gunakan. y saya dummy(ya/tidak) lalu x saya ada x1,x2,x3,x4,x5 ini memakai skala 1-5 namun bukan skala likert, hanya skala untuk memudahkan saja. Menurut bapak, regresi logitik apa yang cocok untuk saya pak? memakai univariat atau multivariat? Terimakasih.

    Reply
    1. 99.1

      Anwar Hidayat

      Univariat logistic regression, sebab hanya ada 1 variabel terikat. Atau pilihan lain anda bisa melakukan analisis diskriminan, jika variabel bebas anda adalah data interval atau rasio dan memenuhi syarat normalitas.

      Reply
  96. 100

    melia

    assalammualaikum… admin saya mau tanya, kalau data variabel Y nya data nominal dan ordinal bisa di uji pengaruh gak ? makasih 🙂

    Reply
    1. 100.1

      Anwar Hidayat

      Bisa, misalakan anda akan melakukan uji prediksi dengan variabel dependen berskala ordinal, maka silahkan anda gunakan uji regresi ordinal. Kalau variabel dependen berskala nominal lebih dari 2 kategori maka gunakan regresi multinomial. Sedangkan jika variabel dependen berskala nominal dikotomi maka gunakan regresi logistik.

      Reply
  97. 101

    melia

    assalammualaikum… admin saya mau tanya, kalau data variabel Y nya data nominal dan ordinal bisa di uji pengaruh gak ? makasih

    Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved