Pengertian dan Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser

49
3212

Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS

Pengertian Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas adalah uji yang menilai apakah ada ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi linear. Uji ini merupakan salah satu dari uji asumsi klasik yang harus dilakukan pada regresi linear. Apabila asumsi heteroskedastisitas tidak terpenuhi, maka model regresi dinyatakan tidak valid sebagai alat peramalan.

Mengapa dilakukan uji heteroskedastitas? jawabannya adalah untuk mengetahui adanya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada regresi linear, di mana dalam model regresi harus dipenuhi syarat tidak adanya heteroskedastisitas.

Jenis Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS

Bagaimana cara uji heteroskedastisitas ? Jawabannya adalah ada beberapa cara, antara lain:

  1. Uji Glejser
  2. Uji Park
  3. Uji Spearman
  4. Melihat Grafik

Apakah ke empat uji di atas dapat dilakukan dengan SPSS? Jawabannya adalah “Ya.” Bagaimanakah Cara Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS? Mari kita bahas satu persatu.

Dalam artikel kali ini kita akan bahas uji yang pertama, yaitu Cara Uji Heteroskedastisitas Glejser.

Uji Glejser.

Tutorial Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Uji Glejser

Anggap kita punya sebuah model yang akan diuji, yaitu “Pengaruh nilai ujian Fisika, Biologi dan Matematika Terhadap Rata-rata Nilai SPMB.

Data seperti di bawah ini:

Tabulasi Uji Heteroskedastisitas
Tabulasi Uji Heteroskedastisitas

Buka Aplikasi SPSS anda, jika belum punya download lewat Link ini.

Buat 4 variabel dengan skala data “Scale” Type “Numeric” Decimal “0” dengan nama sesuai tabel di atas: Fisika, Biologi, Matematika dan SPMB.

Dataset Heteroskedastisitas
Dataset Heteroskedastisitas

Masukkan data di atas dengan cara COPAS.

Klik Menu, Analyze, Regression, Linear: Setelah terbuka jendela, Masukkan Fisika, Biologi dan Matematika ke kotak Variabel Independent dan masukkan SPMB ke kotak Variabel Dependent.

Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS

Cari tombol “SAVE” lalu klik maka akan muncul jendela baru, cari “Unstandardized” lalu centang, OK dan OK lagi sampai jendela tertutup.

Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas

Abaikan Output dan Lihat ada sebuah variabel baru dengan nama “RES_1”

Contoh Uji Glejser
Contoh Uji Glejser

Klik Transform, Compute Variabel: Pada Kotak “Target Variabel” Isi dengan RES2. Pada kotak “Numeric Expression” ketikkan rumus: “ABS_RES(RES_1)”

Rumus di atas tanpa tanda kutip dua.

Absolut Residual Uji Glejser
Absolut Residual Uji Glejser

Abaikan output dan lihat ada variabel baru dengan nama “RES2”

Klik Menu Analyze, Regression, Linear: Keluarkan SPMB dari kotak Variabel dependent dan masukkan variabel RES2 ke kotak Variabel dependent.

Uji Glejser
Uji Glejser

Cari tombol “SAVE” lalu klik maka akan muncul jendela baru, cari “Unstandardized” dan hilangkan centang, OK dan OK lagi sampai jendela tertutup.

Interprestasi Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS Menggunakan Uji Glejser

Setelah anda melakukan langkah-langkah untuk menilai heteroskedastisitas menggunakan aplikasi SPSS di atas, maka selanjutnya anda akan belajar untuk membaca output analisis heteroskedastisitas. Langsung saja anda buka output SPSS anda.

Lihat Output pada kolom “Sig.”.

Output Uji Glejser
Output Uji Glejser

Kesimpulannya: Apabila nilai signifikansi (Sig.) > 0,05 maka tidak terjadi gejala Heteroskedastisitas.

Dari output di atas, maka tampak bahwa ketiga variabel tidak ada gejala heteroskedastisitas karena Sig. > 0,05.

Untuk uji yang lain seperti Uji Park, Spearman dan Melihat Grafik akan di bahas pada artikel berikutnya:

UJI PARK DALAM SPSS“, “Uji SPEARMAN Untuk Heteroskedastisitas” dan “Uji Heteroskedastisitas dengan Melihat Grafik”.

Demikian telah kami jelaskan secara singkat namun padat tentang tutorial uji heteroskedastisitas dengan SPSS. Oleh karena banyak sekali jenis uji asumsi untuk menilai ada tidaknya heteroskedastisitas di dalam sebuah model regresi, maka artikel ini kiranya tidaklah cukup.

Kami merasa artikel ini tidaklah cukup untuk memberikan pemahaman yang sempurna terhadap anda para pembaca yang biasanya adalah peneliti atau para mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir perkuliahan. Oleh karena itu kami anjurkan untuk tetap bersama saya di statistikian ini, untuk mempelajari artikel lainnya terkait dengan heteroskedastisitas dan asumsi klasik lainnya.

Semoga bermanfaat dan salam hangat dari saya.

By Anwar Hidayat

TINJAUAN IKHTISAR
Asumsi Klasik


BAGIKAN
Berita sebelumyaPengertian dan Tutorial Uji Mancova Dengan SPSS
Berita berikutnyaTutorial Langkah Cara Uji Park Dengan SPSS
Founder dan CEO dari Statistikian Sejak tahun 2012 sampai dengan Sekarang. Statistikian melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai jenis aplikasi atau software statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel.

49 KOMENTAR

  1. Kalau uji parametris akan selalu ada…tergantung sekarang uji membandingkan bagaimana, misal uji t paired/pairing t test: asumsinya adalah kedua kelompok homogen dan perbedaan kedua kelompok (differences) haruslah berdistribusi normal

  2. mas kalo salah satu doang nilai signya kurang dari taraf nyata,masih dikatakan heteros gak?maksudny, walaupun nilai signifikansi didominasi oleh lebih dari taraf nyata tapi masih ada salah satu yg kurang dari sig,gmana?makasih

  3. Constant artinya besaran nilai yang dapat mempengaruhi perubahan variabel dependen tanpa perlu adanya intervensi dari variabel independen. Constant mungkin saja 0,00.

  4. Mau bertanya, jadi kalau nilai sig constantnya dibawah 0,05 namun seluruh variabel bebas lebih dr 0,05 maka bisa dikatakan homoskedastisitas? trmksh.

  5. Kalau variabel independen campuran rasio/interval dan kategorik maka disebut uji ancova. Uji heteroskedastisitas dilakukan serentak, bukan pada masing-masing variabel secara berurutan

  6. Pak, kalau misalnya variable independen terdiri dari skala rasio dan ada dummy variable juga, apakah uji heterokedastisitas nya juga langsung bersamaan? Apakah akan berpengaruh terhadap hasil ujinya nanti?

  7. Kalau terjadi heteroskedastisitas 2 dari 7 variabel, berarti 2 var tsb memiliki kesamaan varians kn? Bgmn menjelaskanny?
    Hal ini lazim kn?

  8. Numpang nanya. Saya sedang skripsi dan hasil uji glejser saya utk salah satu variabel independen saya sig. nya = 1.000 dengan Unstandardized Coefficients B = -4.278E-005. Apakah hasil tersebut mungkin? Terima kasih.

  9. mau tanya mas,,,
    kalu untuk uji park dan uji glejser bagaimana cara kita mengetahui hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) signifikan atau tidak,dilihat dari nilai ysng mana???
    thanks be4…

  10. mas…saya rian mau tanya kalau ada hanya satu variabel dari 3 variabelyang nilai sig nya kurang dari 0,05 apakah variabel ini di dropkan atau TIDAK DIPAKAI dalam penelitian?

  11. kalo ada hetero nya waktu dilakukan uji glejser di obatn bsa mas? klo di obatin apa untuk uji selnjutnya jg hrs pke data yg sama setelah do obatin?
    trimaksh

  12. Misal X1 dan Y sama-sama ditransformasi Log: Log(Y) = b0 + b1 Log (x1) . Jadi constanta tidak perlu ikut dinyatakan dalam log. Yang perlu diinterprestasikan kembali bukanlah slope, melainkan variabel terikat atau Y. Jadi bila Log(Y), maka untuk mengembalikan nilai Y gunakan fungsi eksponen.

  13. Mas kalau datanya udah di rubah dari satuan rupiah ke bentuk logaritma dalam spss (dengan fungsi transformasi datanya log10(var_1)), gimana nanti bentuk persamaannya. apakah jadi "log Y = log b0 + log b1(X1)" atau "log Y = log b0 + b1 log X" atau gimana mas? Trus setelah itu apakah nilai intercep (b0) dan slope (b1) harus di transformasi kembali agar dapat di interprestasikan ataukah langsung di interprestasikan saja datanya?
    Makasih sebelumnya buat penjelasannya.

  14. siang mas.. saya mau nanya nih.. itu hasil regresi linier berganda saya ko 1.629E-006? maksudnya apa ya mas? kira2 gimana penyelesainnya? skripsi saya udah beres, tgl itu saja permasalahannya.. mohon jawabannya ya mas.. terima kasih sebelumnya

  15. Uji glejser itu untuk uji heteroskedastisitas, di mana adalah salah satu syarat apakah uji regresi linear bisa dipakai atau tidak untuk menjawab hipotesis, sedangkan uji t dalam regresi linear adalah untuk untuk menjawab hipotesis. Jadi berbeda sama sekali.

  16. Selamat malam pak, numpang tanya,,
    Apakah uji spearman's rho untuk mendeteksi masalah hetero dapat dgunakan untuk analisis regresi linier brganda,,
    Kalau bisa mohon penjelasannya, terima kasih

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......