About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

74 Comments

  1. 1

    Boni Fajarwan

    trims mas, sangat membantu 🙂

    Reply
  2. 2

    Anwar Hidayat

    Menu, Analyze, Dexcriptiv, Crosstab, Var independen masuk row, var dependen masuk kolom, centang chi-square, lihat output.

    Reply
  3. 3

    OLd Story

    bagaimana cara nya buat nguji kasus di atas dengan spss pak ?
    trims.

    Reply
  4. 5

    azzainuri

    terimakasih

    Reply
  5. 6

    Anwar Hidayat

    Uji Chi-Square untuk menilai adakah perbedaan bukan hubungan, sebab kalau menilai hubungan tentunya kita mencari koefisien korelasinya, misal koefisien pearson, koefisien kontingensi, koefisien kendall tau, dll. Jika tertarik anda bisa menggunakan jasa kami untuk bantuan olah dan analisa data. Trims.

    Reply
    1. 6.1

      rizkipratama8

      Maaf mas, mau tanya, kalau memang uji chi square bukan untuk melihat hubungan, kenapa ada contoh-contoh di buku atau web lain yang hipotesis nolnya adalah tidak ada “hubungan” bukan tidak ada perbedaan? dan setahu saya kalau uji chi squre itu hanya untuk mengetahui ada atau tidak nya hubungan , sedangkan koefisien korelasi untuk menentukan tingkat keeratan antarvariabel tersebut. Jadi dengan adanya koefisien korelasi kita bisa tahu hubungan antarvariabel itu kuat atau lemah , dan juga mengetahui apakah hubungannya lurus atau berbanding terbalik.
      Itu saja yang ingin saya sampaikan. Tolong koreksi bila ada kata – kata saya yang salah dan mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan terima kasih

      Reply
      1. 6.1.1

        Anwar Hidayat

        Jika pertanyaannya “Seberapa kuat hubungan antara x dengan y?”, maka anda harus melakukan uji korelasi. Uji korelasi yang digunakan tergantung skala data, misal jika data ordinal menggunakan spearman rho, sedangkan jika data nominal menggunakan uji koefisien phi. Dalam hal ini uji chi square tidak digunakan. Jika pertanyaannya “apakah hubungan tersebut bermakna atau tidak?”, maka anda harus menilai signifikansi uji korelasi tersebut, apakah lebih atau kurang dari batas kritis (alpha). Tentunya untuk menilainya haruslah tergantung pada uji yang digunakan itu sendiri, misal jika data ordinal dan uji korelasinya menggunakan uji spearman rho, maka anda harus menghitung nilai rho atau Z hitung kemudian membandingkan rho hitung atau z hitung dengan rho atau z tabel. Dan jika seandainya datanya nominal dan menggunakan uji koefisien kontingensi, maka anda harus menghitung nilai chi square hitung, lalu membandingkan chi square tabel. Dan perlu anda ketahui bahwa dalam uji korelasi yang menggunakan data nominal atau ordinal, tidak mengenal istilah berbanding lurus atau tidak, tidak seperti halnya jika uji korelasi menggunakan data interval atau rasio, misalkan jika menggunakan uji pearson product moment. Buktinya adalah rentang koefisien korelasi dari uji koefisien kontingensi, phi, spearman, dll hanya sebatas 0 sd 1. Itu juga menguatkan pengertian bahwa yang membedakan data ordinal atau nominal dengan data interval atau rasio adalah: pada data nominal atau interval tidak bisa dilakukan operasi matematis. Misal: Kalau berjenis kelamin laki-laki ditambah jenis kelamin laki-laki = perempuan. Coba bandingkan dengan data interval: 1 + 1 = 2 atau 1 + 3 = 4. Serta 2 lebih besar dari 1, sedangkan 4 lebih besar dari 1, 2 atau 3.

        Nah itu semua tadi maksud dari uji korelasi atau hubungan. Namun jika pertanyaannya “apakah x memberikan perbedaan bermakna terhadap y dan seberapa besar proporsi perbedaannya?” Maka jika datanya nominal, anda harus menggunakan uji chi square untuk menjawab ada perbedaan atau tidak. Perbedaan pada uji chi square ditentukan oleh tabel kontingensi. Sedangkan perbedaan pada data interval, tergantung apa yang dinilai perbedaannya, apakah variannya atau Meannya? Jika variannya maka gunakan uji F, sedangkan jika Meannya maka gunakan uji t. Dari sini anda akhirnya juga akan tahu, apa bedanya uji r dan uji t. Kalau uji t adalah untuk menilai perbedaan mean sedangkan uji r untuk menilai korelasi. Kembali lagi ke pertanyaan yang tadi: “apakah x memberikan perbedaan bermakna terhadap y dan seberapa besar proporsi perbedaannya?”. Jika kita ingin menjawab seberapa besar perbedaannya, tentunya jika menggunakan uji chi square, maka anda harus melakukan uji lanjutan yaitu uji cochran mantel haenszell atau uji odds ratio. Dengan uji tersebut anda bisa menghitung perbandingan proporsi y berdasarkan x. Namun jika datanya adalah data interval, maka anda cukup mengurangi Mean Y dengan Mean X atau Variance Y dengan Variance X. Mengapa seperti itu? sebab kembali lagi anda harus pahami bahwa pada data interval dapat dilakukan operasi matematis sedangkan pada data nominal tidak. Semoga penjelasan panjang ini dapat membuat para pembaca memahami fungsi dari uji chi square dan perbedaannya dengan uji korelasi.

        Reply
        1. 6.1.1.1

          rizkipratama8

          Ok Mas. Terima Kasih atas Penjelasannya 🙂

          Reply
  6. 7

    yusman peppy

    misal saya punya data:

    1. tipe hubungan pelanggan:
    – koordinatif : (pelanggan e,f, dan g)
    – kooperatif : (pelanggan a,b,c, dan e)

    2. jumlah pasokan ke pelanggan
    – pelanggan a : 5
    – pelanggan b : 10
    – pelanggan c : 15
    – pelanggan d : 8
    – pelanggan e : 30
    – pelanggan f : 20
    – pelanggan g : 25

    nah dari data diatas saya pengen tahu apakah ada hubungan atau tidak antara jumlah pasokan sama tipe hubungan pelanggan.

    bagaimana mengolahnya dengan menggunakan uji chi square di spss

    mohon bantuannya

    Reply
  7. 8

    Lilik Eka Radiati

    Terimakasih kami sudah belajar dari apa yang dicontohkan, sederhana dan mudah dipelajari secara mandiri. Semoga amal baik ini menjadi ladang iajgerat nanti Amin ya Rob.

    Reply
  8. 9

    Anwar Hidayat

    Jumlah semua sampel yang diuji

    Reply
  9. 10

    Anonymous

    mas pada tabel 3×3 kan ada N, N itu apa mas?

    Reply
  10. 11

    Anwar Hidayat

    Kalau judul hubungan, maka hipotesa juga hubungan, maka analisis yang digunakan adalah analisis asosiatif untuk mendapatkan nilai koefisien korelasi. Selanjutnya tergantung pada skala data. Apabila nominal bisa menggunakan koefisien kontingensi, kalau ordinal misal menggunakan kendall tau, kalau interval menggunakan pearson product moment.

    Reply
  11. 12

    Novia Veronica

    judul skripsi saya "hubungan paritas dan penggunaan KB hormonal dengan usia menopause", uji statistik apa yang harus digunakan pak? trims

    Reply
  12. 13

    Anonymous

    Terimakasih share ilmunya…

    Reply
  13. 14

    Anwar Hidayat

    Deskriptiv saja dan menggunakan uji deskriptiv univariat, distribusi frekuensi dan persentase serta proporsi

    Reply
  14. 15

    rohmah handayani

    pak thanks infonya….pak kalo topik saya gambaran tipe kepribadian A dan D pada pasien hipertensi…saya bingung judul saya apakah deskriptif ato hubungan..trus uji dan metode yg digunakan gmna pak…

    Reply
  15. 16

    Anwar Hidayat

    Tepat jika jumlah cell yang memiliki frekuensi harapan tidak lebih dari 20% dan tidak terdapat cell dengan frekuensi kenyataan sebesar 0.

    Reply
  16. 17

    Anwar Hidayat

    Uji Chi Square bukan untuk menguji hubungan antar variabel, tetapi untuk mengetahui adakah perbedaan proporsi sebuah efek akibat dari causa/sebab

    Reply
  17. 18

    Anwar Hidayat

    Maaf tidak bisa saya menjawab dengan tepat dan rinci jika pertanyaan anda begitu singkat. Anda bisa menggunakan jasa bantuan olah data dengan biaya, melalui sms: 085748695938 (hanya sms untuk jasa olah data)

    Reply
  18. 19

    linda putri

    pak kalau judulnya pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar. menggunakan skala interval.
    pertama – ahir mekanisme apa saja yang harus saya lakukan. teknik analisis datanya apa saja?

    Reply
  19. 20

    Mitsuhide_Akechi

    Thanks peljarannya pak..
    pak saya mau tanya, topik kp saya hubungan 'daerah yg didiami' dengan 'jenis pekerjaan yng diambil', contohnya:
    Daerah Jenis Pekerjaan
    Pekerjaan1 Pekerjaan2 Pekerjaan3 Pekerjaan4
    A 551 7 50 2261
    B 100 10 35 3152
    C 300 3 25 3563
    D 212 20 77 4434
    E 431 14 66 4895
    F 567 6 54 3636
    G 789 4 63 2787
    H 222 9 20 4328

    Apakah tepat jk sy menggunakan metode chi square,
    Jika hasilny diperoleh terdapat hubungan antara 2 variabel trsebut, apakah boleh dikatakan bhwa daerah yng didiami mempengaruhi jenis pkerjaan yg diaambil.

    Maaf merepotkan n trimakasih banyak

    Reply
  20. 21

    Anwar Hidayat

    Gunakan 2 sided jika anda tidak mempunyai asumsi sebelumnya

    Reply
  21. 22

    Anwar Hidayat

    Uji Chi Square bukanlah uji parametris yang membutuhkan asumsi normalitas, karena uji chi square menggunakan data nominal, sedangkan uji parametris mewajibkan data berskala interval atau rasio. Maka tidak perlu anda melakukan uji normalitas.

    Reply
  22. 23

    arfa gaken

    salam pak. mau nanya..
    pada output rums fisher’s exact test.. ada 2 kolom.. sig 2 sided dan 1 sided.. yg mana saya ambil utk p valuenya

    Reply
  23. 24

    Mitsuhide_Akechi

    Ok pak makasih berat ^ ^

    Reply
  24. 25

    Rossy Aluman

    pak…jika tabel sya 3×3 dengan jumlah sampel 32. dan setelah di uji normalitas uji yang harus saya gunakan uji non parametrik. saya sudah menggukan uji chi square dan nilai sell lebih dari 50%. jadi kata teman saya saya tidak layak menggunkan uji chi square. jadi uji yang tepat yang bisa saya gunakan uji apa pak??????? terima kasih sebelumnya.

    Reply
  25. 26

    Anwar Hidayat

    2 x 3 = 6. Jika 2 cell dengan F0 < 5, maka 2/6 * 100% = 30,33%

    Reply
  26. 27

    Anonymous

    Pak bagaimana cara menghitung jumlah persen nilai expected ?
    Misal data saya 2×3 kmudian ada nilai expected kurang dri 5 sebnyak 2 cell, brapa persen kah itu ? Tkb

    Reply
  27. 28

    Anwar Hidayat

    0,000 itu bukan berarti Nol, melainkan ada bilangan > 0 dibelakang koma setelah sekian digit. Itu wajar, artinya < 0,05.

    Reply
  28. 29

    Winny Wildaniawati Fauziah

    assalamualaikum pak, maaf pak, saya ada soal, setelah saya coba uji, hasilnya asymp sig .000, apakah tidak apa2 jika nilai asymp,sig nya nol pak?
    soalnya seperti ini pak,
    manager pemasaran menduga bahwa daerah pemasaran kota bandung kesukaan konsumen akan warna sabun mandi tidak merata, dia beranggapan bahwa konsumen suka warna putih dan hijau 25%, sdgkn 50%nya menyukai warna kuning. untuk membuktikan dugaannya, managemen tsb kembali meminta pendapat 30 responden, dgn alfa : 5%. terima kasih pak, mhon bantuannya.

    Reply
  29. 30

    Anwar Hidayat

    1. Tidak bisa, karena uji hubungan pasti berupaya mendapatkan koefisien korelasi, sedangkan kai kuadrat tidak mengembalikan koefisien korelasi. Dan kai kuadrat adalah uji komparatif untuk skala data nominal.
    2. Apabila skala data kedua variabel anda adalah ordinal dengan hipotesa bentuk hubungan, maka untuk mencari koefisien korelasi dengan rumus:
    a. Data interval tidak normal: a1. Subjek beda: spearman. a2. Subjek berpasangan: kendall tau.
    b. Data ordinal kategorik: a1. Ada arah pengaruh: somer's d. a2: Tidak ada arah: a21: tidak memperhatikan ties: gamma. a22: memperhatikan ties: a22a: tabel kontingensi square (baris dan kolom jumlahnya sama): kendall tau c, a22b: tabel kontingensi non square (jumlah baris dan kolom tidak sama): kendall tau b.

    Reply
  30. 31

    Anonymous

    pak saya punya data Indeks massa tubuh dan tingkat kesegaran jasmani..
    imt ada obese,gemuk,normal,kurus sedangakan kesegaran ada baik sekali,baik,sedang,kurang,kurang sekali. pertama sy membuat hipotesis adakah hubungan antara kedua variabel tersebut tentunya dengan angka-angkanya..saya menggunakan product moment,tp ternyta salah, dosen saya menyuruh menggunakan kai kuadrat. pertanyaan saya:
    1.apakah data itu bisa dianalisis menggunakan kai kuadrat?
    2.jika bisa, bagaimana hipotesisnya nanti?kalau hubungan kan katanya tidak menggunkan rumus ini..terima kasih

    Reply
  31. 32

    Anwar Hidayat

    Variabelnya bukan dilihat dari item soalnya, tetapi dari kesimpulan atas semua item per variabelnya. Tergantung cara peneliti dalam menyimpulkan, bisa dibiarkan apa adanya atau dikategorikan. Sedangkan uji Chi-Square digunakan untuk menguji hipotesa perbedaan proporsi variabel berskala nominal berdasarkan variabel yang juga berskala nominal.

    Reply
  32. 33

    Aziz Nur Fathoni

    Maaf bang mau tanya..

    ini tentang tingkat pengetahuan ada 25 soal dan 2 pilihan jawab A(benar) B(salah)

    yang kedua tetang tindakan ada 21 prtanyaan dan 2 pilihan jaban A9dilakukan B tidak di lakukan.

    untuk mencari adaya hubungan tingkat pengetahuan denagan tindakan apa bisa menggunakan CHI SQUARE
    terimakasih

    Reply
  33. 34

    Anwar Hidayat

    2×2 uji continuity correction, 2×3 sama dengan 3×3 menggunakan uji pearson chi-square

    Reply
  34. 35

    Anonymous

    Maaf bang saya mw tanya, kalau tabel 2×2 kan disebut contingensi tabel, kalau utk 2×3 kan disebut pearson, kalau tabel 3×3 gmn?

    Reply
  35. 36

    Anwar Hidayat

    Chi-Square digunakan untuk uji beda dengan skala data nominal. Jika ordinal, banyak pilihan. Silahkan baca artikel saya tentang Mann Whitney U Test dan artikel tentang uji komparatif non parametris.

    Reply
  36. 37

    Anwar Hidayat

    Uji berdasarkan tujuan, bentuk hipotesa, skala data dan bentuk pasangan. Jadi sebaiknya anda telusuri artikel artikel saya lebih dalam.

    Reply
  37. 38

    Anwar Hidayat

    lakukan uji Chi-Square seperti biasa, jika bentuk tabel anda 2 x 2, maka otomatis hasil uji fisher exact test akan keluar

    Reply
  38. 39

    dian diro

    pak,saya mau tanya, judul saya mengenai perbedaan status gizi anak yang tinggal di desa dan kot, apakah bisa menggunakan uji chi-square ? skala data status gizi yang saya gunakan ordinal (sangat,kurus,normal,gemuk,obes). kalo tidak bs pakai chi-square, uji apa yg tepat utk saya gunakan. trmksh

    Reply
  39. 40

    sari

    siang mas, mau tanya,,kalau utk uji fisher exact menggunakan spss langkahnya bagaimana?

    Reply
  40. 41

    Anonymous

    Kalau judulnya pengaruh penurunan intensitas ruangan terhadap kelelahan mata saat tes berbasis komputer dengan desain quota sampling… ujinya pake apa ya?

    Reply
  41. 43

    Anwar Hidayat

    Bisa dan p value lihat di kolom Asym. Sig (2 tailed)

    Reply
  42. 44

    Anonymous

    mas ada ndak tabel makna nilai korelasi chi square ?

    Reply
  43. 45

    Anonymous

    selamat pagi pak saya mau nanya, judul saya penelitian saya menggunakan tabulasi 4×2, apakah bisa pak menggunakan uji chi square jika syarat chi square terpenuhi, dan untuk nilai p-value ny d lihat yang dmn pak? terimakasih pak,

    Reply
  44. 46

    Anwar Hidayat

    Baca artikel saya tentang perbedaan case control, kohort dan cross sectional

    Reply
  45. 47

    Nurhawati Hasanah Sonjaya

    mohon penjelasanya tntg casecontorl ,, u ngolah data bivariat n multivariat

    Reply
  46. 48

    Arwan asma

    pak izin copas yaaa,., buat belajar dirumah,., trims,.,

    Reply
  47. 49

    Anwar Hidayat

    Tidak tepat, sebab uji chi-square adalah uji beda

    Reply
  48. 50

    ilham mustamin

    kalau penelitian saya mencari hubungan apakah sudah tepat sy menggunakan chi square untuk mengolah data sy… ????

    Reply
  49. 51

    Anwar Hidayat

    Selama kedua variabel (hasil belajar dan jenis materi: word atau power point) berskala nominal, maka bisa diuji chi-square.

    Reply
  50. 52

    Anwar Hidayat

    Di kode ulang dengan mengelompokkan kategori yang dekat kaitannya, misalkan kategori tinggi dan sedang dijadikan satu menjadi kategori tinggi. Sehingga tercipta tabel kontingensi 2 x 2. lalu diuji dengan rumus continuity correction atau yate's correlation. jika masih tidak memenuhi syarat frekuensi harapan, baru diuji dengan fisher exact test.

    Reply
  51. 53

    saepul milah

    mas mau tanya hipotesis yang diajukan " terdapat perbedaan ketuntasan belajar klasikal pada aspek hasil belajar matematika antara siswa yang mendapat MS Word dan Power Point. bisakah dengan uji chi square ?

    Reply
  52. 54

    Anonymous

    kalau data 4×2 tetapi frekuensi harapan yang kurang dari 5 lebih dari 20%, lalu data fisher didapatkan darimana?

    Reply
  53. 55

    Anwar Hidayat

    Pelajari cara memilih uji statistik yang tepat di: Jenis Data dan Pemilihan Analisis

    Reply
  54. 56

    Anwar Hidayat

    Pelajari cara memilih uji statistik yang tepat di: Jenis Data dan Pemilihan Analisis

    Reply
  55. 57

    Syamsul Bahri

    Mohon bantunya pak, judul skripsi saya "peranan PPL terhadap penerapan sistem Tanam jajar legowo petani padi sawah"
    Uji apa yg hrus saya gunakan?
    Trma kasih.

    Reply
  56. 58

    Anonymous

    pak klo judul pengaruh internet terhadap minat belajar, teknik analisisnya apa yach? product moment atau chi square.

    Reply
  57. 59

    Anonymous

    sangat bermanfaat…. terima kasih

    Reply
  58. 60

    Anwar Hidayat

    Jika 4 x 2 maka menggunakan rumus pearson chi-square, jika syarat tidak terpenuhi maka lakukan kode ulang misal jadi tabel 3 x2 atau 2 x 2. Digunakan continuity correction jika tabel 2 x 2 dan memenuhi syarat, jika tidak memenuhi syarat maka diganti fisher exact.

    Reply
  59. 61

    Dede Marizal Sesar

    Apabila tabel hasil data 4×2 tetap menggunakan uji chi square dgn cara biasa? Kalau syarat chi square tdk terpenuhi, uji alternatif jg ttp pakai fisher exact?
    Penggunaan rumus continuity correction atau yate correction itu disaat apa saja?
    Terimakasih

    Reply
  60. 62

    Anwar Hidayat

    Yang benar DF untuk tabel 5 x 2 adalah = (5-1) x (2-1) = (4 x 1) = 4. Jadi bila dalam SPSS perhitungan Degree of freedom jadi 16 itu berarti ada kesalahan entry data anda atau ada kesalahan prosedur yang telah anda lakukan dalam analisis chi square.

    Reply
  61. 63

    Apriania Dani

    Kakak, tabel punyaku 5 x 2 kok aku hitung pake manual df nya 4 tapi di spss df nya 16? Ada yang salah ya?

    Reply
  62. 64

    Anwar Hidayat

    Uji korelasi data ordinal dengan nominal, maka betul kata dosen anda, menggunakan derajat paling rendah yaitu nominal, maka uji yang digunakan adalah uji chi-square

    Reply
  63. 65

    irul94

    pak, judul skripsi saya " Hubungan FHP dengan timbulnya nyeri leher", uji statistik apa yang harus digunakan pak, skala data saya untuk FHP adalah ORDINAL dan timbulnya nyeri leher adalah NOMINAL. saya sudah dapat masukan dari dosen pakai chi square 3×2 tabel. namun saya masih bingung. mohon tanggapannya terimakasih

    Reply
  64. 67

    Ryan Maulana

    apa iji chi-square bisa digunakan pada 2X4??

    Reply
  65. 68

    Anwar Hidayat

    Kalau anda melakukan analisis agar bisa mendapatkan OR melalui Crosstabs di SPSS, maka tidak bisa, sebab uji tersebut menggunakan analisis maentel haenszell, yang mana mewajibkan bentuk tabel 2 x 2. Kalau bentuk tabel anda 3 x 3 ya jelas tidak bisa. Maka ubah kategorinya menjadi 2 kategori saja per variabelnya. Jika tidak ingin mengubah, maka gunakan uji regresi logistik dengan SPSS.

    Reply
  66. 69

    intellectual capabilities

    permisi pak, saya mempunyai tabel 3×3 (rendah-sedang-tinggi) dengan chi square. pembimbing saya menginginkan saya mencari OR nya. apakah OR dapat didapat dari tabel 3×3. kata beberapa sumber kalau 3×3 harus dipecah menjadi matriks 2×2 untuk mendapatkan beberapa OR. apa yang dimaksud pernyataan itu ya pak? terima kasih

    Reply
  67. 70

    Deviani Dyah Wulandari

    permisi pak, mau nanya kalau di penelitian case control kan menggunakan OR, namun dipenelitian cross sectional kan yang digunakan prevalensi rasio. nah pr tersebut jika dilihat melalui spss bagaimana caranya?

    Reply
    1. 70.1

      Anwar Hidayat

      Ditunjukkan dengan nilai Relative Risk.

      Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved