About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

127 Comments

  1. 1

    Anwar Hidayat

    Uji T Paired adalah uji komparatif apabila skala data variabel adalah kuantitatif (interval/ratio) yang berdistribusi normal dengan sifat berpasangan/related.
    Sedangkan apabila uji komparatif pada skala data yg lebih rendah, maka pilihan harus disesuaikan dengan sifat pasangan: bebas atau related, nominal atau ordinal, dan jumlah kategori.
    Apabila dua variabel dengan skala beda, contoh nominal dengan ordinal, maka digunakan uji yang layak digunakan pada skala terendah, yaitu uji nominal. Jadi kita bisa gunakan uji chi-square. (Lihat Buku SPSS Untuk Penelitian Non Parametris Karangan Santoso Singgih)

    Reply
  2. 2

    Anwar Hidayat

    Uji T Paired adalah uji komparatif apabila skala data variabel adalah kuantitatif (interval/ratio) yang berdistribusi normal dengan sifat berpasangan/related.
    Sedangkan apabila uji komparatif pada skala data yg lebih rendah, maka pilihan harus disesuaikan dengan sifat pasangan: bebas atau related, nominal atau ordinal, dan jumlah kategori.
    Apabila dua variabel dengan skala beda, contoh nominal dengan ordinal, maka digunakan uji yang layak digunakan pada skala terendah, yaitu uji nominal. Jadi kita bisa gunakan uji chi-square. (Lihat Buku SPSS Untuk Penelitian Non Parametris Karangan Santoso Singgih)

    Reply
  3. 3

    Rida Fox

    Nek skalane nggo nominal-ordinal nggo opo?

    Reply
  4. 4

    Anwar Hidayat

    Paired T Test hanya digunakan untuk data kuantitatif dengan syarat: kedua array nilai (pre dan post) mempunyai jumlah sama dan bersifat homogen. Jumlah sama contohnya: array pre test 20 data Berat Badan dan array post test juga sama 20 data berat badan. Karena harus homogen maka perlu uji homogenitas, maka dilakukan uji Kolmogorov smirnov. Apabila P value > batas kritis 0,05 maka layak dilakukan uji T Paired. Bila syarat tidak terpenuhi, maka sebaiknya lakukan uji match pairs wilcoxon test.

    Reply
  5. 5

    Rida Fox

    Desainnya one group pre-post test. datanya ordinal (sesuai dg pertanyaanku yg di jenis data).
    Kalo ak browsing, kok banyak yg pake paired T test yo? ad jg yg pake Wilcoxon.
    What d'u think?

    Reply
  6. 6

    Anwar Hidayat

    Sebaiknya skala interval, sebab pengetahuan berisi angka atau numeric. Pakai Paired T test bisa sebab data berpasangan.

    Reply
  7. 7

    Anwar Hidayat

    Perlu dingat, dengan T Paired anda hanya membedakan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan. Yang didapat pada t paired: Ada perbedaan apa tida, berapa rata2 perbedaannya dan ada peningkatan, penurunan atau tetap. Jika anda ingin mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruhnya, anda mungkin membutuhkan uji yang lain yaitu uji regresi. Dengan regresi anda bisa dapatkan model atau persamaan regresinya. Jadi seberapa besarkah pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan.

    Reply
  8. 8

    Anonymous

    kalau menngunakan pretest posttest control group design, cara pngambilan sampel total sampling. judulnya variabel pertama itu penyuluhan, variabel kedua peningkatan pengetahuan. itu bisa pakai skala apaa? trs pake uji paired T test apa bisa?

    Reply
  9. 9

    iekah midwife

    SAYA mahasiswa program studi kebidanan, mz kalau skala yang digunakan kan pakai interval. la itu kan harus di uji normalitas datanya, kalau datanya tidak normal pke apa mz… mksih

    Reply
  10. 10

    Anwar Hidayat

    Sulit bagi saya memahami pertanyaan anda yang sangat pendek, harap diperjelas…

    Reply
  11. 11

    NadiRa ELFishy

    aku mau uji beda soal individu,, itu hrs bagaimana??
    di uji persoal atau spt apa??
    mohon segera dibalas

    Reply
  12. 12

    Anwar Hidayat

    saya tidak paham maksud pertanyaan anda. Independen berarti bebas atau sumber data berasal dari subjek yg beda. Sedangkan uji T ada 3: independen, related dan student. Setiap uji T yang menjadi patokan adalah nilai means. Beda tidak antara kedua means? itu maksudnya.

    Reply
  13. 13

    ai

    Klo uji independen yang hanya diketahui means n dan std deviasi caranya bagaimana??

    Reply
  14. 14

    Anwar Hidayat

    Kalau melihat data anda, data berasal dari subjek berbeda, maka independen t test adalah yang tepat digunakan.

    Reply
  15. 15

    Unknown

    Maaf mas, tolong bantuannya. Saya punya data perubahan skor dua kelas yang saya matching, kelas A dg perlakuan x dan kelas B dg perlakuan y. Saya ingin mengetahui pengaruh x terhadap A atau pengaruh y terhadap B yang lebih baik. Yang benar menggunakan pair atau independen? Saya menggunakan spss 13, apa yang harus saya lakukan? Makasih banyak mas atas bantuannya.

    Reply
  16. 16

    Anwar Hidayat

    Model anda: A dg X. B dg Y. Sama saja dengan X dan Y. Pada X ada pre dan post. Pada Y ada pre dan post. Jadi tidak ada yang sulit sebenarnya. Sebab Uji T Paired hanya bisa digunakan untuk membandingkan antara 1 kelompok dengan 1 kelompok. Pada model anda saya lihat ada 2 kelompok, di mana masing-masing kelompok ada 2 kelompok. Maka uji t paired tidak berlaku di sini. Tetapi anda masih bisa menggunakannya dengan 2 kali pengujian berbeda. T Paired pre dan post pada kelompok A dan T paired pre dan post pada kelompok B.
    Jika anda ingin mengetahui perbedaan pre dan post dengan interaksi antara kelompok A dan B, maka model ANOVA akan lebih tepat digunakan: Two Way Anova.
    Jika anda kesulitan untuk menata data anda bisa menggunakan JASA BANTUAN OLAH DATA kami. Kirimkan data anda ke emal kami dan konfirmasi dengan sms. Terima kasih.

    Reply
  17. 17

    Unknown

    Mohon penjelasannya tentang matching data dan t paired. Dari dua kelas diberi pretest, kemudian data dimatching. Kelas A diberi perlakuan x, kelas B diberi perlakuan y. Kemudian kedua kelas diberi posttest. Jika menggunakan uji t paired, bagaimana memasukkan data pada spss-nya dan bagaimana mengetahui perbedaan perlakuan yang lebih baik? Makasih banget.

    Reply
  18. 18

    Anwar Hidayat

    One Group pre post itu tidak menggunakan kontrol, treatment ada diantara pre dan post, Maka subjek dari 1 sumber, berarti related/berpasangan. Maka uji T Paired dapat digunakan. Jika anda mengatakan dari 2 subjek, apakah anda tidak salah menyebut desain experimentnya? Kalau menggunakan kontrol, kiranya anda memakai true experiment.

    Reply
  19. 19

    Anonymous

    mas mohon bantu ya, untuk subjek 2 orang menggunkan quasi one group pre-post design, analisis datanya pake apa ya ? untuk melihat efektifitas konseling dalam meningkatkan motivasi karyawan ? terima kasih sebelumnya

    Reply
  20. 20

    Anwar Hidayat

    Ada 2 metode dalam menjawab hipotesa pada uji t, yaitu dengan membandingkan t hitung dan t tabel pada df N – 1 dan dengan membandingkan p value atau signifikansi dengan batas kritis (0,05, 0,01, atau yang lain). Anda sudah bisa menyimpulkan atau menjawab hipotesis hanya dengan melihat nilai sig 2 tailed, sig. anda nilainya 0,000 < 0,05 dan juga < 0,01, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan pada derajat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila anda ingin menggunakan t hitung, maka bandingkan dengan t tabel pada DF N-1. N adalah jumlah sampel. Apabila Sampel anda 30, maka DF = 30 – 1 = 29. Apabila T Hitung > T Tabel, maka ada perbedaan signifikan atau H1 diterima dan H0 ditolak.

    Reply
  21. 21

    Anwar Hidayat

    T Tabel juga ada berbagai macam berdasarkan derajat kepercayaan. Jadi anda juga dapat membandingkan pada derajat kepercayaan anda, apakah 95% atau 99%. 95% artinya tingkat kebenaran atau dapat mewakili populasi atau dapat digunakan untuk generalisasi adalah sebesar 95%. 95% sama dengan 0,95. Maka tingkat kesalahan atau batas kritis = 100% – 95% = 5%, jika didesimalkan jadi 0,05.

    Reply
  22. 22

    can tyan

    Mohon maaf sebelumnya ms,, saya mau tanya… untuk untuk melihat apakah ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan dilihat dari t hitung pada output paired sampel t test bagaimana ya, sedangkan untuk nilai sig 2 tailed sudah 0,000 atau < 0,05. Terimakasih…

    Reply
  23. 23

    Anwar Hidayat

    Ya benar. Selama data bersumber dari objek yang sama, maka boleh pakai t paired

    Reply
  24. 24

    Noor kuadrat

    mw tnya saya melakukan penelitian terkait adanya suatu peraturan pajak pajak baru. di dalamnya saya membandingkan sebelum (2008) dan 4 tahun sesudah. saya membandingkannya 2008 vs 2009, lalu 2009 vs 2010 dst. apakah itu sudah benar ato membandingkannya 2008 vs 2009, 2008 vs 2010
    krn saya beranggapan bagaimana perkembangan th.1 stlhnya dengan th k2 setelah penerapan

    Reply
  25. 25

    Anwar Hidayat

    One Group pre post itu tidak menggunakan kontrol, treatment ada diantara pre dan post, Maka subjek dari 1 sumber, berarti related/berpasangan. Maka uji T Paired yang digunakan.

    Reply
  26. 26

    Anwar Hidayat

    http://pareonline.net/getvn.asp?v=9&n=6

    Masih perdebatan tentang keharusan melakukan remove outlier sebelum melakukan uji Regresi, Anova atau t Test. Tetapi keuntungan yang didapat dengan melakukan remove outlier adalah pengujian akan lebih tajam, sebab dapat mengurangi error. Pada t test, biasanya nilai mean difference akan sedikit turun dan begitu juga dengan nilai t.

    Reply
  27. 27

    Anwar Hidayat

    Mungkin yang dimaksud adalah berpasangan. Artinya kelompok 1 tidak bisa lepas dari kelompok 2, misal: Nilai ujian sebelum tryout dan nilai ujian setelah tryout. Kedua kelompok tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab subjeknya sama. Misal yang diuji 20 orang, maka dia dapat treatment yaitu tryout. apabila 1 orang (misal responden ke 20) tidak diuji di kelompok sesudah tryout, maka 1 orang yang sama tersebut (misal responden ke 20) juga harus keluar dari perhitungan saat sebelum tryout, meski sesungguhnya dia ikut try out. Sehingga jumlah sampel akan sama 20-1=19. Begitulah kira-kira yang dimaksud dosen anda.

    Reply
  28. 28

    Nurmayanti Manurung

    mw tanya.. lw judul penelitian pengaruh penggunaan media terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.menggunakan quasi one group pre-post design, pakai uji t yg gmna ya..
    terima kasih..

    Reply
  29. 29

    junaidi

    Assalamualaikum,, mas sy mau tanya, ada nggak refrensi yang mengatakan jika kita mau mengolah data utk penelitian komparativ kita harus uji outlier dahulu kemudian baru uji asumsi klasik ? kasus sy,, data normal sblm outlier, tpi dosen sy mengatakan uji outlier dulu, sehingga hasilnya lebih valid, tpi sy blm menemukan refrensi yang mngatakan begitu. mhn bantuannya mas..

    Reply
  30. 30

    Unknown

    Saya disarankan menggunaka uji t paired dengan dua kelompok yang saling mengontrol. Tolong dijelaskan lebih detail ya mas. terutama pada kata "dua kelompok saling mengontrol". Maksudnya apa dilakukan pengolahan data dua kali, satunya treatmen yang lain kontrol secara gantian. Makasih

    Reply
  31. 31

    Anwar Hidayat

    T paired bila skala data pengetahuan menggunakan skala interval/rasio dan berdistribusi normal

    Reply
  32. 32

    Anwar Hidayat

    mungkin yg diinginkan pembimbing anda adalah: Multiway Anova

    Reply
  33. 33

    titik awal..

    mas, saya sedang melakukan penelitian tentang efektifitas zeolit, karbon aktif dengan pasir aktif terhadap penurunan kadar mangan dalam air. dengan variabel bebas jenis media dan variabel terikatnya kandungan mangan setelah proses penyaringan. Saya menggunakan desain penelitian one group pre test post test..
    awalnya saya akan menggunakan uji kruskal wallis. tapi kata pembimbing saya, variabel yang jenis datanya nominal tidak dapat di analisis jika berpasangan dengan data berskala rasio (v.bebas saya nominal, v.terikat saya rasio). saya bingung harus pakai uji statistik apa. mohon bantuannya, terimakasih..

    Reply
  34. 34

    Anonymous

    maaf saya mau tanya,, kalau ingin mengetahui perbedaan tingkat pngetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dan stelah penyuluhan itu pakai t paired apa wilcoxon?

    Reply
  35. 35

    Anwar Hidayat

    Harus diuji, Baca artikel-artikel saya tentang normalitas: https://www.statistikian.com/2013/01/uji-normalitas.html

    Reply
  36. 36

    Anonymous

    pak maw tanya,,,cara mengetahui data yang berdistribusi normal atau tidak itu gimana ya,,,trimakasih,,

    Reply
  37. 37

    Anwar Hidayat

    Saya tdk bisa komentar banyak, sebab saya tidak tahu bagaimana cara anda memasukkan data pada SPSS

    Reply
  38. 38

    wisnu yudistira

    pak mau tanya jika saya menggunakan analisis friedman test itu menghasilkan

    N 56
    Chi-Square 176.589
    df 4
    Asymp. Sig. .000

    apakah data saya salah, atau saya salah memasukan data, soalnya dari bebrapa penelitian yang saya baca yg mnggunakan friedman test Asymp. Sig tidak perna bernilai .000

    Terima kasih pak

    Reply
  39. 40

    wisnu yudistira

    tp jika Asymp Sig menunjuka angka .000 itu memang wajar pak

    Reply
  40. 41

    Anwar Hidayat

    Lihat dulu jumlah sampelnya. Jika > 200 anda bebas pilih uji normalitas yang mana, pakai Kolmogorov Smirnov juga boleh. Tetapi yang terbaik Shapiro Wilk dan Shapiro Francia atau bisa menggunakan Skewness Kurtosis, Barja Square, Anderson Darling, Ryan Joiner, dll atau boleh ditambah menggunakan grafik: Normal QQ Plot, Normal PP Plot, detrend QQ Plot, Box Plot, Steam Leaf dan Histogram.

    Reply
  41. 42

    Anwar Hidayat

    Jika kurang dari 50 dan lebih >7 gunakan Shapiro Wilk (Asal tidak lebih dari 1000)atau S Francia (Asal tidak lebih dari 5000). Jika lebih dari 5000 gunakan skewness kurtosis (sangat dianjurkan) atau Kolmogorv Smirnov.

    Reply
  42. 43

    Anita mala

    mas saya sedang melakukan penelitian tentang pengaruh teknik relaksasi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri, saya menggunakan desain penelitian one group pre-post test,Variabel independent: Teknik relaksasi finger hold,Variabel Dependen:
    Intensitas nyeri, variabel dependen:skala rasio , saya disuruh uji normalitas untuk intensitas nyerinya, gimana ya caranya??

    Reply
  43. 44

    Anwar Hidayat

    Tidak bisa, Kolmogorov Smirnov untuk uji komparatif, artinya menentukan apakah ada beda, jadi bukan asosiatif atau menilai hubungan.
    Kolmogorov yang lain untuk uji normalitas.

    Reply
  44. 45

    Kerik Putih

    Selamat malam, Mas..
    mohon petunjuk, Mas..
    saya sedang mengerjakn skripsi dengan melihat referensi skripsi yang lain.
    Skripsi tsb, menggunakan Kolmogorov Smirnov untuk mengetahui apakah
    ada hub antar variabel.
    Yang menjadi pertanyaan saya, apakah Kolmogorov Smirnov bisa digunakan
    untuk mengetahui hub antar variabel?
    Terima kasih__

    Reply
  45. 46

    Anwar Hidayat

    Kalau pengaruh maka gunakan regresi ordinal. Karena data ordinal maka bukan uji parametris, jadi tidak perlu ada uji normalitas.

    Reply
  46. 47

    irish.maria06

    Selamat malam mas Hidayat.
    saya ingin bertanya. penelitian saya berjudul "pengaruh pendidikan kesehatan gigi terhadap pengetahuan dan sikap dalam memelihara kesehatan gigi pada anak SD…". berskala ordinal ordinal. responden 62. pre post design. tanpa kelompok kontrol.
    bagaimana cara menguji normalitas data data ini??
    dan uji analisa data apa yg cocok??

    Terima kasih banyak. 🙂

    Reply
  47. 48

    Anwar Hidayat

    Tidak salah, kalau nilai t positif maka cara mengambil kesimpulan: t hitung > t tabel = H1 diterima. Sedangkan jika t hitung nilainya negatif, maka kesimpulannya= -t hitung < -t tabel = H1 diterima. Atau dengan cara lain: anda absolutkan dulu, jadi hilangkan nilai negatif, maka kembali seperti awal: +t thitung > + t tabel = H1 diterima.

    Reply
  48. 49

    Maria

    Selamat pagi pak.. makasih untuk artikel2nya
    saya meneliti ttg efektifitas penyuluhan ttg obesitas thdp peningkatan pengetahuan remaja dlm mncgah obesitas. mgnkn uji t berpasangan. t hitungnya dapat – (minus).. soalnya kan nilai sebelum pnyuluhan lebih rendah dari nilai sesudah penyuluhannya..soalnya kebanyakan liat contoh yang berat badan sebelum dan sesudah (sebelumnya lebih tinggi dari sesudahya).. bagaimana pak? apa itu berarti Ho diterima? atau saya harus mengunakan uji yg lain atau ada kesalahan yang saya tidak tahu saat menggunakan uji t ini? makasih pak atas bantuannya.

    Reply
  49. 50

    Anwar Hidayat

    Pada Independen T Test yang harus normal itu residualnya, bukan data per variabelnya

    Reply
  50. 51

    Putri Indah Budiasih

    maaf pak mau nanya,
    penelitian saya pake uji beda t-test independen, itu datanya harus berdistribusi normal dulu ya ?
    nah saya udah uji normalitasnya pake kolmogorov-smirnov tapi hasilnya tidak normal, saya udah transform tetap tidak normal, itu harus gimana ya ?
    mohon balasannya, makasih

    Reply
  51. 52

    Anwar Hidayat

    Ada yang salah dengan data anda

    Reply
  52. 53

    Anwar Hidayat

    Kalau pasang dan surut itu menggunakan subjek yang sama, maka gunakan uji t paired

    Reply
  53. 54

    Anwar Hidayat

    Kalau uji non parametris untuk perbedaan berpasangan data interval yang tidak berdistribusi normal adalah uji Friedman atau Kendall W. Sebaiknya gunakan kendall W.

    Reply
  54. 55

    Anita mala

    sudah saya coba dgn anova tapi kok tabel "Test Of homogeneity of variances" nya kosong dan symp dan F nya tidak ada ya, apa ad yg salah dgn data saya ?

    Reply
  55. 56

    Anonymous

    maaf saya mau nnya
    saya lagi penelitian ttg kepadatan coliform utk pasang dan surut jadi analisis uji-t yang tepat tu menggunakan yang mana y?

    Reply
  56. 57

    Anita mala

    sampel saya hanya 12, setiap hari kan langsung dilakukan pre dan post jadi pre nya ada 3 & post nya ada 3 , setelah duji normalitas dgn Shapiro Wilk distribusi datanya normal, kira2 pakai uji statistik apa ya??

    Reply
  57. 58

    Anwar Hidayat

    Uji Independen t test: untuk melihat adakah perbedaan nilai pre test antara kelompok kontrol dan experimen, untuk melihat adakah perbedaan nilai post test antara kelompok kontrol dan experimen.

    Reply
  58. 59

    Anwar Hidayat

    Uji Independen t test: untuk melihat adakah perbedaan nilai pre test antara kelompok kontrol dan experimen, untuk melihat adakah perbedaan nilai post test antara kelompok kontrol dan experimen.

    Reply
  59. 60

    Anonymous

    Kalau desain penenlitiannya pretest-posttes control group design tetapi jumlah sampel eksperimen dan kontrolnya berbeda yaitu 42 dan 41, sebaiknya pake uji t paired atau t independen? thx

    Reply
  60. 61

    Anonymous

    mw tanya, saya pnelitiannya menggunakan desain randomized ontrol group desain pretest posttest, yg eksperimen diberi perlakuan, yang kontrol tidak. tapi Jumlah sampel kls eksperimen 40 dan kls kontrol 39. sebaiknya pakai uji t dependen atau independen? thx

    Reply
  61. 62

    Anonymous

    Assalamualaikum, maaf saya ingin bertanya. Kalo untuk rumus uji efektifitas dalam eksperimen bagaimana ya? Saya disuruh melihat kurva perbandingan antara kelompok pre-post test intervensi dan pre-post kontrol dengan melihat persen dr kedua kelompok. Mohon bantuannya. Terimakasih.

    Reply
  62. 63

    Anwar Hidayat

    Gunakan Uji Anova (perlakuan terhadap post test) serta uji Ancova (perlakuan dan pretest terhadap post test)

    Reply
  63. 64

    Anwar Hidayat

    independen t test, sebab subjek berbeda berdasarkan latar belakang masing-masing.

    Reply
  64. 65

    suhardi19902012

    pak anwar.. judul skripsi saya " pengaruh latar belakang pendidikan siswa terhadap kemahiran membaca bahasa arab untuk kelas 1 mts " dosen pembimbing saya menyuruh saya menggunakan uji t . tp saya bingung, harus pake uji t yg apa?uji t one sempel,paired atau independen t test pak? n mengapa?? tolong ya pak jawaba bapak

    Reply
  65. 66

    Anwar Hidayat

    T paired harus data dari subjek yang sama. Misal yang diuji rupiah sebelum dan rupiah sesudah. Atau unit sebelum dan unit sesudah. Ditransformasi boleh.

    Reply
  66. 67

    princess geeky

    Assalamuálaikum, Pak Anwar..
    Saya sedang mengolah data untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah dalam bentuk unit dan Rp. Tapi output paired sample t test saya standar errornya cukup tinggi. Kalau saya transform datanya (baik unit dan Rp) terlebih dulu, boleh tidak ya pak??
    Terimakasih

    Reply
  67. 69

    Anonymous

    Selamat malam pak anwar, saya bagus, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak…saya ingin bertanya dan meminta pencerahan kepada bapak..terhadap dua kelompok data yang dapat dilakukan uji paired t test apakah kedua kelompok data tersebut harus terdistribusi normal? ataukah perbedaan/selisih dari dua kelompok data tersebut yang harus terdistribusi normal?
    Terima kasih banyak sebelumnya pak…

    Reply
  68. 71

    Anonymous

    pak anwar, saya ingin bertanya apakah sebelum melakukan uji t paired harus melakukan uji normalitas terleh dahulu?

    Reply
  69. 72

    Anwar Hidayat

    Karena t paired adalah uji parametris, di mana ada parameter-parameter yang harus terpenuhi. Jika parameter tersebut dilanggar maka hasil uji tersebut tidak sah atau dapat menunjukkan hasil yang sesungguhnya berbeda. Sedangkan wilcoxon adalah uji non parametris yang tidak membutuhkan parameter. Akan tetapi dengan uji non parametris kita akan kehilangan banyak informasi yang berharga.

    Reply
  70. 73

    Anonymous

    Pak anwar saya ingin bertanya,,
    Saya masih bingung knpa seandainya data tersbut tdk berdistribusi normal tdk blh menggunakan uji paired t-test tetapi di ganti dng uji wilcoxon test?
    Mohon bantuannya pak,,terimaksaih

    Reply
  71. 74

    Anwar Hidayat

    Uji Normalitas pada selisih kedua kelompok (Pre dikurangi Post)
    Jenis Uji normalitas yang digunakan sesuaikan dengan jumlah sample, kalau kurang dari 50 sebaiknya gunakan Shapiro Wilk atau Shapiro Francia. Jika Lebih dari 50 boleh menggunakan Lilliefors. Jika sangat besar, misal > 2000 sebaiknya gunakan KS, Skewness Kurtosis atau Jarque Bera. Tapi Sekiranya juga anda memperhatikan software yang digunakan jika ingin cepat.

    Reply
  72. 75

    Anwar Hidayat

    Pilihan uji sesuaikan dengan bentuk hipotesanya, kalau hubungan gunakan uji hubungan dan jika perbedaan gunakan uji beda. Uji T Paired atau T Bebas digunakan untuk uji Beda atau komparatif. Kalau korelasi maka gunakan uji korelasi, misal r pearson, spearman, kendall tau, gamma, somer's d, koefisien kontingensi.

    Reply
  73. 76

    Anwar Hidayat

    Uji normalitas pada t paired adalah pada selisihnya, maka pilihan uji normalitas yang digunakan sesuaikan dengan jumlah sample. Jika < 50 gunakan Shapiro Wilk atau Shapiro Francia.

    Reply
  74. 77

    Anonymous

    Selamat malam Mas Anwar, Saya sedang meneliti tentang perbedaan tingkat manajemen laba perusahaan manufaktur sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Karena Saya baca uji paired t test harus melakukan uji normalitas terlebih dahulu, yang ingin Saya tanyakan uji normalitas seperti apakah yang harus Saya lakukan? apakah seperti uji normalitas sebelum regresi (uji k-s per variabel)atau uji normalitas lain. mohon pencerahannya dan tutorial simpelnya Mas jika berkenan, terima kasih banyak.

    Reply
  75. 78

    uni

    maaf..mas saya mau nanya kalo skripsi dengan judul pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar itu musti pke uji T ya…untuk melihat masing2 hubungan anatara variabel bebas dengan variabel terikat??? kalo di gunakan korelasi bisa nga mas…trimakash

    Reply
  76. 79

    Anonymous

    mohon maaf sebelumnya, saya mau bertanya, saya menggunakan uji t berpasangan dan syarat uji t harus melakukan uji normalitas dulu, responden saya sebanyak 20 orang, jika saya uji normalitas menggunakan kolmogorov apakah respondennya harus lebih dari 20 responden?
    mohon bantuannya, terima kasih

    Reply
  77. 80

    Anwar Hidayat

    Intinya yang penting ada sebuah kejadian sebelum kejadian yang lain, itu aja. Kejadian yang lebih awal berarti sebelum.

    Reply
  78. 81

    Anonymous

    untuk data pada tanggal peristiwa itu di masukkan ke sebelum atau ke sesudah perlakuan?, jika seperti contoh diatas untuk data berat badan pada waktu minum suplemen di masukkan ke sebelum atau ke sesudah perlakuan?
    terimakasih

    Reply
  79. 82

    Anwar Hidayat

    Nilai minus harus selalu diperhatikan, itu menunjukkan perbedaan besarnya rata-rata antar kelompok, apakah kelompok pertama atau kelompok kedua

    Reply
  80. 83

    Anwar Hidayat

    Ya bisa, artinya kelompok pertama memiliki rata-rata lebih rendah dari kelompok kedua

    Reply
  81. 84

    Anwar Hidayat

    Menggunakan Regresi Ordinal

    Reply
  82. 85

    Pringgondani igo

    Sya ingin bertanya pak dlm pembacaan thitung dan t tabel hasil thitung saya -1,683 dan -2,454 t tabel yg sya dpt 2,011 . Dan ini sudah tentu t tabelnya diminuskan jadi -2,011 . Nah yg sya bingung -1,683 itu lebih besar dibandingkan -2,011 dan -2,454 lebih kecil dibandingkan -2,011 jika dibaca normal kekanan. Tetapi bnyak yg tidak melihat hasilnya minus dibeberpa referensi diinternet jdi -1,683 < -2,011 dan -2,454 > -2,011 . Nah mnurut anda bagaimana pak?

    Reply
  83. 86

    rossa leena

    kalau untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dari variabel-variabel faktor, tetapi datanya independen dan dependent nya berupa ordinal, memakai uji apa ya? katanya GA bisa kalo pake regresi linier, dan apakah harus pakai non parametrik test?

    Reply
  84. 87

    CurseAngel

    pak klo nilai T ny minus bs di terima kah dlm penelitian?

    Reply
  85. 88

    Anwar Hidayat

    Kalau kelompok VAK adalah 2 kelompok yang bebas maka dengan uji independen t test

    Reply
  86. 89

    Wiwit Wicaksono

    pak, kalau penelitian saya berjudul "pengaruh pembelajaran VAK terhadap pemahaman konsep siswa SMP", pakai uji T yang mana pak ?

    Reply
  87. 90

    Anonymous

    mau tanya pak, kalo misalnya ttg tingkat kemiskinan di kota dan desa itu pakainya independen atau paired ya? tq.

    Reply
  88. 91

    Anwar Hidayat

    Karena subjek berbeda, tentunya harus menggunakan independen t test

    Reply
  89. 92

    Anwar Hidayat

    Saya harus tahu bentuk hipotesanya dan datanya dulu, baru bisa memberi keterangan. Atau anda dapat menggunakan jasa kami dalam bantuan olah dan analisa data dengan sms saya: 085748695938.

    Reply
  90. 93

    monic

    assalamu'alaikum..
    pak saya mau tanya , judul skripsiny ttg efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadp hasil belajar dibandingkan dengan metode konvensional. yg ingin sya tnyakan. uji yg digunakan ap pak dan skala nya ap pak? terima kasih

    Reply
  91. 95

    Anonymous

    Selamat malam pak,
    saya ingin menanyakan data yang digunakan untuk analisis deskriptif adalah data asli atau data yang sudah di transform?

    terima kasih

    Reply
  92. 96

    Anwar Hidayat

    Komentar di Artikel ini "t paired dengan SPSS" sudah penuh, jadi bagi yang ingin berkomentar atau bertanya tentang t paired dengan SPSS, silahkan gunakan form diskusi di facebook di link berikut ini:
    https://www.statistikian.com/contact-us

    Reply
  93. 97

    Anwar Hidayat

    Untuk uji normalitas pada sampel sebanyak minimal 3 sampel, masih dapat dilakukan dengan uji shapiro wilk. Baca artikel saya tentang normalitas data dengan SPSS atau shapiro wilk. Untuk uji non parametris yang tepat seperti kasus anda, yaitu uji komparatif 2 sampel bebas, yaitu uji mann whitney u test. Komentar di Artikel ini "t paired dengan SPSS" sudah penuh, jadi bagi yang ingin berkomentar atau bertanya tentang t paired dengan SPSS, silahkan gunakan form diskusi di facebook di link berikut ini:
    Hubungi Kami

    Reply
  94. 98

    serunai ilmu

    Mohon bantuannya pak,,,
    saya melakukan penelitian analisis kualitas buku teks ipa untuk SD.
    saya mengambil 4 buku terbitan swasta dan 4 buku terbitan pemerintah (BSE).
    instrument yang saya gunakan terdiri dari 11 kriteria dengan masih banyak lagi lagi sub kriteria.
    data penelitian saya berbentuk interval. yang nantinya bila dijumlahkan pada setiap sub kriteria dan kriteria akan menjadi skor total.
    dari skor total tersebut sudah terlihat kualitas buku (sekali lagi data interval).
    selanjutnya saya ingin membandingkan kualitas buku terbitan swasta dibanding terbitan pemerintah menggunakan SPSS.
    nah mengingat sampel saya hanya 8 buku (masing2 4 buku) sedangkan tidak mungkin untuk UJI NORMALITAS populasi, Statistik apakah yang dapat saya gunakan?
    makasih banget sebelumnya, semoga bantuan bapat diganti oleh allah dengan kesuksesan.

    Reply
  95. 99

    Anonymous

    mas kalau subjek saya kurang dari 10 (subjek saya 9) apakah bisa langsing menggunakan uji-t?

    Reply
  96. 100

    Anwar Hidayat

    Bisa asal memenuhi asumsi normalitas

    Reply
  97. 101

    Anonymous

    SALAM….
    Saya Ego, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang jumlah mikroorganisme tanah di DUA LOKASI YG BERBEDA. masing2 lokasi saya mengambil 5 contoh sampel (total 10 sampel dari kedua lokasi) apa ada pengaruhnya dengan hasil analisis data??? saya menggunakan uji-t, tpi msih bingung, baiknya yang mana???,,, kalau 10 sampel dari tiap lokasi??

    Reply
  98. 102

    Anwar Hidayat

    Boleh pakai uji independen t test, tapi sebelumnya cek dulu asumsi normalitas pada tiap kelompok, jika tidak normal maka gunakan uji mann whitney u test

    Reply
  99. 103

    Anwar Hidayat

    t minus berarti rerata kelompok 1 < kelompok 2

    Reply
  100. 104

    yus ran

    pak, klo nilai t nya minus mksudnya gmana pak dan cara mengetahui pvalue> atau<0.05 gmana pak? trmkash

    Reply
  101. 105

    Anwar Hidayat

    Kalau suhu dan waktu skala nominal dan jumlah bakteri skala interval, dan variabel terikat adalah 1 variabel yaitu pertumbuhan bakteri dari hari ke-1 hingga hari ke-2, bisa menggunakan uji two way anova. Tetapi jika variabel terikat adalah 2 hari yaitu hari ke-1 dan hari ke-2, maka menggunakan repeated measure. Sekarang kembali pada anda, sesuaikan dengan tujuan penelitian anda, apakah yang anda uji adalah pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri selama 2 hari, atau pengaruh pada hari ke-1 dan ke-2.

    Reply
  102. 106

    Anwar Hidayat

    Kalau jumlah bakteri hari pertama anda jadikan faktor yang juga berpengaruh, maka akan ada 3 faktor prediksi dalam model anda, yaitu suhu dengan skala nominal, waktu juga skala nominal, dan jumlah bakteri hari pertama dengan skala interval, serta variabel terikat yaitu jumlah bakteri hari kedua, maka gunakan uji Ancova, karena variabel bebas anda campuran antara data kuantitatif (interval/rasio) dan kualitatif (nominal/ordinal).

    Reply
  103. 107

    Anonymous

    Pak,,
    saya sedang penelitian tentang pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap jumlah pertumbuhan bakteri pada suatu media, olah datanya pake statistik metode apa y?
    sampel disimpan pada pada suhu kamar dan refrigerator sampai 2 hari, masing – masing dilakukan pengujian pada hari ke 1 dan ke-2 setelah itu dihitung jumlah koloni yang tumbuh dan dilihat apakah ada perbedaan dari pertumbuhan pada sampel yang diuji pada hari ke 1 dan ke 2..
    makasih mohon dibalass ..

    Reply
  104. 108

    Anonymous

    kalau untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyimpanan sampel sebelum pengujian terhadap pertumbuhan bakteri pakai uji apa y? two ways anova kah?

    Reply
  105. 109

    Anwar Hidayat

    Coba dicek kembali. Perlu diingat bahwa t paired disebut juga pairing t test atau uji t sampel berpasangan. Saya ulangi sekali rumus t paired = rerata perbedaan antar pasangan/(standart deviasi perbedaan antar pasangan/Akar(jumlah sampel)).

    Reply
  106. 110

    Anwar Hidayat

    Yang lebih baik mana itu tergantung tujuan penelitian dan hipotesa anda. Perihal software apa, itu sama saja, tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan alat analisis dan metode analisis dalam software tersebut. Tidak semua analisis ada dalam tiap software.

    Reply
  107. 111

    indah susanti

    aslmkm.. pak hidayat.. saya mau tanya sumber buku yang digunakan untuk uji t paired, buku apa yah ? karena saya melihat di buku sudjana, russefendi, sugiyono, riduwan, furqon dll itu tidak ada rumus t paired. sedangkan saya harus menggunakan rumus ini. (atau saya yang salah liat yah -_- ) mohon bantuannya pak. makasih.

    Reply
  108. 112

    dhiazt budhenkz

    selamat malam pak,,saya mau nanya dalam pengolahan data statistik deskriptif metode pengolahan yang mana yang paling baik,,apa pengolahan data tunggal,data bergolong,menggunakan spss atau menggunakan minitab pak?

    Reply
  109. 113

    Anwar Hidayat

    Jika pendapatan sebagai variabel terikat berskala interval/rasio, maka tepat jika menggunakan uji t paired sebab subjek berpasangan. Uji normalitas perlu dilakukan dan jenis uji yang digunakan sesuaikan dengan jumlah sampel. Baca artikel-artikel saya tentang uji normalitas untuk memahaminya. Trims.

    Reply
  110. 114

    Anonymous

    Ass.. pak hidayat, penelitian saya ingin mengetahui perbedaan pendapatan usahatani sebelum dan sesudah banjir. apakah sesuai jika saya menggunakan analisis paired t test?, apakah harus diuji normalitas?, dan uji normalitas apa yang cocok untuk penelitian saya?
    mohon bantuannya, terima kasih.

    Reply
  111. 115

    Anwar Hidayat

    Bisa, jika skala data pendapatan adalah interval/rasio.

    Reply
  112. 116

    Anonymous

    pak saya ingin tanya, skripsi saya mengenai memandingkan pendapatan usahatani sebelum dan sesudah banjir. apakah bisa analisisnya menggunakan paired t-test?
    mksih,. mhon jwabnnya

    Reply
  113. 117

    Anwar Hidayat

    Diolah sesuai kebutuhan. Kebutuhan anda kan menjawah hipotesa. Hipotesanya anda adalah hubungan. Jadi lakukan uji hubungan. Kalau ada syaratnya, ya syaratnya diuji dulu.

    Reply
  114. 118

    Anonymous

    Pak…maaf sya sdang mlaksankan pnelitian ttg hub metode pemberian tugas dgn prstasi bljar.dgn desain pre n post test..jg dgn klmpok kontrol..sya bingung stlah mndapat data pre test harus diolah spt apa dulu?terima kasih bnyak..

    Reply
  115. 119

    Anwar Hidayat

    Tergantung pada jumlah sampel. Apabila kurang dari 50 lebih efektif menggunakan Shapiro wilk. Bila lebih dari 200 sampel, gunakan kolmogorov smirnov. Bila antara > 50 dan < 200 sebaiknya menggunakan lilliefors. Baca artikel-artikel saya tentang uji-uji yang saya sebutkan tadi. Trims.

    Reply
  116. 120

    yeremia adi

    mas mau tanya. kalo dalam uji normalitas dengan SPSS, caranya kita bisa tau data yang digunakan lebih efektif dengan kolmogorov-smirnov atau shapiro-wilks itu gimana ya ?

    Reply
  117. 121

    Anwar Hidayat

    Sebelum dan sesudah perlakuan sebaiknya menggunakan uji t paired, karena sumber data satu subjek atau disebut dengan berpasangan

    Reply
  118. 122

    Anonymous

    ma mau tanya,, saya mau mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan saya pakai uji t dependen dengan one group ,,, data yg saya butuhkan adalah rata2 sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan kemudian di cari sejauh mena perbedaannya itu caranya seperti apa ? kok saya kurang paham spss nya

    Reply
  119. 123

    Anwar Hidayat

    Menentukan jenis uji banyak pertimbangan, jadi bisa email saya untuk menggunakan jasa bantuan olah data. Trims.

    Reply
  120. 124

    Saya

    Assalamualaikum pak, mau tanya
    Tugas akhir saya tentang evaluasi SIMRS ditinjau dari kepuasan pengguna. saya sudah menentukan variabel bebas dan terikatnya.
    tapi saya bingung pakai uji apa.
    mohon bantuannya.

    Reply
  121. 125

    Anwar Hidayat

    Uji T Paired hanya isa digunakan untuk data interval atau rasio, tentunya tidak dapat digunakan untuk data nominal. Jika bentuk hipotesa anda adalah perbedaan, maka uji yang tepat bila data nominal adalah uji chi-square.

    Reply
  122. 126

    Anwar Hidayat

    Komentar pada halaman ini sudah penuh, oleh karena itu jika anda ingin berkomentar atau bertanya, silahkan menggunakan artikel lain yang relevan atau gunakan forum diskusi atau tanya di:
    Hubungi Kami

    Reply
  123. 127

    Anonymous

    assalamualaikum pak , saya mahasiswa kebidanan sedang melakukan penelitian tentang pengaruh kompres dingin terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan , saya menggunakan metode penelitian quasi eksperimen dengan one group pretest posttest design skala yang saya gunakan nominal , nominal yaitu sebelum dan sesudah di kompres trus nyerinya berkurang dan tetap .nah kalau menggunakan uji t paired bisa atau tidak ,saya bingungnya skala yg saya gunakan nominal , nominal jd hrus pake uji apa?

    mohon bantuannya

    Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved