About the author

Anwar Hidayat

Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, STATA, Minitab, Eviews, AMOS dan Excel. Silahkan SMS/WA/LINE/Telegram ke: 081373337354. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian.

Related Articles

44 Comments

  1. 2

    joko

    ijin ngopi penjelasannya, bro. maklum gagap statistik.

    Reply
  2. 3

    Anwar Hidayat

    Uji normalitas tergantung uji yang digunakan, karena uji normalitas berbed tiap uji statistik, misal pada regresi linear, normalitas pada resiudalnya, sedangkan pada independen t test, uji normalitas pada var terikat tiap kelompok/kategori

    Reply
  3. 4

    OpicknyaArin ArinnyaOpick

    mas aku mau nanya….. aku punya penelitian.. setiap sampling aku ngerjain duplo ( atau 2 replikasi) trus aku sampling 5 kali…. jadi aku punya 10 sampel…. nah setiap sampel aku ukur dengan 2 metode analisis yang berbeda. Jadi tiap sampel pake 2 metode…..
    yang mau aku tanyakan uji normalitasnya aku bandingkan dari masing – masing metode…. atau aku bandingin antar metodenya…. makasih ya

    Reply
  4. 5

    Anwar Hidayat

    Lakukan pada per kelompok. Lebih jelasnya anda pelajari di: One Way Anova dalam SPSS.

    Reply
  5. 6

    Anonymous

    saya ingin tanya, bila saya ingin melakukan uji normalitas terhadap 2 kelompok percobaan, harus dilakukan uji normalitas per kelompoknya atau dapat digabung?

    Reply
  6. 7

    Anwar Hidayat

    Uji normalitas adalah prasyarat atau disebut sebagai asumsi dari uji statistik lainnya yang lebih utama, biasanya untuk menjawab hipotesis dari statistik inferensial. Jadi segala sesuatunya harus diidentifikasi dulu uji hipotesanya yang menyebab prasyarat normalitas, karena konsekuensi dari ketidak normalannya berbeda-beda.

    Reply
  7. 8

    Ulfah Rismawati

    mas saya mau tanya, kalau data yang saya punya sudah uji normalitas dengan spss tapi hasilnya distribusi tidak normal, apakah ada uji lain yang bisa digunakan sebagai uji lanjutan ? terimakasih

    Reply
  8. 9

    Anwar Hidayat

    Tidak normal, sebab lebih < 0,05. Gunakan 1 Alpha untuk semua pengujian normalitas.

    Reply
  9. 10

    ratna sari

    jika didpt sig pengujiannya 0,036,,, kesimpulannya berdistribusi normal atau tidak.. karena saya masih bingung memakai alpa atau setengah alpa.. mohon jwbnnya,, terima kasih

    Reply
  10. 11

    Anwar Hidayat

    Bila anda melakukan uji non parametris. Pada uji parametris, maka hanya uji independen t test dan paired t test saja yang memperbolehkan normalitas dilanggar, tapi tidak dianjurkan. Pada uji regresi, jika anda menggunakan metode robust, maka diperbolehkan melanggar normalitas residual.

    Reply
  11. 12

    Al Faisal

    mau tanya dong mas..>> kapan yah uji asumsi klasik itu boleh dilanggar dan kenapa yaa alasannya kita melakukan uji normalitas?mohon d balas yaa buat skripsi soalnya..makasih

    Reply
  12. 13

    Anwar Hidayat

    Tidak cocok, sebab hipotesis anda harusnya uji beda 2 sampel berpasangan. Sedangkan uji normalitas adalah uji syarat untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji parametris, misalkan uji regresi, anova, t test dan uji parametris lainnya.

    Reply
  13. 14

    Anonymous

    tanya donk.. kalo metode saya pretest postest cocok ga pake metode ini?

    Reply
  14. 15

    Anwar Hidayat

    Sama saja, hanya beda istilah: oi (observed count) = Fo (Frekuensi kenyataan), ei (expected count) = (frekuensi harapan)

    Reply
  15. 16

    Rose Of Sharon

    Mw tanya, apa perbedaan uji normalitas yg menggunakan rumus oi-ei dengan yg menggunakan rumus fo-fh? Mohon penjelasannya ya 🙂 trimakasih

    Reply
  16. 17

    yokoz

    nah ini dia yang sedang sy cari, belajar ginian emang bikin pusing.. tp tks ya om bisa buat referensi mksih bnyak y artikelnya

    Reply
  17. 18

    Khairul Amri

    blog yang sangat bermanfaat, selalu jadi rujukan kalau bersentuhan dengan statistika..

    Reply
  18. 19

    Anonymous

    Luar biasa om,nambah ilmu om..��

    Reply
  19. 21

    Agum Hilkia Silalahi

    bg , mau tanya, klu nilai sig 0.052 tu normal atau ga?

    Reply
  20. 22

    Anwar Hidayat

    Sepertinya anda akan melakukan uji paired t test, maka diperlukan uji normalitas, namun uji normalitas dilakukan pada selisih antara pre dan post, bukan pada data pre dan post nya. Jika asumsi normalitas tidak terpenuhi, maka gunakan uji non parametris sebagai alternatif dari paired t test, yaitu uji wilcoxon signed rank test. Trims.

    Reply
  21. 23

    Maya Febriani

    Mas saya mau nanya….. penelitian sya pre dn post test tetapi hanya kelompok eksperimen dan tdk ada kelompok kontrol… pre test kemudian perlakuan dan post test…. apakah ttap menggunakan uji normalitas…mohon jawabanya….bingung

    Reply
  22. 24

    Anwar Hidayat

    Uji normalitas dilakukan pada data interval dan rasio

    Reply
  23. 25

    Big Nose

    mas, mau tanya.. penelitian saya kan eksperimen, datanya rasio dan ordinal, apakah bisa menggunakan uji ini? terimakasih
    mohon jawaban dan sarannya

    Reply
  24. 26

    Anwar Hidayat

    Robust adalah kebal terhadap suatu kendala asumsi. Bisa jadi kebal terhadap heteroskedastisitas, normalitas atau autokorelasi. Sedangkan RE menggunakan prinsip maximum likelihood, bukan ordinary least square. Sehingga asumsi heteroskedastisitas dan normalitas dapat diabaikan. Lebih jelasnya pelajari: Regresi Data Panel.

    Reply
  25. 27

    nana wati

    ka mau tanya, jika uji Chow test menghasilkan FE, Uji LM menghasilkan RE, dan UjiHausman Menghasilkan RE, apakah perlu saya menguji dengan menggunakan Robust ?

    mohon balasanya
    terima kasih

    Reply
  26. 28

    Harlis

    Mas mau tanya, kalau data yang dimiliki itu adalah pre dan pos untuk 2 variabel
    Maka untuk uji normalitas yang dimasukkan itu hasil pre dan postesnya atau cukup selisihnya?

    Reply
    1. 28.1

      Anwar Hidayat

      Kalau uji normalitas sebagai asumsi paired t test, maka uji normalitas cukup dilakukan pada selisihnya saja.

      Reply
  27. 29

    Ayu

    mohon maaf saya mau tanya….saya punya penelitian tetapi tidak normal dengan nilai signifikan 0,05. dan salah satu variabel saya ada variabel dummy. apakah juga harus dioutlier atau transformasi ? dan sebaiknya bagaimana menjelaskan nya ?

    Reply
    1. 29.1

      Anwar Hidayat

      Dummy varibel tidak perlu ditransformasi

      Reply
  28. 30

    elsa

    jika judul penelitian saya “pengaruh penerapan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa smp”.
    rumusan masalah:
    1. apakah terdapat pengaruh penerapan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis?
    2. apakah kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan pendekatan konekstual lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional?
    dari rumusan masalah, uji apa yang harus saya gunakan pak?

    Reply
    1. 30.1

      Anwar Hidayat

      Uji Independen t test

      Reply
  29. 31

    Mukarromah Bakri

    Mas, mau tanya. Saya sedang melakukan penelitian hipotesis asosiatif dengan populasi dibawah 30. Uji normalitas apa yg cocok untuk penelitian saya?

    Reply
    1. 31.1

      Anwar Hidayat

      Shapiro wilk atau shapiro francia jika anda punya aplikasi STATA. Jika hanya punya SPSS, maka gunakan shapiro wilk. Jika punya aplikasi Eviews, gunakan jarque bera. Jika mau hitung manual, saya rekomendasikan uji shapiro wilk.

      Reply
  30. 32

    Cahya Putri Khinanti

    Mas,
    untuk uji normalitas itu dilakukan per variabel atau bagaimana?
    saya ada variabel bebas latar belakang pendidikan dan kompetensi serta variabel terikat produktivitas.,
    Terimakasih.

    Reply
    1. 32.1

      Anwar Hidayat

      Tergantung pada analisis hipotesisnya. Misal uji regresi linear, maka uji normalitas pada residualnya. Jika uji independen t test, maka uji normalitas pada variabel terikat per kelompok. Jika uji paired t test, uji normalitas pada selisih antara pre dan post. Dan masih banyak lagi macamnya.

      Reply
  31. 33

    jannatul husna

    maaf mas, saya mau tanya. jika data yang digunakan kurang dari 30 bolehkah menguji normalitas menggunakan uji chi square? terima kasih

    Reply
    1. 33.1

      Anwar Hidayat

      Boleh menggunakan Uji Chi-Square.

      Reply
  32. 34

    rani

    mas mau tanya, penelitian saya menggunakan independent simple t test, dan datanya ada 200, apa harus uji normalitas?

    Reply
    1. 34.1

      Anwar Hidayat

      Iya harus dilakukan uji normalitas

      Reply
  33. 35

    Diska

    Mau nanya mas: saya kan pake metode regresi berganda, kalo uji normalitasnya tidak tepenuhi, terus di transformasikan, lalu sudah terpenuhi uji normalitasnya. Nah untuk uji selanjutnya memakai data yg di transformasi itu atau bagaimana?

    Reply
    1. 35.1

      Anwar Hidayat

      Iya gunakan data hasil transformasi selanjutnya analisis ulang semua asumsi hingga terpenuhi secara serentak

      Reply
      1. 35.1.1

        Diska

        Makasih mas. Mau nanya lagi kalo durbin watsonnya 1,607 dari data yg di transformasi tsb jd bagaimana?

        Reply

Cobalah Menjadi Pandai! Berikan Komentarnya Ya......

2012 - 2017 statistikian allright reserved